
"lah gimana ini? kok jadi gue kan seharusnya sama-sama ini juga kan bukan masalah gue, untung bos, kalau nggak udah gue celupin ke adonan bakwan, terus goreng gue makan dia" gerutu Akbar.
...*****...
Pagi hari kini telah berlalu, menuju siang bahkan tidak bergerak dari tempatnya, Tiwi yang tengah duduk diatas tempat tidurnya menatap kebawah seolah sedang memikirkan sesuatu
Saat- saat ini yang ia benci sekarang pikirannya kosong, bingung akan memikirkan yang mana padahal masalah hidupnya begitu menyakitkan.
Tiwi memutuskan untuk turun saat ini ia ingin mengisi perutnya yang kosong belum diisi dengan apa pun, Diana memang sudah mengantarkan makanan untuknya tetapi ia hanya ingin memakan buah untuk saat ini
Tiwi duduk dengan keluarganya yang sedang berbincang karena ini hari libur mereka tidak pergi kemanapun, spend time with family!
"Aku ingin pergi!" Ucap Tiwi yang sedang menggigit apelnya
“kamu mau kemana sayang? Sama siapa?” Tanya Diana terus mendekat kearah tiwi dan yang lain hanya menyimak
“aku ingin menenangkan diri dan meyembuhkan luka ma, aku tidak ingin melihat siapa-siapa untuk saat ini, izinkan aku pergi” ucap tiwi
“pergi sendiri tidak baik sayang, apakah perlu mama hubungin sella atau sarty untuk menemanimu?” ucap Diana
“aku bukan liburan ma! Aku ingin sendiri aku ingin tenang” ucap tiwi menatap Diana
“papa tidak setuju!’ shan angkat bicara tidak menyetujui apa yang diinginkan putrinya sekarang
“kenapa?” Tanya tiwi
“kamu perempuan sayang dan pergi sendiri untuk jangka yang lama tidak baik, lalu kalau kamu terjadi apa-apa bagaimana? Papa tidak akan menyetujui itu. Sakit hati jangan seperti itu sayang itu terlalu membahayakan dirimu sendiri, papa akan memberikanmu jika kamu bersama rangga” tegaskan shan
“abang juga tidak juga tidak akan setuju by, abang akan menemanimu” rangga mengakhiri memainkan ponselnya
“baiklah, tapi abang tidak boleh menggangguku! 30 menit mulai dari sekarang kita akan berangkat, kalau terlambat abang aku tinggal.” Tiwi beranjak dari sofa menuju kekamar untuk membersihkan dirinya
Rangga yang sedang mengaga heran dengan adiknya yang ia kira akan berangkat besok atau lusa dan kenyataanya akan berangkat 30 menit lagi sedangkan ia belum mengemasi barang yang akan ia bawa untuk pergi bersama adiknya yang bahkan tidak tahu sampai kapan.
“tutup mulutmu rangga” tegur shan
“kemasilah barang-barangmu bawa perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan disana,jangan ada yang kelupaan” ujar shan
__ADS_1
“emang mau kemana si ma, pa?” Tanya rangga kepada orang tuanya.
Diana dan shan hanya mengangkat bahunya, tidak tau akan kemana tiwi pergi, mereka tidak khawatir lagi karna sudah ada rangga yang akan menemani putrid mereka kemanapun akan pergi.
Shan sebagai ayah untuk anaknya pastinya sudah tahu apa yang telah terjadi, karna sang istri telah menceritakannya masalah yang menimpa anaknya mereka telah berbicara antara keluarga
Rencana mereka saat ini hanya menunda sampai dion bisa mengembalikan masalah seperti sebelumnya menjadi lebih baik, keduanya tidak memutuskan pernikahan hanya karna salah paham, mungkin semuanya bisa menerimanya tetapi tidak dengan tiwi yang masih tidak akan menikah dengan dion, katanya
“kita mau kemana sih by?” Tanya rangga yang tenggah memasuki koper kedalam bagasi mobil mereka.
“abang nggak usah banyak Tanya cukup masuk dalam mobil terus diam, aku yang akan menyetir mobil, tidak ada bantahan karna hanya aku yang tahu tempatnya, masuk cepetan!!” tegas tiwi
“berasa aku yang jadi adik, beneran!” gumam rangga terus masuk kedalam mobil untuk menghindari rauman singa betina, uwarr!!
...***...
“bagaimana akbar kamu sudah menemukan wanita sialan itu?” Tanya dion pada akbar yang baru saja masuk kedalam ruangan kerjanya dion dirumahnya, karna sekarang hari libur tidak dikantor
“dia sudah saya tahan disebuah ruangan kosong, untung saja kita menemukannya tepat waktu karna sebelum kami menemukannya ia akan meninggalkan kota ini dan menemui neneknya yang berada diluar negeri, dan saya juga sudah menangkap pria yang ikut dalam rencana ini yang pada saat itu menyamar jadi rekan kerja anda” jelas akbar
“nama wanita yang tidur denganmu adalah jessy metadori, ia keindonesiaa hanya mengatasi pekerjaannya, diluar negeri ia hanya tinggal dengan neneknya orang satu-satunya yang ia punya didunia ini karna orang tuanya telah meninggal sejak ia kecil, tidak ada saudara dan laki-laki itu namanya bima ia tinggal disini hanya tinggal dengan istrinya mereka baru saja menikah,” akbar menjelaskan namun dipotong dengan dion
“oke cukup, besok kita akan kesana karna saya akan menemui tiwi, supaya ia mendengarnya secara langsung” ucap dion
“baiklah”
...***...
Saat selesai menjelaskan dion dan akbar langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah tiwi mungkin akan memperbaiki masalah sedikit demi sedikit
“assalamuallaikum” salam dion
“waalaikumsalam” timbale orang yang berada didalam rumah untukmembukakan pintu yang tak lain ia asisten rumahnya tiwi
“bi apakah ada orang dirumah?” Tanya dion
“nyonya sama tuan ada didalam ayo, den dion silahkan masuk” ucap bibi
__ADS_1
Dion segera memasuki rumah dan menuju ruangan yang ada Diana dan shan diikuti akbar dibelakangnya, akbar yang hanya jadi pendengar hanya cukup diam, takut kena semperot katanya! wkwk
"eh nak dion?" sapa Diana
"mama, Tiwi nya adakan?" tanya dion
"Tiwi lagi pergi Dion" ucap shan
"pergi kemana?"
"enggak tau pergi kemana, dia pergi bersama rangga mungkin liburan, mama tidak menanyakannya karena ia sudah bersama rangga dan tidak perlu dikhawatirkan lagi nak, kamu kenapa nyari Tiwi nak?" ujar Diana
"nggak apa-apa ma, hanya pengen ketemu aja. kalau begitu kami permisi ya ma, soalnya ada urusan yang harus diurus" pamit Dion
"loh? nggak mau makan dulu, bibi udah masak loh" tawar Diana
"nggak ma, Dion masih kenyang. Dion pulang ya ma, pa" ucap dion
"iya hati-hati ya" ucap shan dan Diana
...to the end...
...dukung author terus ya 😺...
...supaya semakin semangat nulisnya dan membuat cerita yang lain...
...jangan lupa...
...like ...
...komen...
...votenya...
...yaaaa😉...
...lovyu❤️...
__ADS_1