
"Bagus kalau begitu saya sudah siapkan semuanya termasuk cincin pertunangan mereka" ucap Andrean dan dibalas dengan anggukannya merasa bahagia
"Mereka pasti senang" ucap laki-laki yang bersama andrean.
..
sesampainya diana dan tiwi dirumah mereka dan sekarang sedang melihat-lihat barang yang di beli mereka beli banyaknya, dibantu oleh supirnya membawakan barang yang mereka beli
segera duduk membuka pakaian dan perhiasan, membuat hati mereka senang terutama diana, namanya juga emak emak.
"sayang coba lihat ini bagus sekali" ucap diana menunjukan pernak pernik perhiasan
"iya bagus ma" timbal tiwi
"berapa yang habisnya uang rangga ma??" tanya rangga yang tengah duduk melihat diana dan adiknya masih sibuk melihat belanjaan mereka
"alah ini gak seberapa kok, lagiankan uang kamu banyak, sekarangkan gak ada yang gunain uang kamu, jadi kamu banyak-banyak cari uang ntar kita yang habisin" ucap diana tertawa
"iya loh bang, lagian abangkan belum punya istri jangankan istri pacar aja gak punya" ucap tiwi membuat mereka tertawa
rangga yang mendengar mama dan adiknya menertawakannya hanya memasang mata malas nya ketika membahas istri, ia belum benemukan perempuan yang cocok untuknya.
"abang dateng gak perpisahan aku nanti" tanya tiwi
"dateng dong beby, massa nggak sih" ucap rangga mendekati tiwi yang masih sibuk dengan barangnya.
"bagus deh kalo gitu" ujar tiwi melihat- lihat pakaiannya
shan yang baru sesampainya dikediamannya memasuki rumah dan mendekati anak dan istrinya.
"sayang kalian habis belanja??" tanya shan
"iya pa, gimana ini bagus gak pa??" ucap tiwi menunjukan gaun
"bagus sayang" timbalnya
"bagus yang mana pa yang ini atau yang ini" ucap tiwi menunjukan gaun yang dibeli diana sekaligus dua.
"yang mana aja sayang, semuanya bagus kok" ucap shan sejujurnya ia tidak paham apa yang bagus atau tidak, bagus bagi pemiliknya itu lebih baik pikirnya.
"yaudah deh, aku mau pakek yang pink aja" kesal nya karna tidak dapat jawaban dari shan
__ADS_1
"sayang ini kayaknya cocok deh buat gaun kamu" ucap diana menunjukan perhiasan dengan motifnya ada kemewahan tersendiri, membuatnya sederhana dengan permata kecilnya.
"yaudah"
...****************...
"gimana? kalian udah dapet baju buat ke pesta perpisahan kita??" tanya sella melangkah kedepan melihat pemandangan dengan santay
sella dan sarti sekarang sudah berada dikediamannya tiwi menikmati kesejukan mereka sudah memberi tau tiwi untuk kerumahnya ingin berbincang sebelum mereka akan sibuk keurusan masing-masing.
"udah dong, kalo lo gimana tiw??" tanya sarti mendekati tiwi dengan senyuman seketika hilang ketika ia melihat sahabatnya melamun melihat kedepan dengan tatapan kosong, ia tau persis perasaan tiwi saat ini, melihat sahabatnya seperti ini membuat hatinya sakit.
Tiwi yang dulunya ceria ketika bersama sahabatnya dan sekarang dengan secepat kilat semua itu hilang ketika ia sakit hati karena cinta, menatap lurus dan kosong, sekelebat kenangan dia dan dion datang tanpa permisi dan kembali mengetuk hatinya. jika semesta akan menyambut sebuah pelangi setelah hujan, tetapi tidak dengan dirinya.
gadis itu masih menatap dengan kosong mengingat kenangan ketika dia dan dion bermain bersama ditempat yang sama sekarang ini, bercanda dan tertawa yang diciptakan mereka berdua ketika dion yang setiap harinya kerumah tiwi, dan karna hal tersebut membuat tiwi jatuh cinta yang semakin dalam membuatnya semakin cinta dan sayang terhadap dion, cinta memang merepotkan.
mungkin itu yang dirasakan tiwi dengan hati senang dan bahagia sebahagianya, tetapi tidak dengan sekarang hatinya sesak ketika mengingat tentang perjodohan dion, seorang yang dia cintai seketika diharuskan menghilang dari kehidupannya karna perjodohan, bisa dibayangkan sakit hati yang begitu menyayat?!!
"Tiwi" panggil sarti mendekat dan menggoyangkan lengan tiwi yang membuat lamunannya tertepis.
"iya? kenapa?" tanya tiwi kaget
"lo mau sampai kapan begini huh??, hati kami sakit ketika melihat sahabat kami seperti ini"ujar sarti dengan air mata yang berlinang
tiwi yang melihat kedua sahabatnya mereka terharu dan bersyukur tuhan telah memberikan sahabat yang begitu perhatian dan selalu berada disampingnya ketika ia lagi butuh tempat sandaran.
persahabatan mereka yang erat, saling menjaga satu sama lain, tidak berhianat dan tidak ada yang namanya makan teman bagi mereka.
"gue gak papa kok" ujar tiwi masih bertahan dengan keteguhan yang is lihat kan dengan sahabatnya berbeda dengan hatinya bagai tertusuk pedang.
"gue tau lo lagi menahan sakit, sebaiknya lo cerita kepada kami" ucap sarti
"lo itu sahabat kami, kami sudah anggep lo sebagai keluarga, kita ini keluarga jadi apa salahnya jika lo cerita sama kami" ucap sella dengan tatapan penuh kasih dan sayang seperti ia keluarganya sendiri
dan ketika saat itu juga tiwi memeluk kedua sahabatnya dengan air matanya yang sudah tidak bisa dibendung dan tumpah begitu saja dipelukan sahabatnya "terima kasih tuhan telah memberikan sahabat seperti mereka" batin tiwi
melepas pelukan sahabatnya membuat hatinya sedikit lega ketika mendapatkan orang yang berada disampingnya yang begitu mendukungnya, menghapus air mata yang keluar dari sorot matanya membuat tiwi ingin segera bercerita, mungkin akan mengurangi beban dengan bercerita, pikirnya.
"hati gue sakit ketika orang yang gue cintai dan sayangi dijodohkan dengan orang lain, hati gue sakit melebihi tertusuk pedang, aku sangat mencintainya dengan tulus, apa dia tidak bisa membalas semua ini??" tanya tiwi sambil menangis.
"lo harus kuat tiwi, lo harus relakan dion bagaimana pun juga semua itu sudah berlalu tidak bisa dipungkiri lagi" ucap sella dan diangguki oleh sarti membenarkan semuanya.
__ADS_1
"kami tau kok lo itu kuat, tiwi masih punya kami, sahabat yang akan selalu menemani, lo juga punya keluarga yang sangat sayang sama kamu" ujar sella
"ntar gue cariin yang baru deh" ujar sarti
" yaudah kamu jangan sedih lagi ya tiw, kita harus bahagia seperti dulu ya" ujar sella
tiwi Tidak bisa berkata-kata lagi ia hanya bisa menganggukan kepalanya membenarkan semuanya, bagaimanapun juga ia harus melupakan dion!, hanya dibalas dengan anggukan membuat sarti dan sella merasa lega ketika mereka bisa membuat tiwi tersenyum meskipun belum sepenuhnya, "kami akan selalu akan menyemangati kamu setiap saat, kami akan selalu buat lo tiw" batin sella dan sarti saat ini.
siapa yang tidak mau seperti tiwi ia mempunyai segalanya. mempunyai sahabat dan keluarga yang sangat menyayangi nya dan akan selalu berada disampingnya setiap saat "sangat bodoh jika bersedih bukan??"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut part berikutnya
...jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...yaaa😉😊...