
Aktifitas Perusahaan Dirgantara grup sibuk seperti hari hari biasanya.
Bunyi keybord komputer yang di mainkan jari jari lentik karyawan saling bersahutan satu sama lain, sesekali terdengar suara decakan dan helaan nafas yang menunjukan bahwa mereka sedang amat serius dengan pekerjaannya.
Sesuai dengan agenda, siang ini di gedung dirgantara grup akan di adakan meeting yang sangat penting, jadi para karyawan harus menyiapkannya dengan sangat matang.
Jam menunjukan pukul 12:00 wib tapi Tuan Mano belum melihat sekertaris Lee sejak pagi.
Ini hal yang tak biasanya bagi Tuan Mano, karena selama ia mulai jadi Presdir Dirgantara grup, sekertaris Lee selalu standbye apalagi jika akan di adakan rapat penting seperti hari ini.
Tuan Mano mulai gelisah, sesekali di perhatikannya Kristal yang sedang sibuk membereskan berkas berkas yang akan di gunakan Tuan mudanya meeting nanti.
"Kristal, apa tadi kamu datang bersama sekertaris Lee??" Akhirnya Tuan Mano tak bisa membendung rasa penasarannya terhadap sekertaris Lee yang tak nampak di kantor.
"Iya Tuan muda, saya datang di Jemput Sekertaris Lee."
"Sudah berapa kali aku bilang,
berhentilah memanggilku seperti itu, kamu kan sudah tau siapa aku sebenarnya sekarang?"
"Eh... iya ya." Kristal berhenti sejenak ia agak gelagapan tapi kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.
"Kamu tau kemana Sekertaris Lee pergi sekarang??"
"Saya tak tau."
"Apa ia tak mengatakan sesuatu padamu saat mengantarmu kesini tadi??"
"Ti tidak!!" Mulanya Kristal ragu apakah sekertaris lee tadi mengatakan hal penting atau tidak, tapi kemudian ia sangat yakin, sekertaris lee tak mengatakan hal penting apapun."
"Ayok kita istirahat dulu cari makan!!" Ajak Tuan Mano tapi Kristal tetap asyik dengan pekerjaannya tak menyadari ajakan bossnya.
"Kristal!!"
"Eh iya Tuan Mano, eh.."
"Kamu kenapa sih??"
"Saya terlalu fokus dengan pekerjaan saya tuan maaf!!"
"Oh oke, barusan aku mengajakmu untuk makan siang dulu..."
"Tuan Mano keluar duluan saja, saya harus membereskan pekerjaan ini terlebih dulu,
bukankah nanti rapatnya sangat penting??
lagi pula saya belum lapar, nanti saya makan belakangan."
"Baiklah kalau memang begitu,
__ADS_1
aku pergi duluan, tapi kalau sudah selesai jangan sampai tidak makan ya?"
"Iya itu pasti tuan." Ujar Kristal, tak ingin memaksa kristal, Tuan Mano pun pergi meninggalkan Kristal yang masih sibuk di ruangannya membereskan berkas berkas.
Tuan Mano turun dengan menggunakan lift ke lantai dua, di sanalah ia akan menikmati makan siangnya.
Kantor perusahaan ini memang sangat lengkap, termasuk di dalamnya ada kantin yang terpisah antara petinggi perusahaan dengan karyawan biasa.
Setelah pintu lift terbuka terlihat yukuhide yang juga menuju kantin.
"Hey yuki?!!
Apa kau melihat sekertaris Lee??"
"Aku melihatnya tadi pagi, tapi dia terlihat buru buru pergi."
"Apa dia mengatakan sesuatu??"Tuan Mano mulai penasaran.
"Iya, dia bilang sampaikan pada Tuan Muda,
Saya akan datang telat karena ada sedikit urusan."
Dia ada urusan penting selainku??
apa diam diam dia punya kekasih ya?? Hhh
"Yuki, bisakah nanti setelah jam makan siang kamu mencari Sekertaris Lee??"
"Gak masalah masih ada Kristal dan Alena yang akan membantuku mempersiapkan rapat."
"Baiklah kalau begitu, setelah makan aku akan
segera pergi mencari Sekertaris Lee."
Mereka berdua kemudian menuju kantin dan makan bersama.
Selesai makan siang Tuan Mano segera meninggalkan kantin untuk kembali ke ruangannya, sementara yukihide sesuai dengan rencana awal akan mencari tau tentang keberadaan sekertaris Lee.
Tuan Mano melihat jam di tangannya menunjukan pukul 14:00 wib.
Ia membuka ruangan presdir yang masih kosong, mungkin kristal masih makan siang di kantin khusus karyawan makanya Tuan Mano tak bertemu dengannya.
Pandangan tuan mano tertuju pada meja kerjanya, ada Hp Kristal tertinggal di sana.
Dasar kristal gimana kalau ada orang lain yang masuk ke ruangan ini.
Baru saja ia duduk di kursinya, tiba tiba Alena membuka pintu ruangan tersebut.
"Eh Kak Maaf, Kristal mana??"
__ADS_1
Matanya menelusuri semua sudut ruangan.
"Ada apa Alena?" Tuan Mano menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, tak biasanya Alena mencari Kristal.
"Tadi Nyonya Rose telpon meminta Kristal pulang ke Apartemen katanya ada tamu yang ingin bertemu dengan Nona kristal."
"Oh.... Tunggu saja bentar, Kristal belum kembali karena dia tadi telat pergi makan siangnya, Hp nya juga ketinggalan tuh." Tukas Tuan Mano sambil mengedipkan matanya ke arah Hp Kristal.
"Ada apa ini??"
Tanya Kristal yang tiba tiba muncul dari balik pintu.
"Kristal kamu terlalu panik ya pergi meninggalkan ruangan dengan meninggalkan Hp mu di sana? Tuan Mano menunjuk letak Hp kristal.
"Oh iya maaf, tadi terlalu sibuk dan telat istirahat, begitu pekerjaan selese buru buru keluar dan melupakan Hp saya di sana." Ujar Kristal merasa sedikit bersalah.
"Kristal, tadi Nyonya Rose menelponku katanya kamu di suruh pulang ke Apartemen karena ada tamu yang menunggumu di sana."
Ujar Alena yang masih mematung di dekat pintu.
"Tamu??" Kristal berpikir sejenak, sementara Alena mengangkat bahu lalu pergi meninggalkan ruangan presdir.
"Kalau gitu kamu pulang duluan saja Kristal, tapi sayangnya aku gak bisa mengantarmu pulang lima menit lagi rapat di mulai, Alena juga gak bisa mengantarmu karena akan turut serta mempersiapkan rapat sementara yukihide gak bisa hadir dia sedang mencari Sekertaris Lee."
"Sekertaris Lee??"Lagi lagi kristal mengernyitkan dahi seolah sedang berpikir.
"Iya dari tadi pagi aku belum melihat Sekertaris Lee, jadi aku memutuskan untuk menyuruh yuki mencarinya."
"Oh ya ya ya, kalau gitu aku pulang duluan ya,
gak apa apa aku pulang sendiri saja naik taxi."
"Oke, hati hati di jalan." Kristal mengambil Hp nya lalu pergi meninggalkan ruangan presdir.
***
Kristal menghentikan taxi yang di tumpanginya tepat di depan gerbang utama Apartemennya, lalu ia turun, dia membuka pintu gerbang yang tidak di kunci.
Hari ini security memang tidak masuk kerja karena ada keluarga yang sakit,
harusnya yang tinggal di apartemen ada Nyonya Rose tapi begitu masuk di ruang tamu pintu tidak terkunci sementara tak ada siapapun di ruangan tersebut.
Kristal menelusuri setiap sudut ruangan. Hingga tibalah ia di ruang makan, Kristal melihat Sekertaris Lee sedang duduk di sana.
Kristal menghampirinya dan betapa kagetnya saat melihat sekertaris Lee sudah meninggal dengan pisau tertancap di bahunya.
Tiba tiba Nyonya Rose datang dan hendak menabrak sekertaris Lee.
"Aaaaa awas!!!"Kristal menjerit panik tangannya gemeteran.
__ADS_1
"Ada apa Nona kristal??"Tanya Nyonya Rose santai.
"Itu ada sekertaris Lee!! Dia sudah meninggal, dan kau hampir menabraknya!!" Kristal berteriak, ia terlalu panik bahkan ia berlari keluar dari apartemen dan kemudian menabrak seseorang yang ternyata Inspektur Kenzu.