KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Cemburu


__ADS_3

"Kristal pulang kerja jam berapa??"


Pesan dari Ryu.


"Jam 9 malam aku akan di antarkan ke apartemen tempat aku tinggal."


"Apa aku boleh mengantarmu??"


"Gak tau, harus nanya dulu tuan Mano."


"Pasti boleh."


"Ya udah nanti di kabarin lagi."


Kristal menyimpan Hp nya, lalu siap siap membereskan pekerjaannya karena sudah waktunya pulang.


"Tuan,Malam ini pacar saya mau datang dan mengantarkan saya ke Apartement."


"Apa?? Pacarmu??"Tuan Mano kaget.


"Iya Tuan."


"Maksudmu Ryu bocah Detectiv itu??"


"Iya Tuan."


"Jadi kamu sudah pacaran dengan bocah detectiv itu??"


Dalla masih belum percaya.


"Iya tuan, apa Tuan keberatan??"


"Ah Engga kok, Hehe


Selamat ya, dia mau mengantarmu ya?? ya udah kamu boleh pergi dengannya."


Sial bocah itu berhasil membuat kristal menyukainya rupanya.


"Makasih Tuan."


"Tapi tidak boleh sering sering, karena akan mengganggu pekerjaanmu."


"Tapi tuan, kan datangnya bukan jam kerja??"


"Ah tetap aja gak boleh,


karena pulang kerja kamu harus istirahat."


"Baiklah Tuan, kalau gitu saya permisi dulu."


"Eh... "


Tuan Mano sebenarnya gak rela Kristal di antarkan Ryu,


membelikannya sebuah apartement bukan semata mata ingin memberikan hadiah tapi agar Kristal berpisah dengan Ryu.


Ah sial, bocah itu masih saja mepetin kristal biarpun sudah tidak menginap di rumahnya,


Sementara mobil Ryu sudah menunggu kedatangan Kristal.

__ADS_1


Ryu sangat kaget melihat penampilan kristal yang sangat mini.


Meskipun tadi siang melihatnya sekilas tapi kini terlihat begitu jelas.


Ryu buru buru turun dari mobil dan memakaikan jaketnya pada kristal.


"Presdir Dirgantara Group menyuruhmu bekerja dengan baju seperti ini??"


Ryu sangat kesal dan cemburu.


"Tidak Ryu, ini karena pelayan di Apartemen yang menyiapkan, mereka gak tau ukuran baju yang pas denganku."


"Ayo masuk ke mobil."


Kristal masuk ke dalam mobil, Ryu menyalakan mesin dan mobil melaju dengan kecepatan sedang.


"Kristal....."


Ryu yang sedari tadi diam berusaha memecah keheningan.


"Iya Ryu..."


"Apa kamu suka bekerja dengan Tuan Mano??


Apa saja pekerjaan yang kamu lakukan untuk nya??"


"Kenapa bertanya seperti itu Ryu??"


"Aku hanya memastikan kalau kamu baik baik saja."


"Ryu aku baik baik aja."


Apa dalla sudah mengatakan identitas yang sebenarnya ya??


"Kristal apa Tuan Mano mengatakan sesuatu??"


"Mengatakan apa??"


"Misal dia mengatakan kalau kamu mirip seseorang??"


"Tidak Ryu, tadi dia malah bilang kalau aku sedang menggodanya karena rok ku kependekan, padahal seragam ini bukan aku yang pilih."


Oh berarti Dalla belum menyebutkan identitas aslinya


Tiba tiba lampu merah dengan hitungan waktu yang cukup lama membuat jalanan macet.


Jam 9 malam tentu saja gelap remang remang menambah suasana romantis,


tapi ingat kejadian tadi siang,


membuat hati Ryu sangat panas,


bagaimana tidak,


Ryu melihat Kristal sedang ada dalam pelukan Dalla.


Tiba tiba....


"Ryu Jangan.... !!!"

__ADS_1


Kristal memekik tak di sangka Ryu sangat bergairah,


Ryu mencium bibir kristal dengan sangat dalam di lanjut dengan aktifitas tangan yang udah gak karu karuan...


"Ryu cukup !!!"


Kristal menahan rasa yang di terimanya,


Kristal berusaha menolak tapi Ryu tak menghiraukan Kristal.


"Aow.. Ryu..!!!"


Kristal mulai mendesah nafasnya terasa mulai sesak,


Sementara Ryu masih sibuk dengan aktifitasnya.


Dan...


Tid tit tid


Kelakson kendaraan mengagetkan Ryu,


sehingga dengan spontan melepaskan tubuh Kristal, dan kembali pada setir mobilnya.


"Ryu,,, Kenapa kamu melakukan itu??"


Kristal masih tanda tanya dengan apa yang terjadi.


"Kristal, kamu pikir hatiku gak mendidih melihatmu ada dalam pelukan Tuan Mano??"


"Jadi kamu melihatnya??"


"Ya aku melihatnya saat akan mengembalikan Hp padamu tadi siang."


"Maafkan Aku Ryu, itu aku tidak sengaja terpeleset dan jatuh menimpa Tuan Mano."


"Benarkah??"


"Ya benar."


"Jadi bukan sengaja berpelukan??"


"Bukanlah, aku aja malu banget karena lagi lagi tuan mano menuduhku kalau aku sedang menggodanya...


apa kamu gak percaya denganku??"


Kristal mulai putus asa.


"Aku percaya sama kamu."


Meskipun tak tau perasaan Ryu yang sebenarnya Setidaknya jawaban Ryu membuat Kristal lega.


"Apa ini tempatnya??"


"Benar Ryu."


Ryu menghentikan laju mobil,


Kristal keluar dari mobil dan masuk ke dalam apartemen sementara Ryu kembali pulang ke rumahnya dengan perasaan yang lebih nyaman.

__ADS_1


__ADS_2