KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Tragedi di hari pertama kerja


__ADS_3

Hari ini hari pertama kerja bagi Kristal, meskipun bukan pertama kali kristal bekerja tapi pekerjaan ini jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya.


Sebelumnya Kristal pernah bekerja sebagai kasir toko emas saat dia mulai lulus SMA, kemudian bekerja lagi ke luar negeri sebagai perawat di sebuah Rumah sakit taktakala hatinya terasa sangat retak atas kehilangan sang kekasih Dalla saat insiden kecelakaan.


Sementara hari ini, dia akan bekerja sebagai Asisten Pribadi Tuan Mano Presdir Dirgantara Group.


Sungguh Kristal belum menyadari kalau Tuan Mano adalah Dalla kekasih yang hilang pasca Insiden kecelakaan.


Dalla yang kemudian melakukan operasi plastik pasca kecelakaan dan sengaja di tutupi identitas masa lalunya oleh Sekertaris kepercayaan Dirgantara Grup dengan dalih demi nama baik dan keselamatannya sebagai presdir di Perusahaan Dirgantara Grup.


Hari ini Ryu punya feel kurang enak tentang Kristal, bahkan dari sejak kristal di minta menggantikan Novi yang hilang,Ryu sudah menaruh curiga dengan Presdir Dirgantara grup.


"Kristal apa kamu yakin akan tetap bekerja di sana??"


"Iya Ryu, aku sudah menanda tangani kontrak kerjanya."


"Apa mereka akan menjemputmu??"


"Rencananya sekertaris Lee akan menjemputku tapi gak jadi karena ada rapat penting, jadi aku di suruh datang sendiri ke kantor menemui Presdir."


"Kalau gitu aku akan mengantarmu."


"Tidak perlu Ryu, malah akan merepotkanmu."


"Hemm... "


"Ryu aku akan baik baik saja."


Sebenarnya Ryu ragu membiarkan Kristal memasuki Gedung Dirgantara sendirian, entah kenapa sejak melihat plat mobil D4LL4 dan ketertarikan Presdir Dirgantara Group pada Kristal Ryu sangat curiga.


Selama ini Ryu masih menyesal karena belum bisa menuntaskan kasus Insiden kecelakaan yang menjadi penyebab Kekasih Kristal Dalla menghilang.


Detectiv macam apa aku ini.


"Baiklah Kristal aku takan memaksamu."


Kristal mengangguk lalu kemudian pergi.


Membiarkan Kristal pergi tanpa pengawasan bukan sifat Ryu,


Ryu akan memperhatikan sangat detail gerak gerik orang yang di sayangnya.


Hanya saja Ryu memperhatikan dari jarak jauh...

__ADS_1


Kristal pergi naik taxi sangat pagi karena takut terlambat,


Sesampainya di lobi lantai dasar bertemu dengan Yukihide yang juga datang pagi pagi.


"Hai, Kristalkan??"


"Benar, wah ingatan anda sangat kuat tuan Yukihide."


"Kau tidak kembali


ke Danau Sanmoon Lake??"


"Haha, Danau itu sangat Indah aku sangat suka, tapi sekarang seperti yang Tuan lihat saya ada di sini sekarang."


"Kau bekerja di sini juga?"


"Iya Tuan,masih baru masuk."


"Haha kalau gitu kita akan sering sering bertemu."


"Apa tuan...??"


"Yupz, saya bekerja di sini juga."


"Baiklah, saya masih ada sedikit urusan."


Tanpa pikir panjang Kristal memasuki lift menuju ruang kerja yang berdekatan dengan ruangan Presdir.


Namun yang terjadi setelah kristal menekan tombol lift tiba tiba lampu lift mati,suasana berubah menjadi pengap.


Kristal gak tau harus melakukan apa, sampai dia kehabisan tenaga dan tak sadarkan diri.


***


Setelah kepergian Kristal ke tempat kerja, entah kenapa Ryu sangat gelisah.


Meskipun sekarang tidak seaktif jaman dia berada di jepang dalam menangani berbagai macam kasus misteri, tapi jiwa detectivnya masih ada, intuisinya masih cukup tajam.


Tidak, aku tidak bisa hanya tinggal diam, aku harus memastikan kalau kristal baik baik saja.


Setengah berlari Ryu menuju mobilnya lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,


sesampainya di halaman Gedung Dirgantara Grup Ryu langsung mencari Kristal.

__ADS_1


"Hei apa kau melihat seorang wanita berambut lurus datang kesini tadi pagi??"


"Kristal maksudmu??"


"Iya benar, kemana dia??"


"Tadi ngobrol bersamaku tapi dia buru buru naik lift ke lantai atas,


Memangnya kenapa dia??"


Tapi Ryu tidak menghiraukan apa yang di tanyakan pemuda itu,


langsung saja bergegas menuju lift.


Ryu tercengang melihat angka merah di lift,dia langsung menghubungi security agar mengecek apa yang terjadi di dalam lift,


Presdir dan sekertaris Lee yang baru ikut menghampiri kerumunan di depan lift.


"Hei apa yang terjadi??"


Teriakan Presdir mengagetkan mereka.


Tidak ada yang menjawab, tapi lift yang macet bisa di atasi, security membuka pintunya dan menemukan Kristal pingsan tak sadarkan diri.


Senang bercampur panik yang di Rasakan Ryu,tanpa menunggu apapun Ryu langsung memangku Kristal.


"Hei apa yang kau lakukan??"


Seringai Tuan Mano seraya menggenggam pundak Ryu.


"Apa kau tidak lihat??


Kristal seperti ini karena kelakuanmu,


Aku tidak akan mengijinkan Kristal bekerja bersamamu, Ingat itu."


Tak peduli dengan respon Presdir seperti apa, Ryu tetap membawa Kristal pergi.


"Sekertaris Lee !!


Bereskan Siapapun yang kerjanya berhubungan dengan operasional lift,aku tidak ingin melihatnya lagi."


"Baik tuan."

__ADS_1


Wajah putih bersih Tuan Mano berubah menjadi merah padam karena amarah yang sudah tak terbendung lagi.Begitupun dengan sekertaris Lee tangannya saja sudah ia kepalkan,tak perlu di tanyakan lagi siapa yang bakal terdampak dari masalah ini, dan apa yang akan terjadi dengannya.


__ADS_2