KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
perdebatan pertama


__ADS_3

"iya sudah, maafkan ibu ya kita gak ngombrol tadi gara-gara ada sisil, tapi besok temuin ibu dikantor ya, ada yang ingin ibu kampaikan sama kamu" ucap nana


"iya bu, besok tiwi pasti dateng"


"Ya sudah, dion kamu antar sekarang" ucap nana pada dion lalu berdiri dari duduknya diikuti oleh semua orang.


"Sekali lagi maafkan ibu ya sayang" ucap nana mengelus tangan tiwi menuju ke arah pintu


"Ibu tenang aja, aku senang kok. Lagian kita berdua adel senang kok main bareng, iya kan del?"ucap tiwi


"Iya dong, besok main lagi ya kak?" ucap adel


"Insyaallah dulu ya del" ucap tiwi


"Ayok" ucap dion ajaknya karna sudah menunggu lama, ia tidak suka menunggu.


"Ya sudah kamu hati-hati ya, jangan lupa kata ibu tadi" ucap nana


"Iya bu, tiwi pamit ya" ucap tiwi lalu pergi dari hadapan nana dan adel lalu berlari mendekati dion lalu memasuki mobil.


Dengan diantar oleh dion kembali kerumahnya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua, dari masuk mobil hingga sepanjang jalan masih berdiam dan akhirnya sesampainya ditempat tinggalnya. Dion pergi tanpa sepatah kata, tiwi menuruni mobil dan ia langsung pergi dari hadapan tiwi tanpa mengatakan apa pun. Memasuki rumahnya dengan rasa kecewa dan cemburu.


Malam berlalu, kini ia siap berangkat kekantor AL COMPANY karena perintah dari ibunda dion yang mengatakan ketika ia masih berada dirumah dion semalam.


"Sayang kamu mau kemana jam segini?" tanya diana melihat jam dinding menunjukan jam 9:45


""kekantor ma kenapa?" Ucap Tiwi


"Ngapain kekantor? Apa ada keperluan, kenapa tidak bilang sama papa atau abangmu sayang" ucap Diana.


"Bukan kekantor papa ma, tapi kekantor ayah andrean, tadi malam Tiwi disuruh kekantor oleh ibu Nana" jelas Tiwi masih berdiri tegak


"Ada urusan apa?" Tanya Diana.


"Aku gak tau ma, makanya Tiwi mau kesana!" Ucap tiwi


"Ya sudah makan dulu kalau begitu, kamu tidak boleh berangkat sebelum makan" ucap Diana karena memang tau keadaan anaknya kalau tidak makan terlebih dahulu


"Tapi Tiwi belum pengen makan loh ma" ucap Tiwi


"NGGAK!! Sini makan kalau nggak mama gak ngebolehin kamu pergi kemana pun" ucap Diana


"Ya iya, mama nggak pernah kalah" ucap Tiwi duduk di kursi makan tepat didepan Diana.


Sarapan ditemani oleh sang ibu hingga akhir, berangkat diantarkan oleh supirnya, dipertengahan jalan ia berinisiatif untuk menelpon Nana sebagai ibunya Dion, untuk menanyakan apa yang harus dilakukan.


Mengambil benda pipih yang berada di tas kecilnya, menggeser ponselnya mencari nomor ibu Nana sebagai calon mertuanya.


πŸ“ž"Bu, ibu udah dikantor?" Tanya Tiwi diseberang telponnya.


πŸ“ž"Ibu masih dirumah sayang, kamu duluan saja keruangan Dion ya, nanti ibu susul kesana, kamu tanya resepsionis disana kalau kamu nggak tau ruangannya sayang ya" ucap Nana


πŸ“ž"Iya Bu, Tiwi tunggu ya, tapi jangan lama-lama"ucap Tiwi


πŸ“ž"Iya sayang, ibu segera kesana, matiin ya ada yang ibu ingin kerjakan sebentar" ucap nana


πŸ“ž"Ya udah" ucap Tiwi Lalu diputuskan oleh Nana sambungan telpon mereka segera.


sesampainya Ia langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan Dion

__ADS_1


"Hallo mbak, ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis tersebut


"Saya mau nanya, ruangan pak Dion berada dilantai berapa ya?" Ucap Tiwi


"Mbak mau ketemu pak Dion, apakah sudah buat janji?" Tanya nya lagi


"Dimana ruangannya ya mbak" tanya Tiwi mulai resah


"Kalau belum buat janji mbak nggak bisa ketemu pak Dion" ucap resepsionis lagi


Mengambil ponselnya mencari nomor tersebut dan menyambungnya dengan menatap sesama heran "siapa sih dia" itulah yang ada dalam pikiran resepsionis tersebut.


"Bunda dimana? Tiwi sudah sampai nih tapi tidak diberi tahu oleh mbak nya bunda" ucap Tiwi memanggil bunda dan ia menghubungi Nana yang membuat wanita yang berada di depannya langsung terkejut ketika ya mendengar nama Tiwi disebut.


Karena ia tau nama perempuan tunangan bosnya tetapi tidak dengan wajahnya, keringat dingin langsung bercucuran "tamat lah riwayat ku, sepertinya hari ini hari terakhir aku kerja disini" batin wanita tersebut.


"Baiklah bunda, Tiwi tunggu disana ya" ucap Tiwi lalu memutuskan panggilan mereka


Tiwi menatap wanita tersebut dan pergi dari hadapannya langsung dan menuju keruangan lantai paling atas untuk mencapai ruangan Dion. Tiwi hanya mengacuhkan wanita yang sedari tadi memanggilnya dan hanya melanjutkan perjalannya.


Tok tok.


Setelah mendapati perintah untuk masuk Tiwi segera memasuki ruangan tersebut yang sudah ada Dion yang sedang berkutik dengan komputer didepannya, Dion melihat sekilas Tiwi dan kembali menatap komputernya.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Dion tanpa menoleh.


"Bunda yang suruh" ucap Tiwi duduk di sofa tanpa diperintah.


"Bunda siapa?" Tanya Dion menatap Tiwi


"Ibu kamu emang kenapa, nggak kenal?" Ucap Tiwi acuhkan Dion yang sedang serius berbicara.


"Terserah aku dong, mau panggil apaan, emang masalah buat Lo!" Ucap Tiwi


"Lo jangan kurang ajar ya, manggil gue Lo" ucap Dion mendekati Tiwi yang duduk di sofa.


"Kurang ajar apaan, Lo aja pakek Lo gue, gimana sih" ucap Tiwi menyadarkan Dion yang diucapkannya sekarang .


"Ya udah lupakan saja, kamu nggak boleh panggil bunda harus panggil ibu dong" ucap Dion tidak terima ibunya dipanggil bunda oleh Tiwi.


" Emang kenapa? Kalo Lo mau, ikutin aja Napa" ucap Tiwi tak mau kalah.


"Pokoknya gak boleh" ucap Dion mulailah perdebatan pertama mereka.


"Terserah gue dong" ucap Tiwi


"Ibu" ucap Dion


"Bunda"


"Ibu"


"Bunda"


Itulah perdebatan pertama mereka selama mereka menjalani hubungan pertunangan, dan sekarang mereka semakin memperkuat cinta mereka satu sama lain.


Sedangkan diluar ruangan yang mendengar perdebatan seseorang didalam ia segera membuka pintu dan melerai mereka.


"Hey, kalian kenapa bertengkar" ucap Nana yang barusan datang diikuti asisten Dion dibelakangnya.

__ADS_1


"Dion gak mau Tiwi panggil ibu, bunda" ucap Dion


"Terserah aku dong" ucap Tiwi


"Kalian berdebat hanya hal seperti ini?" Ucap Nana terheran dengan pasangan yang berada didepannya.


Asistennya Dion hanya menahan tawa disaat bosnya bertengkar dan berdebat dengan pasangannya yang sebelumnya memang tidak pernah seperti itu pikirnya.


"Tiwi maunya panggil ibu bunda, bolehkan?" Ucap Tiwi pada Nana.


"Ya kenapa tidak boleh, jadi kamu sekarang panggil ibu bunda aja ya" ucap Nana lembut pada Tiwi dan mengelus rambutnya.


Tiwi hanya mengejek Dion karena ia telah kalah melawan nya, dan Dion tidak habis pikir pada perempuan dihadapannya ini.


"Bunda kenapa ajak Tiwi kesini" tanya Tiwi sudah duduk di sofa.


"Bunda mau kita jalan-jalan liburan" ucap Nana.


"Kemana bunda" tanya Tiwi.


"Kalau itu si tergantung kalian aja, bunda nurut aja" ucap Nana pada Dion dan Tiwi.


"Tapi bu, Dion kan banyak kerjaan loh" ucap Dion


"HARUS tidak ada yang membantah" ucap Nana


"Siapa-siapa bunda yang ikut?" tanya Tiwi


"Ya sekeluarga besar dong, kamu bilang dulu jika mama sama papa kamu mau ikut gak, ya nanti." Ucap Nana hanya diangguki olehnya.


"Iya nanti Tiwi bilangin"


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut part berikutnya


...jangan lupa...


...like...


...komen...


...vote...


...ya man temanπŸ˜‡...

__ADS_1


...salam authorπŸ€—...


__ADS_2