
Seperti mimpi, kini Novi menjadi salah satu dari ribuan pelamar yang lulus tes administrasi dan akan berlanjut mengikuti tes berikutnya.
Gedung megah tertata rapi,
fasilitas yang sangat lengkap dari mulai ruangan presdir, ruang sekertaris,ruang rapat dan ruang kerja staff karyawan,sampe
restoran kelas elit.
Halaman yang cukup luas menyediakan taman yang cantik dan tempat parkir yang kondusif,benar benar membuat mata betah untuk menatapnya.
Novi berjalan sangat yakin,
memasuki ruangan sekertaris Lee,
untuk penyeleksian karyawan Presdir Dirgantara grup menyerahkan semua halnya pada Sekertarisnya Lee yang di anggap lebih berpengalaman.
Tahapan demi tahapan telah di lalui dan Novi di nyatakan lulus seleksi.
Betapa girangnya Novi karena bisa di terima bekerja di perusahaan dirgantara group.
Dengan sigap Novi mengambil ponsel dan segera menyambungkan ke rumah guna menelpon ibu dan Kristal.
"Hallo Kak."
"Iya Vi, gimana hasil tesnya?"
"Kak, Aku lulus tes, aku bisa bekerja di perusahaan Dirgantara Grup."teriaknya bangga.
"Syukurlah,itu berkat ketekunanmu juga."
"Berkat dukungan kakak dan doa ibu juga."
"Terus gimana apa kamu mau pulang dulu atau langsung menetap di sana?"
"Aku langsung nyari kontrakan kak, soalnya 3 hari lagi udah mulai masuk kerja."
"Baiklah Novi kalau gitu lain kali kakak jenguk kamu ke sana."
"Oke kakak,udah dulu ya kak Novi mau siap siap pulang dan cari kontrakan."
"Baiklah, bye."
Setelah telpon di tutup,kristal menghampiri ibunya yang masih di dapur.
"Ibu, Novi barusan telpon."
"Benarkah?? lalu gimana katanya?? apa Novi baik baik aja di jakarta??"
__ADS_1
"Novi baik bu, dan dia udah lulus seleksi."
"Syukurlah kalau gitu."
"Tiga hari lagi Novi mulai kerja, jadi dia hari ini mau langsung cari kontrakan."
"Sebenarnya ibu khawatir, ini pertama kalinya Novi tinggal di ibu kota."
"Apa Kristal perlu telpon Ryu supaya mau membantu Novi bu??"
"Sekiranya Nak Ryu bersedia, itu ide yang cukup bagus."
"Sebentar bu, Kristal telpon Ryu dulu... "
"Baiklah, semoga tidak merepotkan nak Ryu"
Kristal mulai menyentuh layar Hp yang sedari tadi ada di dalam genggamannya, dan tak butuh waktu yang lama, Ryu sudah mengangkat telponnya."
"Hallo Kristal, apa ada yang perlu
aku bantu??"
"Hari ini hari pertama Novi ke jakarta untuk tes kerja,dan dia sudah di terima kerja di sana, bisa gak kalau ada waktu tolong jengukin Novi??"
"Bisa donk, kalau boleh tau Novi kerja dimana??"
"Oke,besok aku jenguk dia kesana nanti kirim aja ya alamat lengkap Novi di sana."
"Oke Ryu, makasih."
"Sama sama."
"Maaf sudah merepotkan."
"Sudah, Jangan sungkan !!
Oya Kristal.."
"Iya Kenapa??"
"Gimana keadaanmu??"
"Aku baik baik aja."
"Syukurlah kalau gitu,nanti kalau kamu mau jenguk Novi kesini, tinggal bilang, aku bisa jemput."
"Iya Ryu terima kasih banyak."
__ADS_1
"Ya udah, Aku ada sedikit urusan dulu,lain kali di sambung."
"Baiklah Ryu."
Mereka menghakhiri telpon dan kembali pada aktivitas masing masing.
***
Di ruang presdir Dirgantara goup sekertaris Lee mengetuk pintu.
"Siapa?"
"Saya tuan muda."
"Masuklah... "
Sekertaris Lee masuk dengan membawa beberapa berkas di tangannya.
"Tuan muda, ini laporan penerimaan pegawe baru, silahkan anda periksa langsung data pribadinya."
Menyodorkan berkas ke meja Tuan Mano.
"Hem."Tuan Mano menerima dan mulai memeriksa satu persatu.
"Eh... "
Fokus pada suatu berkas
"Kenapa tuan muda?"
Mengernyitkan dahi sambil menerka apa yang salah.
"Ini Novi adiknya Kristal kan??"
Aduh kenapa bisa kebetulan sih...
"Apa tuan muda ingin mengeluarkannya??"
"Tidak, jika dia lulus tes, kenapa harus di keluarkan,
tapi tetap jaga rahasiaku, jangan ada 1 karyawan pun yang tau masa laluku"
"Baik tuan."
"Kamu boleh kembali pada pekerjaanmu sekarang."
Cih mengusir secara halus.
__ADS_1