KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
akhir dari semuanya


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, kini dion telah sampai dimana ada jessy dan bima yang masih terikat.


“kita ngapain kesini, dion? Gue mau pulang, jangan macem macem dion!!” Tanya tiwi


“udah diem aja” dion keluar dari mobil dengan cepat ia menghampiri tiwi


Dion justru mengangkatnya seperti sedang membawa karung beras. Tiwi terus memberontak ia memukuli punggung dion, tetapi sama sekali dion tidak mengindahkan hal itu.


Akbar yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir


“dion, turunin gue!!” ucap tiwi


Dion langsung menurunkan tiwi tepat didepat jessy dan bima, dion memegangi kedua bahu tiwi membantu gadis ini membalikan badannya.


Tiwi hanya membelalakan matanya ketika ia melihat seorang gadis yang berada didepannya sekarang ini, gadis ini yang dihotel!


Tiwi langsung membalikan badannya kembali menatap dion “lo ngapain ajak gue kesini, gue mau pulang” ucap tiwi


“tiwi maafin saya, saya sangat menyesal telah melakukan hal yang membuat kalian batal menikah, saya bisa menjelaskan semuanya” ucap jessy, dan dion membalikan badan tiwi.


Jessy menjelaskan semua dari awal ia membantu sisil untuk melancarkan recananya, alasan jessy ingin membantu sisil karna dion telah memecatnya karna hal sepele, hanya tidak member tahu ruangan bosnya, ia dipecat.


Bima pun menceritakan soal dikejadian direstoran Dan jessy menjelaskan soal surat yang tiwi terima saat ia pulang dari rumah sakit, dan itupun suruhan sisil.


“jadi, kamu tidak melakukan hal bodoh itu saat kalian berdua tidur?” Tanya tiwi


“tidak saya hanya membaringkan tubuh saya saat anda ingin masuk, setelah anda pergi pun saya ikut pergi karna saya pikir rencananya sudah selesai” jelaskan jessy


Tiwi langsung berlari keluar dari ruangan, dion yang melihatnya langsung mengikutinya, saat dekat dengan cepat dion menarik tangan tiwi untuk menghentikan langkahnya.


“kamu mau kemana?” Tanya dion


Tiwi langsung memeluk cowok itu, “maafkan aku telah bersikaf seperti kemarin, kamu jangan tinggalin aku”


Membalas pelukan “kamu yang ninggalin aku, pergi dan tidak ingin melihatku”

__ADS_1


“maafkan aku”


***


“KAMU DARI MANA AJA?!!!” bentak rangga


Saat rangga berada villa ia memutuskan untuk pulang melihat adiknya apakah berada dirumah mereka, menanyakan kepada Diana dan mendapatkan jawaban tidak tau membuat darahnya semakin naik.


“KENAPA KAU TIDAK MEMBERI TAHU KU, ABANG SANGAT KHAWATIR JIKA KAMU HILANG”


Tiwi menghampiri rangga dan memeluknya, untuk meredakan amarah rangga “maafin adek ya abang rangga yang ganteng, tampan, keren, ramah, rajin menabung, dan sayang sama adeknya”


“kalian dari mana?” Tanya Diana yang baru datang


Tiwi yang melihat kedatangan Diana ia segera mencium tangan Diana, dan pergi menghampiri dion lalu memegangi tangannya


“kalian udah baikkan?” Tanya Diana, dengan semangat tiwi mengangguk, dan dengan senyuman yang mengambang.


***


Hari ini adalah hari pernikahan dion anggara Alexander dan tiwi delia shan, dimana dihadiri oleh banyak orang, menyatukan kedua keluarga.


Didepan pelaminan ada teman teman tiwi dan dion yang ingin menghampiri mereka.


“wah, wah, wah kalian gercep juga yaa, selamat ya kalian” ucap billy


“selamat ya beb, akhirnya bisa makan gratis gue seneng banget” ujar sarti


“pikiran lo makan mulu ti” ucap abi


“terserah gue dong” jawab sarti


“mau anak berapa?” ujar sella


“eh BUSET!!, sekali nanya gitu amat, tapi bener sih. Jadi berapa??” ujar billy

__ADS_1


Semua menatap kearah tiwi dan dion, menunggu jawaban mereka.


“eee, terima kasih ya kalian sudah datang” ucap dion mengalihkan pembicaraan mereka.


“yaaaa” ucap mereka berempat, kecewa.


Semuanya menikmat acaranya dan sekarang saatnya pengantin melempar bunga, semua yang lajang ikut baris kebelakang.


“oke siap, yaa 1 2 3”


Dion dan tiwi melemparkan bunga kebelakang, tanpa disangka rangga yang mendapatkan buket bunga yang dilemparkan oleh adiknya.


“waah, kayaknya ada yang mau nyusul niihh” teriak billy


“jadi, gimana bang?” Tanya tiwi sambil tertawa


“hehe, belum ada pasanganya” ucap rangga membuat semua orang tertawa


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2