
"Ryu... !! Ryu.... !!Ryu...!!
Para murid di SMA Negeri Jakarta pada teriak histeris memanggil Ryu,
Menurut rumor yang beredar Ryu anak baru yang baru pindah dari jepang tersebut terkenal sebagai detectiv muda yang bisa mengungkap berbagai kasus saat dia berada di Jepang.
"Ryu... Bagaimana kamu bisa mengungkap kasus pembunuhan kakak kaisar korea utara kim jong nam??"Tanya beberapa wanita yang berkerubun.
"Ah itu biasa aja."Jawab Ryu cuek.
"Biasa bagaimana tapi itukan sangat hebat??Tanya mereka lagi sangat penasaran."
"Sudah dulu ya aku harus ke kelas."Jawab Ryu lagi.
Ryu terburu buru meninggalkan teman temannya.
Hari ini hari pertama ryu masuk sekolah di SMA Negeri Jakarta,ryu pindah dari Jepang karena ikut pindah dengan orang tua Ryu,
Pagi ini cukup melelahkan karena dari sejak datang dia di kejar kejar oleh murid wanita yang minta tanda tangan.
Belum lagi harus memperkenalkan diri dan menjawab berbagai pertanyaan dari teman teman barunya itu.
Beruntung bel istirahat keburu berbunyi jadi Ryu bisa beristirahat....
Namun belum 10 menit ryu beristirahat, tiba tiba ada suara rusuh rusuh,
"Ryu Ryu di Kantin
ada guru yang meninggal !!"
"Apa??"Ryu segera berlari menuju kantin.
__ADS_1
Benar saja di kantin sudah ada banyak orang baik guru maupun murid,seorang guru wanita terlihat terkulai lemas,mulutnya berbusa,wajahnya pucat pasi,
di depan nya ada segelas mochacino,sementara di sampingnya ada seorang guru pria,tidak ada seeorang pun yang berani bergerak mendekat, semua dalam keadaan panik.
"Telpon ambulan dan kantor polisi, tidak ada yang boleh bergerak sampai polisi datang !!"Kata Ryu memerintah dengan lantang.
Staf sekolah dan guru2 membagi tugas.
Ada yang menelpon polisi, ada yang menelpon ambulan,sementara yang lain bertugas membawa anak anak ke kelas masing masing.
Tak lama polisi datang dan memberi garis polisi area tersebut,
sementara beberapa orang di tahan untuk di mintai keterangan sebagai saksi.
Dari beberapa saksi di antaranya ada pemilik kantin, pelayan kantin, anak anak yang berada di area kantin, juga guru yang duduk di sebelah guru yang meninggal,
sementara segelas mochacino dan segelas Kopi kapal api di jadikan barang bukti.
"Selamat siang pak, perkenalkan saya Ryu murid baru di sini,ijinkan saya bergabung dalam penyidikan."Kata Ryu menyalami polisi reskrim yang baru saja tiba.
"Kau anak SMA mau ikut penyidikan kasus??" Tanya polisi heran.
"Hey anak baru kembalilah ke kelas, biar kasus ini di urus pak polisi kata guru pria yang berada di samping guru wanita yang meninggal,sambil terus menangis dan memanggil nama guru yang meninggal.
"ibu diah ibu diah bangun bu !! kenapa ibu jadi seperti ini??"
Ryu maju beberapa langkah,tak peduli dengan omongan guru pria tersebut,setelah lebih dekat,Ryu mengambil gelas mocachino yang sedari tadi belum berubah posisi lalu menciumnya,setelah itu gantian Ryu mengambil gelas kopi kapal api lalu menciumnya.
"Hey apa yang kamu lakukan dengan barang bukti anak muda??"Tanya seorang polisi.
"Tidak apa apa pak,
__ADS_1
Saya hanya mencium aromanya,ada aroma aneh di dalam gelas mochacino milik ibu diah,saya tau betul ini aroma sianida,
jadi kemungkinan besar kematian ibu diah karena di racun seseorang menggunakan sianida."
Hampir semua orang yang hadir menutup mulut karena kaget dengan keterangan ryu,kecuali kelompok polisi,mereka bergantian mencium aromanya,untuk membuktikan ucapan Ryu.
"Sementara yang ini netral,wanginya kopi kapal api tanpa sianida."
Kata Ryu sambil meraih gelas kopi kapal api milik pak guru,membuat pak guru gelagapan salah tingkah.
"Ryu ini murid baru pindahan dari jepang dan dia ini detectiv konsultan di jepang pak polisi,jadi ijinkan saja Ryu untuk ikut menyelidiki kasus kematian ibu diah."Kata kepala sekolah yang sedari tadi mematung.
Akhirnya Ryu di ijinkan bergabung dengan tim penyidik kepolisian.
"Siapa yang membuatkan kedua kopi tersebut??"Tanya Ryu.
"Aku yang membuatnya,jawab anak pemilik kantin, tapi Ryu aku tidak meracun ibu diah, ibu diah guru kami yang baik hati, aku gak mungkin membunuhnya."Jawab anak pemilik kantin.
Sementara itu tak begitu jauh darinya pemilik kantin hanya bisa menangis mereka takut anaknya di jadikan tersangka atas kematian ibu Diah.
"Ada hubungan apa pak guru dengan ibu guru diah??"Tanya Ryu
"Kami sama sama guru dan kami berteman."Jawab pak guru.
"Jam berapa pak guru datang dan duduk di kantin??"Tanya Ryu lagi.
"Jam 10:03."Jawab pak Guru.
"Bagaimana dengan ibu diah??"Tanya Ryu lagi
"Ibu Diah terlambat 5 menit."Jawab pak guru.
__ADS_1
Ryu menatap dalam dalam wajah pak guru sementara pak guru menundukan pandangannya.