KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
kembali


__ADS_3

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendesak seseorang untuk mengetahui sesuatu yang direncanakan mereka sebelumnya, sisil adalah orang yang ia sedang cari tetapi entah dimana orang itu hilang, hilang bagaikan ditelan bumi.


Dimana sisil? Bukankah ia ingin mendekati dion setelah rencananya berhasil? Sungguh membuang-buang waktu! Tetapi itu baik tidak ada yang menginginkan seseorang sepertinya didunia ini, sangat merepotkan.


Sekarang dion telah berada disuatu ruangan yang terdapat dua orang yang sedang terikat dan beberapa ada seorang laki-laki yang ditugaskan untuk menjaga mereka, huuh!


“bagaimana? Enak bukan telah menikmati hasil kerja sama kalian beberapa hari yang lalu, kalian dibayar berapa oleh dia” ujar dion


“anda kenapa menangkap saya, saya tidak ada masalah dengan anda? Lepaskan kami!” ucap bima lelaki yang ikut dalam rencana ini, ia yang berpura-pura menjadi rekan kerja dion


Dion mendekati lelaki tersebut “tidak ada masalah? Lepaskan kalian? Karna kalian berdua semuanya berantakan kalian kira saya tidak tahu?” ujar dion tetapi dipotong oleh jessy.


“kami tidak ada masalah dengan anda, saya hanyalah mantan resepsionis anda saat bekerja dikantor anda waktu itu, lepaskan kami!” jessy memberontak


“benarkah?” ucap dion melangkah kebelakang mendekati akbar, mengarahkan tangannya kebelakang, mengambil handphone.


Dion membuka ponsel tersebut menerakan sebuah foto disana, “lalu ini siapa? Dan ini?” dion menggeser kan layar yang tertera vedio seorang laki-laki yang sedang duduk, ia itu adalah vedio saat dion berada direstoran dengan bima, Saat dion sudah tidak sadarkan diri.


Didalam vedio terdapat jessy dan bima dan satu lagi ada seorang wanita, ia tidak terlihatkan karena hanya terlihat dari belakang punggungnya.


“itu bukan saya” elak jessy


“Kalian masih belum ingin mengatakannya bahwa ini kalian? Cepat katakan bahwa ini adalah kalian dan siapa yang menyuruh kalian” dion mengambil sebuah benda dari balik jasnya, pistol benda itu yang telah dibawanya untuk mendesak kedua manusia bejad ini.


“atau kalian saya bunuh!! Cepat katakan” dion mengarahkan pistolnya kemereka berdua.


“kami tidak akan mengataknya” lagi-lagi jessy berbicara yang dion tidak ingin mendengar hal itu.


“akbar” panggil dion


Akbar yang namanya telah disebut langsung membuka ponselnya dan menunjukan sesuatu, kedua foto yang tidak lain adalah neneknya jessy yang berada diluar kota, dan akbar menyentuh layar ponselnya lagi yang tertera foto istri bima yang sangat ia cintai.


“kalau kalian tidak mengatakan hal yang kutanyakan tadi, mereka juga akan kubunuh, jangan macam-macam dengan saya” ancam dion.


“jangan bunuh nenek saya, hanya dia yang saya punya saat ini” ucap jessy


“jangan bunuh istri saya, saya mohon” ucap bima


“KALAU BEGITU CEPAT KATAKAN!!” bentak dion


“sisil yang menyuruh kami” ucap bima dan jessy bersama.

__ADS_1


“kami hanya suruhannya, kami tidak ada maksud lain saya mohon lepaskan kami” ucap jessy


Dion memang sudah tau itu ulah sisil, lalu kalau bukan sisil siapa lagi?. Dion hanya ingin memastikan bahwa sisillah dalang dari masalah ini benar, dan terucap dari mulut suruhannya.


“SEKARANG DIMANA DIA?” Tanya dion


“kami tidak tahu, kami tidak lagi berhubungan dengannya sejak saat itu” ucap jessy


“saya ingin kalian jelaskan kepada tiwi apa yang kalian telah perbuat dan meminta maaf kepadanya saat kubawa dia kemari, jangan ada yang berani untuk mencoba kabur dari sini atau kalian tahu apa akibatnya nanti!!” dion keluar dari ruangan tersebut dan menyimpan pistolnya kembali kedalam jasnya.


Saat ini ia hanya ingin mengetahui dimana keberadaan tiwi dan mengajaknya kemari, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,huuh lelah!


***


Duduk disofa memandangi pepohonan, langit hijau dan burung yang berkicauan, sedikit menenangkan hati seorang gadis yang tengah duduk melamun, tiwi yang telah sampai ditujuannya.


Disana sangatlah hening hanya ada rangga dan beberapa yang menjaga villa, dirinya sekarang tengah dipuncak, ingin mencari kesejukan.


...Keheningan adalah ketenangan, baik menyembuhkan luka...


...Suara jangkrik dan burung yang berkicauan , penambah ketenangan...


...Ada dimana kita butuh keheningan untuk menenangkan hati dan pikiran...


“beby, apakah kamu lapar? Abang baru selesai mengeluarkan sayuran yang kita bawa, abang akan memasakkan buat kamu jika kamu mau, mau makan apa?” Tanya rangga


“abang kaya bisa masak aja nawarin makan, aku belum mau makan, nanti aja” jawab tiwi tanpa menoleh


Rangga menghela napas panjang dan pergi menuju dapur. Untuk masak yang ia bisa, mungkin hanya telur omelet atau mungkin mi instan? Huuh, akankah ia harus mencari istri yang pintar masak? Tidak ada yang tau.


***


Dion menghela napas “dimana kita harus cari dia?”


“tidak tau, saya mencoba melacak lokasi mereka dari ponsel tiwi tapi sepertinya ia mematikan handphone nya” ucap akbar


“ia bersama kak rangga, coba kamu lacak dari ponsel kak rangga mungkin ia selalu mengaktipkan handphone nya” ujar dion


“oke”


***

__ADS_1


Hari semakin sore, tiwi berjalan mengelilingi sekitar villa melihat lihat pemandangan yang ada melihat bebungaan dari kejauhan, menarik dirinya untuk mendekat


Banyak bunga dipinggir jalan, menghirup harumnya berbagai bunga, sesekali ia memotret dirinya menggunakan kamera kecil yang ia bawa.


Tiwi yang melihat mobil yang mendekatinya terheran, ia mengkerutkan keningnya. Apakah mama dan papa mennyusulinya? Itulah yang ia Tanyakan pada dirinya.


“eh tapi tunggu, sepertinya saya kenal mobil itu” gumam tiwi, membelalakan matanya ketika melihat dua cowok yang menuruni mobil dan mendekatinya,


“MAU APA KALIAN KEMARI, PERGI AKU TIDAK INGIN MELIHATMU” ujar tiwi


“kita tidak bisa seperti ini terus, kita harus meyelesaikan masalah ini, jangan lari dari masalah karna itu tidak akan mnyelesaikannya” ucap dion


“tidak ada yang perlu diselesaikan,kita sudah selesai, sebaiknya kamu pergi” titah tiwi


Tidak ingin beradu mutul dion menggendong tiwi dengan segera memasukkannya ke dalam mobil



“lepasin dion, turunin gue sekarang juga”


“lepasin gue!” beberapa kali tiwi memberontak dengan cara memukul dada dion, tetapi cowok itu sama sekali tidak memberi respons.


“diem, nurut aja ada yang mau kutunjukan kekamu” ucap dion sambil memasukkan tiwi kedalam mobil dan dengan cepat ia menyusulinya agar tidak ada celah untuk tiwi kabur


***


Lain halnya seorang laki-laki yang kini tengah mengelilingi seluruh ruangan villa dengan selalu berteriak “DEK!!, BEBY!!”


Bahkan sudah terlalu kesal dan lelah ia berteriak memanggil nama adiknya, “TIWI!!!! Kamu dimana??” rangga terus berteriak


“den, ada apa?” Tanya lelaki yang sudah berumur sekitar 60 tahun, pak toni sebagai pengurus villa yang sedang berkeliling.


“pak! Bapak lihat adik saya tidak?” Tanya rangga


“nggak atuh den, emang adeknya tidak ada?” Tanya balik pak toni


“memang tidak ada pak, makanya saya nanya kali aja bapak melihat adik saya” ucap rangga,


“bapak tidak lihat atuh”


“saya cari dulu ya pak, permsi” rangga menghela napas

__ADS_1


__ADS_2