
Pintu terbuka sudah ada rangga yang berada didepan dan terlihat dion yang berada dibelakangnya. Semuanya terkejut ketika melihat wajahnya dion penuh dengan memar
“loh, nak kamu kenapa?” Tanya Diana membolak balikkan melihati wajah dion yang memerah.
“tadi dion dikeroyok ma, rangga nggak tau mereka siapa. Untung rangga datang tepat waktu” ujar Rangga.
Melihat dion yang luka lebam Diana menghampirinya, "siapa? Yang buat anak mama terluka gini?" Tanya Diana masih membolak-balikkan melihat wajah dion
"Dion nggak tahu ma, tadi mereka memakai topeng dan...
Sudahlah lupakan saja. Lagian dion nggak apa apa kok" jawab dion
"Baiklah ayo kita obati lukanya nak" ujar Diana lalu mengambil sebuah kotak p3k yang berada dalam sebuah laci dengan berdekatan dengan branker milik Tiwi
Diana mengobatinya dengan hati-hati dan penuh perasaan, ia menganggap dion sebagai anaknya sendiri bahkan tidak lama lagi dion akan menjadi menantunya.
Dreettt
Ponsel berbunyi dengan nada yang halus, pertanda ada panggilan masuk. Diana yang menyadari suara tersebut ia langsung membuka tasnya dan mengambil benda pipih yang terus bergetar dan berdering.
"Hallo mas, ada apa?" Tanya Diana dari sambungan telpon ketika ia tahu siapa yang menelponnya yang tak lain itu adalah shan suaminya sendiri.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, tolong kekantor sebentar setelah itu kita pulang bersama" balas shan
"Baiklah"
"Mama kekantor dulu ya, adel kamu sebaiknya pulang nak, dan Rangga kamu antar adel pulang, mama mau kekantor papa kamu dulu ada urusan" ucap Diana.
"Ada urusan apa emangnya ma?" Tanya Tiwi yang dari tadi tidak membuka suara hanya berdiam diri menatap dion dengan lekat.
"Mama juga tidak tau sayang, kamu disini sama dion dulu ya. Mama pergi dulu ya, kamu cepet sembuh" ucap Diana mengecup kening milik tiwi. Dan hanya dibalas dengan anggukan.
Dan sekarang tinggallah hanya dua jiwa yang masih berdiam diri, tidak ada yang memulai bicara. Ntah apa yang mereka pikirkan seolah mereka berbicara lewat pikiran.
Tiwi yang dari tadi menatap dion dengan teliti membuat dion menjadi tidak bergema ataupun memperdulikan tatapan dari milik kekasih nya. Kegelisahan diantara keduanya tercipta, entah itu datang dari mana mereka juga tidak tahu.
"Sayang" ucap dion akhirnya membuka pembicaraan setelah beberapa menit berlalu bahkan Berjam.
"Hm" mengangkat kedua alisnya seolah bertanya ada apa dengan kekasihnya.
"Aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi kedepannya, bisakah kita berjanji saling percaya? Aku mencintaimu. Sungguh" ucap dion mengelus tangan Tiwi dan sesekali mengecupnya dan meletakkan dipipinya
"Aku juga merasakan hal yang sama, apa yang akan terjadi diantara kita?" Tanya Tiwi ikut dengan kegelisahan
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku mohon sama kamu sayang mohon tetap percaya satu sama lain, aku mohon!" Permohonan dion membuat Tiwi tambah merasakan kegelisahan yang sangat luar biasa.
"Aku janji sayang, tapi kamu juga harus janji akan tetap percaya sama aku" ujar Tiwi
"Iya sayang" ucap dion lalu mengecup tangan milik Tiwi berkali-kali.
***
Ditempat ruangan yang cukup besar ada seseorang paruh baya yang mengenakan jasnya. Yang berfokus pada komputer yang ada didepannya.
"Sayang ada apa?" Ucap Diana masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu membuat shan terkejut
"Astaghfirullah sayang, kamu membuat aku terkejut" ucap shan mengelus-elus dadanya .
"Maafkan aku, kenapa kamu memanggilku kemari. Apa tidak bisa dibicarakan dirumah?" Tanya Diana duduk didepan shan yang berhalang dengan meja membuat mereka terpisah
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi pirasatku mengatakan bahwa kita harus mempercepat proses pernikahan mereka" ucap shan yang membuat Diana mengangkat sebelah alisnya
"Mereka siapa?" Tanya Diana.
"Siapa lagi kalau bukan anak kita dan dion" jawab shan.
"Kenapa begitu cepat? Kita harus bertanya kepada mereka berdua apakah mereka menyetujui itu atau tidak, tidak lah baik jika itu membuatnya terburu-buru" nasihat Diana.
Ikatan batin seorang ayah dan anak sangatlah kuat sehingga mereka bisa merasakan apa yang akan terjadi baik hal buruk maupun baik. Walaupun mereka berjarak seolah mereka berada dalam rasa yang sama yang sekarang sedang dialami oleh kedua pihak.
***
Disore hari setelah beberapa hari berada dirumah sakit dan hari ini bertepatan pulangnya Tiwi kerumahnya dengan keadaan yang sudah membaik. Sangatlah bosan berada disana apalagi sebelum benar benar pulih dion tidak memperbolehkan ku kemana pun.
Sepasang kekasih sedang menyusuri jalan menuju kedepan rumah sakit, dengan dion tangan kanannya memegangi lengan Tiwi dan tangan kiri memegangi peralatan yang mereka bawa sebelumnya. Hingga langkah dion terhenti mengingat sesuatu.
"Astaghfirullah sayang, handphoneku ketinggalan diatas meja, bisakah kamu disini menungguku?" Ucap dion
"Hm, jangan lama-lama" ujar tiwi,
Dion yang berlari dengan kencangnya ia menuju ruangan rawat Tiwi sebelumnya untuk mengambil yang ketinggalan.
Tiwi tidak melanggar ucapan dion ia berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun, sehingga seseorang anak datang membawa sebuah amplop dan memberikannya.
"Kak ini ada surat dari orang yang berada disana, ia menyuruhku membawanya kemari dan memberikannya padamu" ucap anak kecil
Tiwi menerima amplop yang ia tidak tahu apakah ada sesuatu didalamnya.
__ADS_1
"Siapa namanya dek--" ujar Tiwi dan tidak dibalas, anak kecil itu berlari menjauhi Tiwi.
"Amplop apa ini?"tanya Tiwi dari dirinya sendiri, tanpa lama-lama ia segera membukanya yang sudah ada selembar kertas yang bertulisan
AKAN ADA SESUATU YANG AKAN TERJADI TERHADAP MU, SIAP-SIAP MENERIMANYA, ORANG YANG KAMU SAYANG AKAN HILANG!!
surat tersebut membuat Tiwi bertanya-tanya apa sebenarnya yang akan terjadi? Hatinya semakin penasaran dan dicampur dengan kegelisahan
"surat? Apa maksudnya?" Banyak pertanyaan dalam pikirannya.
"Surat apa?" Tanya seseorang pria yang baru datang dengan menenteng tas besar.
"Oh tidak, ada apa apa sayang" ucap Tiwi dengan cepatnya ia menyembunyikan kertas tersebut ketika ia sadar akan datangnya dion.
sepasang kekasih itu melanjutkan perjalanan mereka menuju mobil yang sedang terparkir di halaman rumah sakit.
Tiwi yang masih keadaan kegelisahan nya yang diciptakan oleh surat yang ia baca tadi membuatnya tambah khawatir. apa yang akan terjadi?? akan kah aku kuat menghadapinya? batin Tiwi terus menerus bertanya
"sayang?" panggil dion yang sudah mmberada didalam mobil siap untuk melajukan mobilnya
"iya ada apa?"
"kamu kenapa??" tanya dion
"apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?" balik tanyanya
"tidak ada sayang, emang kenapa. percayalah tidak ada yang kusembunyikan kepada mu. sungguh" tutur dion
"hm. baiklah"
bersambung....
...hallo teman temanku. ...
...kalian apa kabar? jangan lupa jaga kesehatannya ya....
...maafkan author yang kemarin tidak up, aku nggak tahu apa ada yang menunggu cerita ini berlanjut atau tidak....
...yang jelas author akan tetap lanjutkan ceritanya Sampat ~end~...
...jangan lupa dukung terus author ya, dengan cara LIKE, KOMEN dan VOTE-YA...
...lovyu❤️...
__ADS_1
"