KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
calon istri


__ADS_3

“TIWI!!”


Segera dion menggendong tiwi dan memanggilkan suster untuk ditangani segera. Diana yang diberi tahu oleh sella dan sarti ia segera menyusuli dimana tiwi sekarang.


“rangga, dimana adik kamu? Kenapa dia?” ujar Diana panik melihat lihat kearah dalam ruangan tempat tiwi diperiksa


“dede lagi ditangani oleh dokter ma, ia tadi pingsan” ujar rangga, dan saat itu juga dokter keluar dibelakangnya oleh suster.


Diana yang melihat dokter telah keluar dari ruangan tersebut ia langsung menghampirinya.


“dokter kenapa anak saya dok, bagaimana keadaannya?” Tanya Diana'


“iya dok, gimana anak saya?” ujar shan tak kalah khawatirnya


“anak bapak dan ibu tidak apa apa sekarang, hanya saja penyakit maag yang dialaminya sedang kambuh, sebaiknya anak ibu jangan sampai telat makan ataupun menunda makannya dan istirahat yang cukup” jelas dokter


“terimakasih dok” ujar shan


“kalau begitu saya permisi dulu pak, buk” pamit dokter dan pergi berlalu dari hadapan mereka


Diana tanpa menunggu lama lama ia segera membukakan pintu lalu masuk kedalam ruangan yang dimana ada tiwi putri tercintanya yang sedang terbaring lemas diatas kasur.


Diana mengelus rambut milik tiwi, ada rasa kesal dan kasihan terhadap putrinya.


“mama, dede nggak apa apa kok, nggak usah khawatir dede kan kuat” ujar tiwi dengan nada lemasnya.


“kamu jangan sampai telat makan lagi ya sayang. Mama khawatir sama kamu” ujar Diana terus mengelus rambut milik tiwi


“maaf ma, ini salah dede karena lupa makan, maafin ya” ujar tiwi dibalas dengan anggukan.


“ini semua salah dion ma, karena dion, tiwi tidak makan dari kemarin” ujar dion membuat semua orang menoleh kearahnya.


Mengingat kejadian sebelum hilang nya adel, mereka hendak makan tetapi ada masalah dengan gadis sialan itu. Ingin mencari tempat lain dan akhirnya timbul masalah adel yang diculik.


“ini semua salah adel, kalau aja adel nggak diculik semua ini nggak akan terjadi, maafin adel” ujar adel yang baru datang dengan kedua orang tuanya dan menghampiri tiwi.


“maafin adel ya kak” ujar adel yang menatap tiwi penuh penyesalan


“nggak ada yang salah kok, tenang aja. Emang ditakdirkan untuk sakit dan kaka bersyukur karena tuhan memberikan kaka sakit, karena sakit tuhan mencoba menghapus dosa-dosa kaka” ujar tiwi.


“ya sudah sebaiknya kalian pulang saja, ini sudah mau pagi” ujar Diana yang melihat hari menjelang pagi.


“baiklah kami pamit ya tante” pamit sella dan diikuti oleh semua sahabatnya

__ADS_1


“makasih ya, kalian udah bantu cari adel” ujar nana disela bersalaman dengan sahabat anaknya


“iya tante sama-sama, kami pulang dulu” ujar billy lalu pergi dari ruangan


Dion yang melihat orang tuanya dan adel seperti kelelahan memutuskan untuk memerintahkan untuk segera pulang.


“ibu sama ayah, pulang saja kasian adel dia kecapekan” ujar dion


“ya sudah kami juga pulang, yuk adel.” Ujar nana lalu pergi mendekati tiwi terlebih dahulu “nak bunda pulang dulu ya, nanti kalau bunda ada waktu kesini lagi” lanjut nana


“iya bunda” jawab tiwi


Sekarang hanya tersisa kedua orang tuanya tiwi, rangga dan dion. Tiwi yang melihat orang tuanya merasa kasihan karena menungguinya.


“mama, papa sama bang rangga pulang aja, dede nggak apa apa kok” ujar tiwi


“tapi by masa kamu disini sendirian? abang nggak apa kok nungguin kamu aja. Nanti biar sekertaris sama asisten abang aja yang ngurusin pekerjaan kantor” ujar rangga.


“abang pulang aja, nggak boleh ninggalin tanggung jawab gitu aja, kan bisa kesini kalau udah selesai perkejaan nya” ujar tiwi


“yasudah, kami pulang dulu ya by, dan kamu dion jagain adek gue. Kalau ada apa apa telpon aja” nasehat rangga pada dion sebelum pergi.


“mama pulang ya sayang, kamu cepetan sembuh, mwah” ujar Diana lalu mencium kening milik putrinya begitu pun shan


Dion yang sadar tidak ada lagi orang di sana, ia pun mendekati tiwi yang tadinya sedikit jauh dari tempat tidurnya, ia lalu duduk di kursi tepat disamping tiwi


Tiwi yang mendengar ucapan dion hanya tersenyum. Apa kah sadar atau tidak ni anak pikir tiwi.


“manggil aku kamu nih?” ucap tiwi sambil melihat tangannya yang lagi dielus lembut oleh dion


Dion yang sadar memegangi tangan nya tiwi ia segera melepasnya. Sedikit malu ia memalingkan wajahnya yang terlihat pipi memerah.


“udah tidur saja sana”


Tiwi yang mendengar perintah dion segera ia menutup matanya, sebenarnya ia sangat kelelahan. Sebab itu ia dengan cepatnya pergi kealam mimpinya.


Dion yang sudah beberapa jam melihati tiwi yang masih terlelap tidurnya, ia pun tidak bisa menahan kantuknya hingga tidak ia sadari ikut tertidur dengan kepalanya terletak disamping tiwi dengan tangan yang masih mengelusnya.


Kini dua insan sedang tertidur pulas melepas penat, mungkin sebaiknya tidur sebentar tidak akan menimbulkan masalah.


***


Kini berbeda tempat lain, seorang gadis sedang membentak seluruh semua orang. Sisil itu orang nya, ia yang tadinya menculik adel, entah apa maunya kita tidak tahu.

__ADS_1


“KALIAN SEMUA TIDAK BECUS!!, MENJAGA ANAK KECIL SAJA TIDAK BISA” teriak sisil pada laki-laki berada didepannya yang tengah menunduk bukan karena takut. Hanya saya kalau membantah ataupun berbicara melawannya ia tidak akan memberikan mereka uang.


“KALIAN PERGI DARI SINI, CARI ANAK KECIL ITU. JANGAN KEMBALI KALAU TIDAK MEMBAWANYA KEMARI” perintah sisil dengan emosi yang masih menggebu gebu


Semua laki-laki itu pergi terbirit birit karena mereka masih punya kesempatan, dan sisil ketika melihat anak buahnya sudah pergi ia memutuskan untuk segera kesebuah ruangan.


“aku akan menghancurkanmu tiwi, kau sudah merebut semuanya dariku” ucap sisil tersenum sinis ketika melihat semua foto yang ada diruangan tersebut. Foto tersebut ada terlihat banyak orang di sana keluarga tiwi dan keluarga dion berada disebuah foto yang terpisah dan menggantung.


***


Balik kesebuah ruangan rumah sakit terdapat tiwi yang sudah tersedar terebih dahulu, ia memandangi dion tanpa jeda hingga ia mendengar desitan pintu yang terbuka, tiwi langsung menutup matanya segera


Suster yang masuk membawa makanan, ia melihat semuaya tertidup mencoba membangunkannya.


“mas bangun” ucap suster tersebut.


Dion yang mendengar suara tersebut segera membuka matanya terkejut “eh.. iya suster kenapa?” Tanya dion suara yang khas bangun tidur.


“ini saya bawakan makanan, mas bangunkan istrinya untuk makan” ujar suster.


“dia bukan istriku sus, lebih tepatnya ia belum menjadi istriku” ujar dion


“sama saja, kalau begitu saya keluar dulu” ujar suster


Dion yang sadar ucapannya ia hanya tersenyum, ia menyebutkan bahwa tiwi belum menjadi istrinya dan berarti ia akan mencoba menerima wanita yang berada didepannya sekarang.


bersambung....


lanjut ke part berikutnya ya.


...ada kabar ni buat kalian yang nunggu cerita ini author sudah membuat jadwal up nih...


...akan update setiap hari...


...Senin...


...Rabu...


...Jum'at...


...Minggu...


...kalian pantengin terus ya...

__ADS_1


...kalian dukung author dengan cara, LIKE, KOMEN dan VOTE ya...


...terimakasih lovyu❤️...


__ADS_2