KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Meninggalkan Tanah air


__ADS_3

"Kristal apa kamu yakin mau pergi??"


"Iya bu,di sini kristal selalu ingat dengan kenangan bersama Dalla,


mungkin kalau kristal bekerja keluar negeri kristal bisa mengembalikan semangat kristal, kristal juga bisa membiayai kuliah ade."


"Tapi Kristal... "


"Ibu jangan khawatir bu..."


"Kak, gimana dengan kak Ryu yang tiap minggunya datang mengunjungi kakak,


bukankah nanti Ryu akan sedih??"


"Ryu itu masih muda Novi, masih seumuran kamu,kalau kakak pergi bukankah Ryu malah bisa belajar dengan lebih fokus, tanpa khawatir lagi memikirkan kondisi kakak?"


"Rencananya kapan kamu pergi??"


"Mungkin besok bu.. "


"Kak, apakah akan secepat itu??"


"Tiketnya udah siap dan jadwalnya besok."


"Apa gak sebaiknya bicara dulu sama ryu kak??"


"Novi,nanti kalau ryu kesini, kamu mau kan bantu kakak jelaskan sama ryu??"


"Tapi Kak... "


"Kakak mau beres beresin baju dulu...."


Kristal bergegas pergi ke kamar meninggalkan ibu dan Novi.


"Novi, Kamu tau kan watak kakakmu?"


"Iya bu, Novi ngerti... "


"Kalau memang pergi kerja di luar negeri itu keputusan kakakmu, kita hormati, dan kita doakan semoga urusan kakakmu lancar ya,


lagi pula kakakmu punya niat baik untuk membiayaimu kuliahkan??"


"Iya bu, Novi juga akan belajar dengan sungguh sungguh, biar kakak gak kecewa."


***


 


Hari ini Kristal benar benar pergi meninggalkan tanah air.


 

__ADS_1


Pergi bekerja disalah satu Rumah sakit di Taiwan.


Bagi Kristal Negara yang ia kunjungi itu sangat indah, banyak tempat tempat wisata yang di minati turis dari berbagai Negara.


Di tempat baru ini tak ada permasalahan yang rumit, sepertinya Kristal akan betah.


Maafkan aku bu, mamaafkan kakak Novi,


dan Ryu maafkan aku,aku pergi hanya sementara, tuk menyembuhkan luka di dada.


Sementara itu di kampung halaman Kristal,


Seperti biasa ryu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah ryu...


"Hei, Novi !!


Kenapa wajahmu??Kristal mana??"


"Maafkan kami Kak Ryu... "


"Hei sebenarnya ini ada apa??"


Kemudian ibu muncul dari dalam Rumah.


"Novi, Kenapa nak ryu nya gak di ajak masuk??Nak ryu ayo silahkan masuk... "


Tanya ibu yang baru saja datang kemudian ibu masuk ke dalam rumah di ikuti ryu dan Novi dari belakang.


Ibu sudah tak ingin basa basi lagi.


"Apa Kristal marah sama Ryu sampe memutuskan untuk pergi meninggalkan Ryu bu??"


"Bukan begitu nak Ryu, justru Kristal ingin agar nak Ryu lebih fokus belajar di sekolah tanpa perlu lagi memikirkan Kristal."


"Iya kak Ryu, Novi juga udah cegah tapi kak Kristal tetep mau pergi.."


"Oh.. Oke gak masalah..."Ryu berusaha tetap santai.


"Kak Ryu Yakin....??"


"Jika itu baik untuk kristal,


Aku Oke..."


Semua orang terdiam, sebenarnya Novi penasaran dengan reaksi Ryu yang terlihat santai sungguh di luar dugaan.


"Oya hampir lupa aku bawa oleh oleh untuk kalian."


Ryu pergi ke mobil dan kembali dengan membawa beberapa bingkisan.


"Terima kasih kak Ryu,

__ADS_1


Kakak sangat baik."Kata Novi sambil kemudian menerima bingkisan dari tangan Ryu.


"Ini bukan apa apa,hanya bingkisan kecil."


"Terima kasih Nak Ryu, Selama ini kami cuma merepotkan Nak Ryu"


"Tidak kok, sama sekali tidak merepotkan,


Kalau gitu Ryu pamit ya bu... "


"Lho Kak Ryu kan baru sampe kak? Kenapa buru buru pulang??"


"Iya nak, nanti saja dulu pulangnya, istirahat dulu... Perjalanan ke Ibu kota kan sangat jauh."


Ibu dan Novi mencoba untuk membujuk Ryu agar tidak buru buru pulang,


tapi kepergian kristal membuat mood Ryu hilang seketika.


Rasanya ingin segera pulang dan tidur.


"Bu, Vi Ryu masih ada urusan jadi gak bisa lama lama.


Yang penting kalian sehat, Ryu udah senang,


kalau gitu Ryu pamit pulang dulu ya."


"Baiklah, Nak Hati hati di jalan."


"iya kak, hati hati di jalan...."


"Jangan lupa untuk selalu ngasi kabar kalau memang kak Ryu gak ada waktu untuk maen kesini."


"Oke Sip."Ryu mengacungkan jempol lalu kemudian pergi meninggalkan halaman Rumah Kristal.


Kini tinggal ibu dan Novi yang masih berdiri mematung.


"Bu Kasian ya Kak Ryu....


Dia sepertinya kecewa deh kak Kristal pergi ke Luar Negeri, meskipun berusaha santai tapi Novi bisa merasakannya."


"Sudahlah Novi, Ibu Rasa kak Kristal benar,


Ryu kan masih anak SMA,


Biarkan dia menyelesaikan pendidikannya dulu tanpa harus memikirkan kristal terus menerus."


"Ah Ibu, kayak gak pernah muda aja..."


"Hush ayok kita masuk ke dalam, masih banyak hal yang harus kita lakukan..."


"Iya ibu Iyaa....hihihi..."

__ADS_1


Novi membuntuti ibunya dengan menjinjing bingkisan oleh oleh dari Ryu.


__ADS_2