
Yukihide semakin hari semakin sibuk.
Bolak balik ke luar Negeri untuk urusan bisnis yang di gelutinya.
Tak heran kalau dia jadi jarang berada di kantor dan jarang mengobrol dengan Tuan Mano dan Sekertaris Lee.
Tapi hari ini yukihide bisa bernafas lega hasil kerja kerasnya mencapai hasil yang maksimal.
Untuk itu secara khusus Tuan Mano alias Dalla dan Sekertaris Lee mengajaknya makan malam secara khusus.
Katakanlah Tiga Petinggi Dirgantara Grup malam ini sedang berpesta.
"Yuki, Selamat dan Terima kasih atas kerja kerasmu !!"
Tuan Mano memulai pembicaraan saat mereke duduk bersama di sebuah Resto Mewah.
"Hahaha terima kasih karena kau juga sudah mempercayaiku."
Jawab Yukihide dengan wajah yang sangat sumringah.
"Tuan Yukihide ada hal serius yang mau kami bicarakan."
"Tentang apa itu??
Apakah aku akan di beri bonus??"Tanya Yukihide sambil terkekeh.
"Tentu saja ada bonus untukmu."
Jawab Tuan Mano.
"Apakah itu berupa Tiket berlibur??"
Yukihide masih dengan wajah sumringahnya.
"Lebih dari itu Tuan Yukihide"
Kini Sekertaris Lee yang menjawab.
"Yuki, dari kecil kita berteman, dan sekarang kau membantuku menjalankan Perusahaan.
Aku tak pernah menyangka sebelumnya kalau kau itu saudara sepupu ku,
__ADS_1
bagian dari keluarga Dirgantara Group."
Tuan Mano gak sabar untuk segera menjelaskan.
"Benarkah??"Yukihide memandang Sekertaris Lee.
"Benar Tuan Yukihide,
maaf baru saya katakan sekarang."
"Huuu tau gini aku tak usah kerja terlalu keras."Yukihide bercanda.
"Apa katamu??
Apa mau langsung aku coret dari daftar ahli waris sebelum aku menuliskannya."Tuan Mano memelotot ke arah yukihide.
"Ampun Kakak sepupu aku bercanda !!
Hahaha !!"
Begitulah mereka sedang ada dalam kegembiraan malam itu.
"Sekertaris Lee,
"Oya kebetulan aku bawa berkasnya, sama sekali gak ada kecocokan antara DNA Tuan Muda dengan Nona Alena."
Kata sekertaris Lee sambil menyodorkan selembar kertas kepada Tuan Mano,lalu Tuan Mano menerima dan mengamatinya.
"Alena?? siapa itu kok aku baru dengar perihal Alena??"Yukihide merasa heran.
"Nona Alena anak angkat Tuan Besar, dulu ayahnya berjasa pada Tuan Besar sehingga Tuan Besar merawat Alena dan ibunya, tapi karena kebaikan Tuan Besar,Alena jadi menganggap bahwa Tuan Besar sebagai ayah kandungnya dan menggugat hak waris,
mungkin karena doktrin ibunya juga,
Nona Alena masih terlalu kecil waktu itu."
"Baiklah kita lihat saja perkembangannya, jika Alena masih bersikap Angkuh dan ingin menuntut hak waris keluarga Dirgantara terpaksa bukti hasil tes DNA ini kita beberkan, tapi jika Alena mau berdamai, aku akan menyayanginya sebagaimana ayah menyayanginya.
Ini berkasnya kau saja yang simpan sekertaris Lee."Tuan Mano mengembalikan selembar kertas tadi.
"Ku rasa itu lebih baik Kakak sepupu."
__ADS_1
Yukihide turut menjawab.
"Yuki, tetaplah memanggilku Tuan Mano seperti biasa,soal warisan ini biar kita saja yang tau."
"Baiklah Tuan Mano."Jawab Yukihide.
****
Diam diam Alena membuntuti mereka,
Alena penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh para petinggi Dirgantara group.
Alena berhasil menyusup dengan menyamar sebagai Pegawai Restoran,setelah menyogok salah satu Pegawai agar mau meminjamkan seragamnya.
Meski begitu Alena tak berani berada terlalu dekat dengan mereka.Tapi,apa yang mereka bicarakan Alena mendengarnya dengan jelas.
Wajahnya berubah jadi merah padam,malu bercampur marah atas kenyataan yang ada.
Alena menyesal telah berniat jahat pada Presdir Dirgantara Tuan Mano.
Tadinya dia pikir Manl lah yang serakah ingin mengusai harta warisan ayahnya seorang diri.
Tapi kini Alena tau justru ini kesalahan ibunya, ibunya yang telah mendoktrinnya.
Setelah jelas informasi yang ia dapat,
buru buru Alena pergi meninggalkan restoran
dan berniat menelpon ibunya.
"Hallo ibu!! " Alena memulai pembicaraan di telpon.
"Iya sayang kenapa??apa kau sudah bertemu kakak tirimu??"
"Ibu aku ingin ketemu ibu, aku ingin ibu menjelaskan semuanya padaku."
"Sayang sebenarnya ada apa??"
"Aku sudah tau yang sebenarnya bu, besok pagi ibu harus menjelaskan padaku."
"Alena tunggu Alena!!"
__ADS_1
Klik telpon keburu di matikan.
Alena gak peduli dengan panggilan ibunya,alena sangat kesal,bagaimana bisa ibunya melakukan hal yang bisa mempermalukannya.