Kontrak Cinta Tuan Ceo

Kontrak Cinta Tuan Ceo
saham yang di lelang


__ADS_3

Mungkin karena kejujuran Axel, hubungan mereka menjadi semakin dekat, Axel akan memberikan dia ciuman selamat pagi dan selamat malam, kemudian dia akan pergi berkerja dan kembali di malam hari, mandi, makan sebelum memeluk Fannya untuk tidur dan bangun di pagi hari.


Fannya sendiri juga dengan rajin belajar memasak dari bibi pelayan, kemudian dia akan ikut Axel ke kantor dan belajar urusan perusahaan.


Tampa terasa seminggu berlalu.


Hari ini hari libur, Fannya sedang duduk bosan di atas rumah pohon, dengan Axel duduk di sebelahnya, masih bekerja bahkan di hari libur.


"Sangat sibuk?"


Fannya bertanya setelah seharian memperhatikan lelaki itu, dia mengambil buah anggur dan memberikan kepada Axel. Axel membuka mulutnya, menggigit anggur di tangan Fannya dan menjilat jari gadis itu sekaligus, membuat gadis itu malu di tempat dan mengalihkan pandangannya.


Axel mengunyah buah anggur di mulutnya, jus buah meleleh ke bibirnya yang langsung dia jilat, sedangkan matanya masih fokus ke arah layar.


"Apakah kamu mendengar kabar terbaru tentang keluargamu?"


Fannya tertegun ketika Axel menanyakan keluarganya, sudah lama dia hampir melupakan keluarganya sendiri.


Dia kemudian mengingat-ingat berita terbaru yang dia baca secara online maupun dari televisi.


"Apakah itu tentang penurunan saham keluarga Clovis?"


Axel mengangguk, "Aku mendapatkan berita dari Pram jika beberapa pemegang saham Clovis akan melelang saham mereka."


Dia akhirnya berhenti berkerja dan menutup laptop, meregangkan tubuhnya sebelum melihat ke arah Fannya.


"Aku berniat untuk membeli saham itu di lelang nanti. Kamu akan ikut denganku."


Fannya mengangguk tanpa membantah apapun, tapi dia sedikit penasaran, "Untuk apa saham itu?"


Axel telah meletakan laptopnya di samping, duduk dengan tenang di sisi Fannya dan makan beberapa buah anggur lainnya.


"Aku sudah berkata untuk mengambil perusahaan itu untukmu bukan? Sekarang aku memiliki 34% saham mereka, aku ingin menambahkannya lagi."


"Sebanyak itu?" Fannya melebarkan matanya, meskipun keluarga Clovis buka dari perusahaan yang sangat besar, tapi itu masih termasuk perusahaan berkembang yang hampir bisa menyaingi beberapa perusahaan besar di bidang industri.


Saham sebanyak itu, bagaimana cara Axel untuk mendapatkannya?


Seolah memahami kebingungan, Axel menjawab "Aku menyuntikkan dana untuk mendukung keuangan keluarga Clovis yang sedang turun drastis dan mereka memberikan aku 7% persen sahamnya, sementara sisanya berhasil aku dapatkan dari pemegang saham lainnya."


Sebarapa banyak dana yang Axel berikan untuk berhasil mendapatkan 7% saham itu? Itu pasti bukan sedikit uang, tapi ada hal lainnya yang membuat dia bingung, "Bagaimana bisa keluarga Clovis mengalami penurunan saham? Bukankah semuanya stabil?"


Axel diam sebentar atas pertanyaan Fannya, "Kamu tau kekasih kakakmu?" Kemudian dia menyeringai dan menatap Fannya.


Tidak mungkin Fannya tidak tau, karena kekasih kakaknya di tahan, kakaknya bahkan mengatakan lokasi dia waktu itu, karena itu juga dia menandatangi kontrak nikah ini.


"Ada apa dengan kekasih kakaku?". Dia dengan curiga bertanya.

__ADS_1


"Dia menipu kakakmu dan berhasil menjebak perusahaan Clovis untuk bekerjasama dengan perusahaan asing, sekarang untuk menutupi dana yang hilang keluarga clovis sedang memutar otak mereka."


"Ah, kakak ditipu?" Fannya berkata dengan nada tidak percaya.


Dia tau kekasih kakaknya seperti apa, karena mereka pernah bertemu sekali. Dia adalah pria tampan yang lemah lembut, dari kalangan bawah biasa yang beruntung untuk mendapatkan cinta kakaknya. Keduanya jelas saling mencintai, mengapa seperti ini?


Pria itu orang yang jujur dan sederhana, itulah sebabnya kakaknya rela melepaskan gelar penerusnya dan memilih hidup sederhana, lebih tepatnya kabur.


Tapi dia ditipu?


"Ya." Axel mengangguk, "Dan lelang akan diadakan 2 hari lagi. aku ingin kamu sendiri yang menawar untuk membeli saham itu."


Dia menyipitkan matanya, berbisik, "Karena aku ingin mereka melihat bahwa anak yang telah mereka telantarkan sekarang bisa sukses bahkan membeli saham keluarganya."


Fannya tidak bisa mengatakan apapun, hanya mengangguk begitu saja. Karena dia tidak memiliki pilihan.


-


Dua hari bukan hal yang lama, tanpa terasa ini adalah harinya.


Fannya tidak menggunakan gaun apapun, tapi dia menggunakan jas formal wanita dengan celana panjang berwarna hitam.


Axel juga menggunakan stelan baju yang sama, berwarna hitam mengkilat dan terlihat berkelas.


Hari ini cukup spesial, Axel bahkan mengunakan mobil kesayangannya ke tempat lelang.


Lelang diadakan di gedung opera terkenal di malam hari. Ketika mereka sampai, mereka membeli tiket masuk ruang VIP dan menggunakan topeng malam yang menutupi mata mereka.


Fannya tidak tertarik untuk ikut membahas masalah bisnis mereka, jadi dia menepi di pojok. Kemudian, tiba-tiba seseorang menutup matanya.


"Tebak siapa aku?"


Awalnya Fannya kaget dan ingin melawan, tapi ketika dia mendengar suara orang yang menutup matanya, dia berhenti melawan sebaliknya dengan ragu-ragu berkata, "Vestia?"


"Benar!"


Vestia melepaskan tangannya yang menutupi mata Fannya, membiarkan gadis itu berbalik dan melihatnya, tersenyum cerah. "Datang ke lelang juga? Aku pikir hanya akan ada Axel malam ini."


Fannya mengangguk,  "Axel mengajakku."


"Apakah dia ingin membeli saham keluarga Clovis?" Gadis itu memiringkan kepalanya, "Sepertinya akan ada saingan kuat, aku mendapatkan kabar jika orang besar lainnya juga akan menawar saham itu dengan harga yang cukup tinggi."


Fannya tidak terlalu paham akan bisnis, dia baru belajar dan banyak mengalami masalah akan itu, jadi dia hanya dengan ragu bertanya, "Benarkan?"


Vestia mengangguk, "Karena aku di sini untuk bertemu orang itu!"


Pada saat itu, ada suara langkah kaki mendekati mereka, serempak mereka menoleh.

__ADS_1


"Fannya, Vestia, kalian juga ada di sini?"


Awalnya Fannya tidak mengenali siapa itu karena menggunakan topeng, tapi ketika dia mendengar suaranya, dia sepertinya pernah bertemu.


"Nona Alya, kebetulan, apa yang kamu dan ibumu lakukan di sini?" Tapi Vestia langsung mengenali orang orang itu.


Baru saat itu juga Fannya melihat ada orang lain berjalan di belakang Vestia dengan tangan mengulangi dadanya.


Itu Nyonya Hilya, hari ini pasti tidak akan berakhir dengan mudah.


Bibir Fannya berkedut, dan dia memilih untuk berpura-pura untuk tidak melihatnya, langsung menyapa Alya. "Apa yang kamu lakukan di sini Nona Alya?" Dia menyapa dengan sopan.


"Apa salahnya kami di sini? Tentu saja kami juga akan menawar lelang!" Tapi Nyonya Hilya menyela lebih cepat.


Alya tak berdaya, dia menyentuh tengah ibunya dan menatapnya dengan mata polos besar, "Ibu, dia adalah temanku! Jangan terlalu kasar!"


Nyonya Hilya mendengus, tidak berkomentar lebih lanjut, setuju dalam diam.


Dengan senyuman Alya membalas kata-kata sopan Fannya, "Aku di sini untuk membeli sesuatu, kalian berdua, apa yang kalian lakukan di sini?"


Fannya ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu, tapi Vestia sudah terbiasa dengan pembicaraan seperti ini, dia langsung menjawab, "Kami juga akan membeli sesuatu di sini."


Alya tersenyum dan mengangguk sopan, "Kalau begitu semoga kalian bisa memenangkan lelang, aku akan pergi dulu dengan ibuku."


Setalah permisi, Alya pergi dengan Nyonya Hilya yang masih mengangkat dagunya sombong.


Ketika keduanya pergi, Vestia mendekati Fannya dan berbisik, "Jangan terlalu dekat dengannya."


Fannya berkedip, tidak mengerti, "Ada apa?"


Tapi Vestia hanya menggelengkan kepalanya, "Aku rasa dia bukan orang baik."


Dengan mengangkat alis Fannya sedikit ragu, "Benarkah?"


Vestia mengangguk, kemudian dia melirik jam dan pamit untuk pergi lebih dulu.


Saat itu Axel juga telah kembali dan datang ke samping Fannya. "Ada apa?"


Fannya menggeleng, "Aku tadi hanya bertemu Nona Vestia dan Nona Alya."


Ketika Axel mendengarkan dua orang itu, dia mengangkat alisnya, "Jangan terlalu dekat dengan mereka."


Heh?


Fannya bingung, tapi bahkan sebelum dia bisa menanyakan apa yang dimaksud, Axel telah memeluk pinggangnya dan menyeretnya pergi ke tempat lelang.


Mereka terlihat romantis, sampai-sampai seseorang sangat cemburu dan seluruh darahnya mendidih, pergi dengan menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Tuan."


Seno tidak berdaya, mengikuti tuannya di belakang dan menoleh sekilas ke tempat Fannya dan Axel menghilang.


__ADS_2