KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Suasana Hati sang Presdir


__ADS_3

Sejak pulang dari restauran suasana hati Presdir Dirgantara Group yang sekarang lebih di kenal sebagai Tuan Mano sangat buruk.


Sepatah kata pun tidak di ucapkankannya.


Sekertaris Lee bukan tak paham, bahkan sangat paham dan sudah memperhitungkan hal ini bakal terjadi.


"Tuan muda, apa tuan muda benar benar ingin menemui kristal??


kalau mau saya akan mengaturkan jadwal agar tuan muda dan nona kristal bisa bertemu... "


"Apa Kristal akan membenciku karena selama Tujuh tahun tidak menemuinya??"


"Saya tidak tau tuan.. "


"Sekertaris Lee. "


"Iya Tuan muda."


"Aku akan menyiapkan diri terlebih dulu untuk menemui kristal."


"Baiklah tuan muda."


"Besok aku ijin gak masuk kantor, suruh Yukihide menemuiku."


"Baik Tuan muda."


"Kamu bersedia kan menghendle semua urusan kantor besok?"


"Siap tuan muda."


Keesokan harinya Tuan Mano benar benar tidak pergi ke kantor, membuat seisi rumah panik karena takut pekerjaan rumah mereka di permasalahkan dengan adanya sang presdir di rumah seharian...


Benar saja yang kena masalah hari ini adalah koki yang menyiapkan sarapan...


"Siapa yang bertanggung jawab membuatkanku sarapan??"


"Saya Tuan."Salah satu koki maju sambil menundukan kepala.


"Itu kopinya kemanisan !!!


Sengaja ya biar aku kena diabetes??"

__ADS_1


"Engga Tuan, itu takarannya sudah seperti biasanya."


"Sini minum kalau gak percaya."


Sambil menyodorkan segelas kopi miliknya,


Koki tersebut hanya menunduk tak berani meminum kopinya,


beruntung yukihide datang...


"Tuan muda, apa yang terjadi??"


"Mereka bekerja sangat tidak profesional."


"Kita bicarakan di kamarmu saja ya,


Nanti kita pertimbangkan apa mereka mau di pecat atau gimana??"


Sekeras kepalanya Mano,Tapi Mano memang masih mau mendengar sekertaris Lee dan Yukihide,


lagipula selain mereka berdua siapa lagi yang Mano punya sekarang??ibu yang merawatnya kini sudah tiada.


kini ia bergegas naik ke kamarnya di ikuti oleh yukihide.


"Sebenarnya ada apa??"


Yukihide sudah tak sabar ingin tau alasannya."


Mano menghembuskan nafasnya dalam dalam,lalu mulai menceritakan kisah masa lalunya dengan kristal yang hampir menikah namun kemudian di pisahkan oleh insiden kecelakaan,sampai apa yang di lihatnya tadi malam.


"La, kalau lu masih cinta sama kristal,lu samperin aja, persetan dengan omongan sekertaris Lee, persetan dengan pria yang ada di sisi kristal sekarang,selama mereka belum menikah kesempatan masih ada,ini tentang perasaan lu kan La?"


Kata kata Yukihide yang tiba tiba berlagak sebagai teman sekolahnya, sepertinya membawa angin segar, wajah Mano sedikit berseri seri,entah apa yang sedang di rencanakan dalam pikirannya, tapi Yukihide sedikit lega melihat perubahan ekspresi dalla temannya yang kini sudah jadi bossnya.


***


Di tempat lain Kristal kini sudah sampai ke rumahnya berkumpul kembali bersama ibu dan Novi.


Ryu yang mengantarkannya pulang,sebelumnya Kristal nginap satu malam di rumah Ryu.


"Bu Ryu pamit dulu ya."

__ADS_1


"Yah kak Ryu, kok buru buru sih??"


Novi yang merengek masih kangen.


"Iya nak Ryu, istirahat saja dulu jangan buru buru."


"Makasih bu, Novi, kristal tapi aku masih ada urusan jadi harus pulang lebih cepat."


"Harusnya aku yang berterima kasih Ryu, karena kamu sudah bersedia mengantarku pulang."


"Iya sama sama, Ryu pamit ya."


"Iya, dadah kak Ryu... "


Ryu masuk dalam mobil dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


Sementara di rumah Kristal, Novi dan ibu sedang berbincang bincang dengan serunya.


"Kak, apa kakak mau menikah dengan kak Ryu??"


"Kenapa bertanya seperti itu??"


"Selama ini kak Ryu sudah menunggu kakak, selama Tujuh tahun,


Kakak tau kan bagaimana rasanya menunggu selama Tujuh tahun


namun tak di pedulikan??"


Kristal tak mampu menjawab saat di ceramahi adiknya,Kristal mengerti apa yang di maksudkan adiknya itu memang benar.


"Oya kapan kamu akan melamar kerja??"


Kristal mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aku sudah memasukan lamaran via email, besok jadwal wawancaranya,kalau di terima besok novi langsung ngontrak ya,tapi nanti novi kasi kabar sama kakak."


"Baiklah kalau begitu."


Keesokan harinya,Novi benar benar pergi ke jakarta mengikuti tes yang di berikan oleh Dirgantara group.


Novi sudah pasrah mau di terima ataupun tidak, yang penting sudah berusaha, selama ini kak kristal yang sudah susah payah menghidupi keluarga termasuk biaya kuliahnya pikir Novi.

__ADS_1


__ADS_2