
Ruang VIP berada di teras teratas, mirip seperti balkon menurut Fannya. Setiap balkon terpisah dengan tirai yang menutupinya. Seluruh ruangan sangat besar dengan titik pusat adalah sebuah podium rendah di bawah dengan tipe kursi duduk menurun.
Ketika Fannya pertama kali masuk, dia terpesona dengan pemandangan ruangan itu.
Seluruh ruangan ditata dengan warna maroon serta hitam, ada dua sofa kecil dan satu sofa besar. Fannya duduk di sofa kecil dan merasakan kelembutannya. Ada juga sebuah meja bundar dengan papan bertuliskan angka, serta sebuah mic dan sekeranjang buah.
Axel duduk di sofa besar, dengan sekretarisnya Pram yang berdiri di belakang.
Fannya melihat-lihat dengan penasaran, Axel yang memperhatikan bertanya "ada apa."
Fannya menggelangkan kepalannya, berkata "tidak apa-apa," tetapi masih bertanya dengan penasaran, "Apakah lelang ini ilegal?"
Axel mengulurkan tangannya dan mengambil buah anggur di atas meja, menjawab, "Tidak, seluruh lelang diawasi oleh jasa negara terkait, dan ada juga pajak yang harus ditanggung. Ini sudah legal."
Dia berhenti dan menelan anggurnya, jakut kuat dan seksi itu turun naik sesaat, melanjutkan, "Seluruh barang legal dan bisa diperjual belikan secara sah dan wajar, kebanyakan barang yang di lelang adalah seni, saham dan surat berharga."
Meskipun masih bingung, Fannya memahami sedikit hal, mengangguk dan mengalihkan perhatiannya dari Axel. Karena dari tadi dia hanya bisa fokus melihat jakun pria itu daripada matanya. Sialan, sangat seksi.
Axel tidak memperhatikan, dia memberitahukan isyarat kepada Pram untuk keluar dan memanggil pelayan, membawakan mereka makanan ringan dan minuman, sebelum berbalik lagi dan melihat Fannya.
"Aku ingin kamu yang menawar saham itu."
Ini pertama kalinya Fannya mengikuti lelang, dia tidak tau banyak hal dan mengerutkan keningnya, "Tapi aku tidak tau caranya."
"Mudah." Axel menunjuk ke papan dengan angka, memberikan arahan, "Kamu harus mengangkat papan itu, ketika Tuan Rumah lelang melihatnya, kamu bisa menawar harga tertinggi."
Dia mengangkat matanya, menatap langsung ke arah Fannya, "Anggaran dana untuk lelang ini adalah 84M, ini adalah anggaran dana paling besar yang bisa aku alokasikan."
Axel bisa mengatakannya dengan santai dan mudah, tapi jantung Fannya berdebar liar, uang sebanyak ini bisa membuat dia hidup enak seumur hidupnya, tapi Tuan ini bisa menggunakannya seolah tidak berharga.
Saat ini, sekretaris Pram masuk dan membawa troli makanan, menyajikannya atas meja.
Seluruh makanan yang disajikan berupa makanan penutup ataupun pembuka, sedangkan minuman yang dibawa adalah jus buah yang segar. Axel sengaja memesan jus, dan bukannya anggur.
Kemudian tirai mulai terbuka otomatis, memperlihatkan pemandangan di bawah. Fannya sedikit penasaran, jadi dia sedikit menonjolkan diri dan menatap ke bawah. Mungkin area terlalu luas, hanya ada sedikit orang yang terlihat duduk di bawah.
Lampu mulai redup, dan podium di bawah disoroti oleh sebuah cahaya, dilakukan sengaja untuk menarik perhatian, tapi Fannya tetap terpesona, terutama ketika layar mulai terbuka, memperlihatkan juru pembicaraan lelang berdiri dengan topeng setegah wajah.
"Tuan ataupun Nona yang berbahagia, senang anda semua bisa berhadir dilelang ini."
__ADS_1
Tuan rumah berbicara, dia menatap ke arah orang-orang di atas dengan senyuman. Matanya memandang dan memindai sekeliling, sebelum berhenti di satu tempat dengan senyuman dalam.
"Lelang hari ini cukup spesial. Ada banyak hal yang akan kami jual kali ini."
Fannya tidak tau apakah ini halusinasi, tapi dia merasa bahwa pembawa acara itu seperti memandang ke tempat mereka.
Pembawa acara bertepuk tangan, dan layar di belakangnya menyala, menampilkan sebuah lukisan indah yang abstrak.
"Lelang pertama adalah karya seni dari pelukis ternama, harga awal lelang adalah 450 juta dengan kenaikan minimal 5 juta setiap kali penawaran."
Ketika leleng berlangsung, Fannya berpikir ini hanya akan menjadi lelang karya seni atau hanya akan ada lukisan, tapi ternyata tidak, ada banyak seni yang di jual, entah itu lukisan, hiasan seperti vas ataupun bunga-bunga langka yang hampir punah.
Lelang berlangsung lama dan tenang, ini berbeda dengan apa yang Fannya pikirkan. Dia berpikir lelang itu akan sangat heboh dengan banyak penawar, tapi ternyata mereka sangat tenang dan elegan, hanya saja setiap sesi lelang sangat lama.
Ketika bagian surat berharga, terjadi naikan besar, ada dua raksasa yang menawar harga sebuah tanah di persisi pantai di dekat pantai mati.
Mendengar suara penawar, Fannya sepertinya mengenal suara itu.
Apakah ini Alya dan Vestia?
Pada akhirnya harga tanah itu terjual menjadi 7,7M dari harga awal hanya 3,2M.
Fannya kagum, apakah lelang memang seuntung ini? Melihat kenaikannya itu cukup besar.
Dia mengatakan itu dengan santai sambil meminum jus buahnya, "Kemudian akan ada beberapa berkas lain yang harus diurus. Ini tidak seuntung lelang ilegel."
Fannya tidak tau sama sekali bagaimana sistem lelang berlangsung, ketika dia mendengar penjelasan Axel, dia sedikit terkejut, tidak menyangka jika pajak yang di tanggung cukup besar.
Tapi Axel tidak menjelaskan lebih lanjut, dia menunjuk ke arah papan lelang dan berkat, "Bersiaplah, lelang utama akan segera di mulai."
Ketika Axel mengatakannya, pembawa acara juga mulai mengumumkan lelang bagian investasi, atau saham.
Ada banyak saham yang di lelang, tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi, acara terus berlanjut hingga kemudian pembawa acara mulai mengumumkan lelang saham keluarga Clovis.
"Lelang berikutnya adalah lelang saham dari keluarga Clovis."
Pembawa acara menyeringai, melanjutkan, "Sebesar 7% saham itu akan di lelang di rumah lelang ini, harga awal awal 63M dengan kenaikan harga 100 juta persetiap penawaran."
Ketika harga disebut, Fannya sedikit kaget! 63M, gila! Tapi ada yang lebih gila.
__ADS_1
"Ini sedikit murah, mungkin karena nilai saham mereka turun jauh?"
Axel bergumam pelan, sayangannya, Fannya bisa mendengarnya dengan baik, tapi pada akhirnya dia hanya bisa menarik nafas dalam dalam. Orang kaya berbicara tentang uang per M seolah mereka berbicara uang per 100 ribu biasa, hati Fannya sedikit ironis, hiks, orang kaya memang beda~
"Sekarang tawar."
Suara Axel datang dari samping, cukup tegas, membangunkan Fannya dari linglung nya, menatap Axel dengan ragu. Axel juga menatapnya dengan alis terangkat.
"Bukankah kita di sini juga untuk menawar? Sekarang tawar, naikkan harganya."
Dengan sedikit gemetaran Fannya mengambil papan lelang, melihat ke depan ke arah pembawa lelang yang masih berbicara untuk membujuk orang-orang menaikkan harganya.
Meskipun orang-orang tau jika perusahaan itu mulai menurun, dan diyakini akan bangkrut, masih ada beberapa orang yang menawar, namun harganya tidak terlalu tinggi.
Fannya sendiri juga ragu, kali ini Axel bangkit, tidak berbicara, berjalan ke belakang Fannya dan menggenggam tangan gadis itu,membantu gadis yang gugup itu mengangkat papan penawarnya.
Pembawa acara melihat papan Fannya, tersenyum dalam diam, "Nona di sana, naikkan harganya."
Bibir Fannya gemetaran, tidak tau berkata apa, tapi seperti iblis Axel membujuknya, "Naikan harganya, sebera kamu ingin."
Fannya menarik nafas dalam dalam, sebelum berkata, "se, se." Dia terlalu gugup sampai bingung. Pada akhirnya dia menggertakkan giginya sebelum akhirnya isi pikirannya sedikit tenang
"64,3M!" Dia berkata dengan keras dan cepat, jika dia berpikir lagi, dia takut jika dia akan ragu dan gagal lagi.
Angka leleng sebelumnya mentok di angka 63,7M dan Fannya langsung menaikan harganya yang membuat orang-orang di bawah saling lirik.
Jelas mereka bingung ada orang yang mau menaikan harga setinggi itu untuk sebuah perusahaan yang hampir bangkrut.
Walaupun dulu perusahaan Clovis terus berkembang dan memiliki kemungkinan untuk menjadi salah satu perusahaan raksasa, sekarang perusahaan itu diambang bangkrut, Fannya juga mengetahui itu, tapi karena Axel meminta, dia hanya bisa menggertakkan giginya dan menawar.
Pembawa acara melihat tidak ada lagi yang ingin menawar, tapi ketika palu hampir di ketuk, sebuah suara terdengar.
"70M, naikan."
Jantung Fannya hampir kempes saat itu juga. Bajingan mana yang juga akan gila untuk menawar langsung dengan harga setinggi ini?
Tapi dia tidak sempat berpikir ketika Axel kembali mengangkat papan angka, mengangkat harga, "70,3M, naikkan."
Setelah mengatakan itu, matanya gelap. Orang sialan itu juga menawar, ini tidak akan berakhir mudah.
__ADS_1
-
Author note: "Seluruh bab diketik dengan halu, alias seluruh bab adalah imajinasi asli, terutama bab ini. Author tidak tahu harga saham asli ataupun lelang asli, author menulisnya berdasarkan referensi dari novel yang author baca!"