KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Detectiv muda part 2


__ADS_3

Suasana di kantin sangat hening,semua orang yang hadir sebagai saksi baik itu pak guru yang bersama dengan jasad ibu diah, anak pemilik kantin yang membuatkan kopi,pemilik kantin,dan beberapa saksi mata termasuk kepala sekolah semuanya bisu tak bersuara.


Tim penyidik kepolisian terlihat sedang mencatat satu persatu keterangan yang akan di jadikan alat bukti,sementara ryu bersiap melanjutkan introgasinya.


"Apa yang sedang ibu lakukan saat anak ibu membuatkan kopi??"Tanya Ryu lagi.


"Saya sedang merebuskan mie karena anak anak yang baru datang ke kantin memesan mie".Jawab ibu kantin sambil terus terisak.


"Apa ibu memperhatikan ibu diah??"Tanya Ryu lagi.


"Tidak, setelah ibu Diyah duduk saya sangat sibuk, gak tau apa yang sedang di bicarakan ibu diah dan pak guru,tiba tiba saja ibu diyah tergeletak dan tak sadarkan diri sampe meninggal dan semua orang menjadi panik, udah ibu gak tau apa apa lagi."


"Jadi kamu ya yang meracun ibu diyah??Karena ibu diyah meninggal gara gara kopi yang kamu buat mengandung sianida??"Tanya Ryu lagi kepada anak perempuan ibu kantin


Anak itu hanya menunduk, lalu pak guru menjawab


"Hei bukankah kamu menyukaiku?? atau jangan jangan kamu membunuh ibu diah karena cemburu dengan ibu diah ya?"Kata pak guru teman ibu diah.


"Aku memang pernah menyukai pak guru, tapi itu dulu, setelah tau pak guru dekat dengan bu diah aku gak berani berharap lagi."Jawab anak ibu kantin sambil mengenang bagaimana perasaannya pada pak guru.

__ADS_1


"Bapak kepala sekolah apa bapak tau kedekatan ibu diah dengan pak guru sejauh apa??"Tanya Ryu kepada kepala sekolah yang sedari tadi diam.


Ryu menanyakan hal tersebut karena anak ibu kantin yang telah menyinggung kedekatan ibu diah dengan pak gurunya.


"Setau saya hubungan mereka sangat baik, memang sih dua hari lalu saya melihat mereka bertengkar hebat di ruang guru saat guru guru lain ke kantin beristirahat, tapi di hari berikutnya mereka kembali berhubungan baik seperti hari ini, saya menyesal atas kejadian ini."Kata kepala sekolah sambil menundukan kepalanya karena merasa sedih.


"Dimana bapa saat kejadian tadi pak kepala sekolah??"Tanya Ryu lagi.


"Aku masih berada di kantor kepala sekolah, cukup jauh dari kantin ini, datang kesini setelah tau ada keributan."


"Saya yakin kamu pelakunya!"Tunjuk pak guru kepada anak pemilik kantin,anak itu hanya bisa menunduk dan ibunya sedari tadi tak berhenti menangis.


"Apa alasan kamu menuduh saya??Diah itu teman saya, kami sangat dekat gak mungkin saya membunuhnya??"Kata pak guru berkilah.


"Bapak sudah menyediakan kopi sebelum ibu diah datang,Seharusnya kopi di pesan setelah ibu diah datang."Kata Ryu


"Bahkan aku menawarkan kopi ku pada bu diah tapi ibu diah menolaknya, kalau aku yang memasukan racun gak mungkin aku bersedia menukar kopiku."Kata pak guru berkilah lagi.


"Bapa membuat kopi yang berbeda, ibu diah gak menyukai kopi hitam tapi lebih menyukai mochacino, mengenai selera ibu diah Bapa sudah tau sejak lama,jadi meskipun ibu diah mencium aroma aneh di kopinya ibu diah tidak akan mau menukar mochacinonya dengan kopi milik bapa."Ryu mencoba menebak kronologinya.

__ADS_1


"Dan bapa tak sengaja menjatuhkan kertas pembungkus racun ke lantai, sampai saat ini bapa masih menginjaknya karena tidak ada waktu untuk mengambil dan membuangnya ke tong sampah, mungkin karena ibu diah keburu datang."Kata Ryu


"Diah.... Kalau saja kamu tidak hamil dan memaksaku untuk menikah, semua ini gak kan terjadi, aku cuma gak ingin karir ku rusak."Pak guru bercucuran air mata mengakui perbuatannya.


"Periksa di bawah sepatunya apa benar ada kertas pembungkus sianida??"Kata seorang polisi pada anak buahnya.


"Siap komandan ada."Kata anggota polisi.


"Kalau ada ambil dan simpan sebagai barang bukti."Kata komandan polisi lagi,dan tangkap dia !!"


"Siap pak."kata dua anggota polisi,salah satunya mengambil kertas sianida dan menyimpannya, dan satunya memasangkan borgol pada pak guru, kemudian membawa pak guru pergi masuk ke dalam mobil polisi.


"Nanti semua saksi harus bersedia memberikan kesaksian di persidangan,


dan untuk kamu anak muda,


terima kasih sudah mau membantu kami,anda benar benar detectiv muda yang handal."Kata pak polisi


"Sama sama pak."Jawab Ryu.

__ADS_1


Mobil polisi pun pergi, dan kepala sekolah memutuskan untuk membubarkan anak anak lebih awal karena alasan kasus ini.


__ADS_2