KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
Rencana sisil


__ADS_3

...Jika suatu masalah bisa diselesaikan, apakah bisa sebuah kesalahan dimaafkan?...


...***...


saat ini seorang gadis sedang berbincang dengan wanita didepannya, mereka merencanakan sesuatu yang bisa membuat orang lain menjadi korbannya, sambil menyeruput minuman masing-masing hingga semuanya terlihat deal.


"baiklah kita akan melaksanakan tugasnya, jika ini berhasil aku akan membayarmu berkali lipat" ucap sisil, Yap sisil lah orang yang akan menghancurkan hubungan sepasang kekasih siapa lagi kalau bukan Dion dan Tiwi?


"baiklah"


...***...


"sayang, bisakah kamu kekantor nanti setelah makan siang? aku akan membicarakan soal undangan pernikahan kita dan akan ku tunjukan beberapa desain sama kamu, bisa kan?" ucap dion dibalik telponnya


"bisa, baiklah aku akan kesana setelah makan siang oke, by sayang love you" timbal Tiwi


"love you to"


kali ini dion tidak bisa makan siang bersama Tiwi seperti biasanya, karena ia ada pertemuan dengan rekan kerjanya saat makan siang disebuah restoran yang tampak sedikit jauh dari sana.


"bos, apa saya perlu ikut denganmu" tanya Akbar dengan formal karena ia sekarang sedang berada dikantor kalau diluar ia akan bersikap seperti seorang sahabat.


"tidak usah, saya ada makan siang bersama klaen, nanti ada Tiwi yang akan datang kamu temani dia jika aku terlambat kembali" ujar dion sambil mengemasi dokumen-dokumen yang harus ia bawa.


"baik bos" tunduk Akbar melihat dion yang berlalu


kini semuanya kembali beraktivitas masing-masing sebelum melanjutkan tugas yang berikutnya Tiwi yang masih sibuk mengerjakan tugas dikantor milik shan papanya sendiri


setelah lulus sekolah ia memutuskan untuk membantu tugas rangga, tetapi bukan untuk mendapatkan jabatan ataupun menjadi pekerja disana, tapi ia hanya ingin membantu tugas rangga dan papanya.


"bang aku kekantor dion dulu ya, makan siang udah selesai" ucap Tiwi setelah menyelesaikan makanya dengan Rangga diruangan kerja Rangga.


"apa mau Abang antar by?" tanya Rangga.


"tidak usah dedekan bawa mobil sendiri" Tiwi langsung berlalu meninggalkan Rangga masih dengan bekas makanan yang mereka makan tadinya.


"gini amat ya punya adik udah mau nikah, terus aku ditinggal sendiri terus siapa yang mau aku ajak perang ya pagi-pagi" gerutu Rangga


"awas aja kalau dion membuatnya adik gue nangis, nggak bakal gue ampunin dia sekalipun gue akan bunuh dia kalau buat Tiwi kecewa"


keperdulian Rangga pada adik tercintanya sangatlah besar, ia sangat menyayangi adiknya melebihi apapun. ia sedikit sedih ketika mendengar Tiwi akan menikah


ingatannya saat masih kecil terlintas dipikiran Rangga dimana saat hari itu ia meminta Diana seorang adik.

__ADS_1


"mama, aga mau adik"


"kamu udah siap jadi abang?"


"iya ma"


"tapi kalau Rangga udah punya adik, sebagai Abang Rangga harus sayang ya sama adiknya nanti, dan menjadi pelindungnya"


"aga janji bakal jagain Dede ma"


"yaudah kamu yang sabar ya"


rasanya begitu cepat waktu berlalu dimana masa kecil mereka sudah terlewatkan, dan ingin memiliki kehidupan masing-masing meskipun sekarang adiknya yang meninggalkan nya lebih dulu untuk memilih laki-laki yang ia pilih untuk menjadi pelindungnya untuk selamanya


...***...


"ingat ya tugas mu disini pura-pura menjadi rekan kerja dion, tugas Lo hanya buat dion meminum minuman ini setelah ini hilanglah dari negara ini" sisil telah merencanakan rencana busuknya untuk menjebak dion


"baik non"


melihat dion datang sisil dan Jessy pergi dari tempat tersebut, memutuskan untuk melihat dari kejauhan. Jessy lah yang mencari orang untuk menjadi klaen dion bohongan hanya untuk menjebak dion.


"maaf pak saya terlambat, jalanan cukup macet" ucap dion sambil meletakkan tas yang ia bawa dan membuka kancing jas-nya Kartika ingin duduk


"ah terima kasih" ucap dion lalu meminum jus strawberry yang berada didepannya sekarang ini, tidak sampai habis


"baiklah mari kita mulai" ucap dion masih tidak ada efek sama sekali


"jadi gini pak..." laki-laki itu menjelaskan semuanya dengan kebohongannya untuk melihat reaksi obat yang mereka beri


tidak lama Dion meminum minumannya, ia mulai merasakan pusing dan berat, pengelihatan nya mulai kabur sehingga semuanya gelap tidak tampak apapun


sisil yang melihat dion telah tertidur ia tersenyum lebar rencananya akan berhasil sebentar lagi, sisil dan Jessy menghampiri Dion dan suruhannya ia sangat menyukai hal ini.


"ayo kita bawa ke hotel, pak bantu kami" ucap sisil


...***...


Tiwi yang telah sampai di kantor Dion ia langsung memasuki ruangan dion, tidak melihat dion yang berada disana namun hanya Akbar yang tengah duduk di sofa memainkan laptop nya


"Akbar dimana Dion?" tanya Tiwi


"eh cibos udah dateng, duduk dulu"

__ADS_1


"cibos apaan?"


"calon istri bos, artinya"


Tiwi hanya tersenyum mendengar panggilan asisten dion, baru kali ini ia mendengar panggilan seperti itu.


"dimana Dion? bukannya dia mengajakku kesini ya setelah makan siang" tanya Tiwi


"bos sedang makan siang bersama rekannya, saya disini tidak ikut perintah bos supaya kalau dia terlambat kesini tidak sendiri, kemungkinan jalan lagi macet" jelas Akbar


Tiwi hanya mengangguk, ia menunggu Dion tidak ingin menyia-nyiakan waktu Tiwi menyalakan laptop yang ia bawa tadi dan mengerjakan tugasnya yang masih tertunda begitu juga dengan Akbar


satu jam berlalu kini belum tiba kekasihnya datang, bosan dengan menunggu ia pergi mendekati kaca yang dapat melihat pemandangan gedung-gedung lainnya


ponselnya bergetar pertanda ada sebuah pesan masuk ke handphone nya, ia menghampiri mengambilnya untuk melihatnya, begitu juga dengan Akbar ia menerima pesan juga dari bosnya


Tiwi yang melihat pesan dari Dion yang berkata "sayang kamu kehotel ya, akan ku Sherlock ada suprise yang aku ingin tunjukan kepadamu"


pesan Akbar


"temani Tiwi kemanapun ia ingin pergi"


"Akbar bisakah kamu temani ku untuk kehotel ini?" ucap Tiwi


"ada urusan apa emangnya?"


"Dion menyuruhku kesana, aku ingin kau temani aku kamu kan asistennya tidak apa bukan jika pergi bersama ku" ucap Tiwi


"baik cibos"


mereka pergi menggunakan mobil Tiwi yang ia bawa tadi, dengan Akbar yang membawa mobilnya ia hanya duduk membayangkan apa yang akan diberikan oleh kekasihnya


Tiwi hanya bisa tersenyum lebar memasuki hotel yang sudah ia tanya dikamar beberapa yang ia ingin tuju.


Akbar heran dengan kekasih bosnya ini, kenapa ia senyum-senyum sendiri pikirannya apakah sudah kemasukan setan bahagia?


menyocokan nomor kamarnya dengan yang diberikan oleh Dion, tidak hanya alamat hotel Dion juga mengirimkan nomor kamarnya.


ketika Tiwi telah menemukan kamar yang ia tuju, ia menyocokan nomor takutnya salah nomor kamarkan nggak lucu pikirnya.


"sayang" panggil Tiwi sambil membuka pintu memasuki ruangan tampar tidur.


deg..

__ADS_1


"Dion?"


__ADS_2