
"tidak apa dion aku terluka sedikit" timbalnya
"gak beby dia harus tanggung jawab atas semuanya"ucap rangga
"terserah kalian saja" ucap tiwi
melihat tiwi sudah dalam keadaan baik sella dan sarti memutuskan untuk kembali ke sekolahan karna mereka hanya izin mengantarkan tiwi kerumah sakit.
"tante, om kami akan kembali ke sekolahan, sella sama sarti pamit" pamit sella
"iya sebaiknya kalian kembali, tiwi tak apa" ucap shan
"baik om" ucap sella dan sarti bersama, berjalan keluar ruangan dan kembali kesekoahan
"dion sebaiknya kamu juga kembali, biar kami menjaganya disini kamu tidak usah khawatir ini hanya sebuah kecelakaan" ucap shan pada dion
"terimakasih om tante, pulang sekolah nanti dion kesini untuk menjenguk tiwi, sekali lagi saya minta maaf, saya pamit" ucap dion dan dibalas anggukan oleh kedua orang tuanya tiwi
tinggal kedua orangtuanya dan rangga diruang rawat tiwi, menemani tiwi yang sedang tertidur, rangga melihat kedua orang tuanya segera memerintahkan mereka untuk kembali
"mama sama papa sebaiknya pulang saja biar rangga yang menemani beby disini" ucap rangga
"iya sudah papa juga ada urusan dikantor, ayo ma, papa antar" tawar shan pada diana
"cepat sembuh ya sayang, nanti mama kesini lagi"ucap diana mengelus rambut tiwi dan mencium keningnya segera pergi dari ruangan tersebut
kini tinggallah rangga menemani tiwi yang terbaring lemas dan tertidur, rangga melihat adiknya kini merasakan perih dihatinya melihat adik kesayangannya sakit
ada rasa benci dihatinya untuk dion karna telah menyebabkan adiknya seperti yang sekarang ini, ada rasa penyesalan karna dia memaksa adiknya untuk pergi kesekolah sedangkan adiknya menolak untuk kesekolah
mengelus tangan adiknya hingga rasa kantuk ada pada rangga dan memutuskan untuk tidur disamping tiwi
karna merasakan sakit di kepala nya hingga membuat tiwi terbangun dan melihat rangga berada di sampingnya
"abang bangun" ucap tiwi, rangga mendengar panggilan adiknya ia segera bangun
"heh by, kamu mau apa? apa ada yang sakit?" tanya rangga
"aku lapar bang, mau makan" jawab tiwi
"baiklah, abang ambilkan makanannya" mengambil makanan dan menyuapinya
"abang aku mau pulang, gak mau disini" ucap tiwi
"kamu kan belum sehat by, iya sudah nanti abang tanya dokter dulu" ucap rangga
makan terhenti ketika suara ketukan pintu terdengar seseorang ingin memasuki ruangan tiwi, rangga yang mendengar ketukan tersebut menyuruh dia masuk,
seseorang laki-laki datang dengan pakaian sekolah memasuki ruangan rawat tiwi dan memberi salam pada rangga, rangga melihat dia merasa bencinya meluap
iya, dion yang masuk untuk bergantian menjaga tiwi sebagai kesalahannya karna telah membuatnya celaka
"abang keluar dulu ya by, untuk nemuin dokter apakah kamu boleh pulang" ucap rangga pada tiwi, dia takut kalau kekesalannya meluap dihadapan adiknya akhirnya ia memutuskan keluar. dan dibalas oleh anggukan tiwi
"dion tolong jaga tiwi sebentar"ucapnya pada dion
"iya kak"
hanya dion dan tiwi berada diruangan tersebut hingga akhirnya dion memutuskan untuk duduk di kursi samping tempat tidurnya tiwi
"tiwi aku minta maaf, karna aku kamu jadi begini" ucap dion
"iya gpp, santay aja" timbalnya
__ADS_1
rangga datang dengan dokter didepannya untuk memeriksa keadaan tiwi apakah meyakinkan untuk pulang atau tidak.
"gimana dok??" tanya rangga
"tidak ada masalah apa-apa, ini sudah boleh pulang dan tolong jaga kesehatannya karna pasien belum seutuhnya sembuh" ucapnya
"baik dok, terimakasih" timbal rangga
matahari sudah tampak berwarna orange bertanda bahwa sudah sore hampir malam, dirumah sakit masih terdapat tiga seseorang yang sudah siap untuk pulang tak lain adalah tiwi
"dion sebaiknya kamu pulang, takutnya orang tuamu nyariin kamu" ucap tiwi "aku sudah tidak apa-apa dan aku pulang sama abang rangga" sambungnya
"iya dion sebaiknya kamu pulang" ucap rangga cuek
"iya kak" jawab dion dan pergi keluar ruangan dan segera pulang
***
dirumah besar sudah terlihat Andrean yang sedang mengobrol bersama istrinya dan adel, ia sudah dari tadi tidak melihat dion hingga malam tiba
dion sesampainya dirumah milik Andrean sebagai ayahnya, dengan seragam sekolah dan masuk kedalam rumah dengan keadaan hari sudah gelap karna perjalanan dari rumah sakit cukup jauh
memasuki rumah dengan santai dan dingin, ia melihat kedua orang tuanya dan adiknya sedang asik mengobrol dan pergi tanpa memperdulikan mereka tapi terhenti ketika seseorang memanggilnya
nana melihat anaknya berlalu begitu saja segera berdiri dari tempat duduknya dan mendekati dion yang baru saja pulang,
sedangkan Andrean sedang asik bermain bersama anak bungsunya
"dion dari mana saja kau nak, kenapa baru pulang? apa yang terjadi" ucap nana lembut
mendapati pertanyaan tersebut hingga memutuskan langkahnya dan menjawab pertanyaan dari ibunya dan mengakui apa yang telah terjadi padanya.
"maaf buk tadi dion dari rumah sakit.."ucapnya
"dion tidak apa-apa bu, tadi dion tidak sengaja menabrak teman sekolahnya dion dan membawanya kerumah sakit" ucap dion
"APAA.." teriak seorang laki-laki paruh baya, dan mendekati dion dengan tangan kekarnya menampar pipi anaknya
"DASAR ANAK TAK TAU DIRI, APA TIDAK BOSAN MEMBUAT MASALAH HAH, BAGAIMANA JIKA ORANG TUANYA MENUNTUTMU HAH" bentak Andrean pada dion
"sabar yah, sebaiknya kita datang saya kerumah temannya dan meminta maaf pada orang tuanya" ucap nana menenangkan suaminya
"DENGAR DION AYAH TIDAK AKAN MEMBANTUMU JIKA MEMANG ORANG TUANYA MENUNTUTMU, SEGERA GANTI PAKAIAN MU KITA BERANGKAT KERUMAH SAKIT" ucap Andrean
"dia sudah pulang" ucap dion
"ya sudah kita kerumahnya saja" ucap nana "kamu pergilah kekamarmu dion dan bersihkan badan mu ganti pakaian mu" ucap nana memerintahkan ada dion, dan dion segera berlalu ke kamarnya
semua tampak sudah tenang adel segera mendekati ibunya untuk menanyakan apa yang terjadi
"bu kak dion kenapa?" tanya adel pada nana
"kaka mu tidak sengaja menabrak temanya, kamu segera bersiaplah sebentar lagi kita akan kerumah teman kaka mu" ucap nana
"ya sudah adel pergi kekamar dulu" timbal adel
***
didalam rumah sudah tampak tenang karna anaknya boleh pulang, karna tidak ada luka yang serius pada anaknya
sudah terlihat suami istri dan rangga duduk diruang tamu seperti biasanya, tidak dengan tiwi ia di kamar nya dan beristirahat
terdengar bel rumah berbunyi bahwa sedang ada tamu saat itu, mendengar bel berbunyi asisten rumah tangga segera membuka pintu dan menanyakan ada keperluan apa?
__ADS_1
masuk kedalam rumah dia berhadapan pada majikannya bahw ada keluarga yang ingin berkunjung
"maaf tuan nyonya ada tamu" ucapnya
"siapa?" timbal rangga
"kata mereka dia orang yang menabrak nona tiwi den" jawab bibi pada rangga
"ya sudah bi suruh mereka masuk saja" titahnya, dan segera menyuruh mereka masuk atas ijin majikannya
ia itu adalah keluarga dion yang tadinya ingin berkunjung kerumah teman yang ditabrak oleh dion untuk permintaan maaf.
memasuki ruangan yang sudah ada orang tuanya tiwi segera mendekat dan bersalaman dan mengobrolkan apa yang mereka membawanya ke rumah keluarga shan
"kedatangan kami kemari untuk meminta maaf atas kejadian tadi pagi, yang menyebabkan putri kalian celaka karna dion" ucap Andrean
"iya pak buk tujuan kami untuk kesini untuk meminta maaf, dan mengganti biaya rumah sakit anak kalian" ucap nana
"anak kami tidak ada apa, dia sudah membaik dan sedang istirahat dikamarnya, tentang ganti rugi tidak usah khawatir, kami sudah tidak mempermasalahkan hal yang menimpa anak kami" ucap shan kepada keluarga dion
"rangga panggil adikmu kesini ucapkan ada keluarga dion datang untuk menjenguknya" ucap diana pada rangga berbisik dan dibalas dengan anggukan
memanggil adiknya dikamar untuk pergi ke ruang tamu, dan segera untuk melihat orang yang ingin bertemu mereka
"by ada. keluarga dion dibawah" ucap rangga memasuki kamar tiwi
"kenapa mereka kemari?" tanya tiwi
"sudahlah kita turun saja" ucap rangga pada tiwi dan dibalas dengan anggukan menuju ruang tamu dan duduk dipertengahan kedua orang tua tiwi
"nak nama kamu siapa?"tanya nana
"nama aku tiwi tante" jawab tiwi
"kamu jangan panggil saya tante panggil saja ibu, kamu tidak apa kan"tanya nana lagi
"saya tidak apa tan.. eh bu, saya tidak apa-apa bu" ucap tiwi
perbincangan dimulai hingga membuat tiwi dan dion merasa bosan, diana yang melihatnya segera merintahkan anaknya agak mengajak dion ke taman belakang
"sayang kamu tidak apa kan misalnya kamu ajak dion ngobrol berdua dulu dibelakang samping kolam Renang" ucap diana
"iya ma, iyo dion" ajak tiwi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
lanjut part berikutnya