
"Jadi Kristal kecelakaan
bersama Kekasihnya Dalla??
Lalu Dalla menghilang dan polisi
tak mampu menemukan jejaknya??
Apa ada motif pemerasan??"
"Tidak, pihak keluarga Dalla tak ada yg di mintai tebusan oleh penculiknya,
begitupun dg Kristal."
"Apa ada yg terlupakan??"
"Oya Kristal pernah menikah,
apakah motif penculikan Dalla karena cinta??"
Inspektur kenzu hanya mengangkat bahunya,mungkin sudah lelah karena di berondong pertanyaan sama ponakannya.
Pulang dari kantor polisi menemui omnya,Ryu tidak langsung pulang,tapi memilih datang kembali ke TKP,mencari cari bukti siapa tau menemukan fakta lain atas hilangnya Dalla Kekasih Kristal.
Dalam batinnya Ryu ngedumel sendiri,bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri.
Hemmm...berdasarkan informasi dari warga,
Mantan suami Kristal hanya pemuda desa biasa,
mungkinkah Mantan Suami Kristal bisa merancang penculikan agar Kristal dan Dalla gak jadi menikah??
tidak ! tidak ! tidak !sepertinya gak mungkin,
jelas jelas penculikan Dalla tidak meninggalkan jejak apapun, sangat rapi,artinya penculiknya cukup handal
bukan pemuda desa biasa pelakunya.....
"Hei Ryu !!
kamu masih menyelidiki tempat ini?"
tanya seseorang dari dalam mobil.
"Iya Om, kebetulan lewat aja..."
"Mau ikut pulang, om anterin?"
__ADS_1
"Gak ah Om,masih siang ini, aku pake sepeda aja"
"Ya sudah om duluan ya Ryu..."
"Siap Om...
Eh tunggu Om."
"Iya kenapa Ryu..."
"Apa om udah dapat titik terang atas kasus penculikan Kekasih Kristal??"
"Belum Ryu,om sudah mengutus tim yang menyelidiki gerak gerak mantan suami kristal, tapi tak ada yg mencurigakan kesehariannya dia pengusaha kecil di sebuah desa terpencil."
"Baiklah Om,, sampai ketemu lagi."
"Oke ryu bye..."
Dan kini mobil inspektur kenzu melaju dg kecepatan sedang, sementara Ryu juga mulai melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
"Ma... ma... !!!"
"Ada apa sayang?Baru pulang dari sekolah kok tereak tereak???
"Kristal kemana kok gak ada di kamarnya??"
"Kristal bosan di kamar terus, lagi pula kondisinya udah jauh lebih baik jadi tadi dia minta di antar bibi sri ke warung beli pembalut... "
"Beda, Ini pembalut wanita Ryu..."
"Hah??coba telp papa...."
"Buat apa Ryu?? jam segini papa mu masih sibuk..."
"Ma... Aku mau tanya sama papa,
Apa menurut ilmu kedokteran sensitivitas kulit wanita dan pria berbeda sehingga kalau wanita terluka pembalut lukanya harus khusus gak boleh sama dg pria."
"Ryu, mama mulai pusing dengan pertanyaan kamu... mama mau masuk ke kamar,
sebaiknya kamu masuk kamarmu ganti baju,
jangan ganggu papa mu."mama memegang kepala dan masuk ke kamar.
"Ehh apa pertanyaanku berlebihan ya??"
Ryu merasa pertanyaannya masih di ambang batas normal.
__ADS_1
Gak berapa lama Bibi Sri dengan Kristal sampe rumah.
Ryu mencegat mereka,membuat bibi Sri agak panik.
"Maaf tuan muda, tapi kami sudah minta ijin kok sama nyonya...."
Kata bibi sri karena takut di salahkan.
"Tunggu !! Kristal apa kamu baik baik saja, apa ada yg melukaimu lagi??"Ryu memeriksa tangan Kristal.
"Ryu, aku gak apa apa,,kalau aku terluka aku gak mungkin kuat jalan jalan ke luar rumah...
"Jawab kristal mencoba menepis kekhawatiran Ryu.
"Tapi tadi mama bilang, kamu pergi ke warung karena mau beli pembalut khusus wanita,
aku pikir kamu ada yg terluka..."
Bibi Sri hanya bisa menghela nafas panjang,sementara kristal menyeringai.
Bagaimana cara menjelaskannya?? ini persoalan wanita,dan Ryu masih terlalu muda untuk mengerti soal pribadi wanita.
Kedua wanita itu di pusingkan oleh pertanyaan Ryu.
"Coba ku lihat belanjaanmu itu."Ryu menunjuk kantong yg di pegang kristal.
"Jangan Ryu,,, ini barang pribadiku... "
Kristal sedikit memelas.
"Tapi aku harus menyelidikinya Kristal."
Ya Tuhan kenapa aku jadi seperti tersangka seperti ini...
Kristal hanya pasrah saat Ryu mengambil paksa dan memeriksa satu persatu belanjaannya.
Lalu menutup mukanya ketika Ryu mulai menemukan pembalut wanita dan membacanya dengan sangat serius....
"Maafkan aku Kristal, aku baru tau ada kasus seperti itu pada wanita... "
Apa dia bilang? dia bilang kasus?? dan aku seperti tersangkanya
"Ini Aku kembalikan." Ryu menyerahkan kembali belanjaan Kristal kemudian pergi masuk kamarnya,begitupun dengan Kristal, ada rasa malu dan kesal di hatinya, tapi mau gimana lagi dia tuan muda di rumah ini sekaligus detectiv jadi apapun akan terdeteksi.
Di kamarnya Ryu tidak langsung mengganti baju seragamnya, dia malah berbaring dan tersenyum,
menurutnya membawa pulang kristal dan menyelidiki kasusnya itu bukan hal buruk bahkan sangat unik
__ADS_1
dan membuatnya bisa mengerti kasus kewanitaan.
Hahaha apa aku sudah cukup dewasa untuk mengerti wanita??