
"Kristal?? Kenapa kau berlari lari seperti itu? kamu terlihat panik, ada apa??" Tanya Inspektur Kenzu yang kebetulan sedang berjalan di area tersebut ketika Kristal menabraknya.
"Itu Pak, itu di apartementku ada Sekertaris Lee, dia terlihat sudah meninggal dan wanita itu hampir menabraknya??" Tangan kristal gemeteran, wajahnya terlihat pucat.
"Siapa yang kamu maksud wanita itu??"
"Nyonya Rose !!"
"Ayo kita kesana lagi!!"
"Aku gak mau kembali kesana."Kristal masih sangat ketakutan.
"Tapi aku harus memeriksanya, dan kau harus menunjukannya padaku, kamu gak perlu takut, ada aku oke!!" Akhirnya Kristal mau kembali masuk ke apartemen untuk menunjukan lokasi tubuh Sekertaris Lee kepada Inspektur Kenzu.
Kristal memasuki pintu utama Apartemen dengan sangat hati hati, Inspektur Kenzu mengikutinya dengan menggenggam tangannya agar kristal sedikit tenang.
Di ruang makan itu lah sekertaris Lee duduk dengan sebilah pisau menancap di punggungnya,
tiba tiba nyonya Rose muncul.
"Siapa yang pertama kali menemukannya??"
Tanya Inspektur kenzu.
"Sa....ya."Jawab kristal masih cemas.
"Lalu anda siapa?" Tanya sekertaris Lee pada nyonya Rose.
"Saya Rose."Jawab Rose.
"Maksudku ada keperluan apa anda di Sini??"
Tanya Inspektur Kenzu karena merasa sudah tau nama Nyonya Rose dari Kristal.
"Saya Assisten Rumah tangga di sini."
"Anda buta??"
"Iya saya buta."
"Ada berapa orang yang tinggal di Apartemen ini??"Pertanyaan beralih pada kristal.
"Selain Nyonya Rose,Saya tinggal bersama Alena adik angkat Tuan Mano, dan ada juga seorang security tapi hari ini dia gak masuk kerja karena keluarganya ada yang sakit."
"Kalau Nona Alena, di mana dia sekarang??
__ADS_1
dan bisakah Nona kristal menjelaskan bagaimana Nona bisa ada di sini menemukan mayat sekertaris Lee."
"Nona Alena masih di kantor bersama Tuan Mano, harusnya saya juga masih di kantornya Tuan Mano karena saya juga bekerja di sana."
"Tapi tadi sekitar jam dua lebih Tuan Mano menyuruh saya pulang duluan karena Alena menerima telpon dari nyonya Rose yang menyuruh saya pulang karena di apartemen ada tamu untuk saya.
Tapi begitu saya sampai ke Apartemen, saya melihat Sekertaris Lee sudah seperti ini, saya syok saya gak percaya."
Kristal mencoba menjelaskan dengan tenang meskipun sebenarnya masih takut.
"Apa?? saya menelpon Alena??" Tiba tiba Nyonya Rose bereaksi seolah tak percaya.
"Apa benar Nyonya Rose menelpon Nona Alena??"
"Tidak, saya tak pernah menelpon siapapun."
Inspektur Kenzu mengernyitkan dahi karena peristiwa ini menyisakan misteri, keterangan kristal tak singkron dengan pengakuan Nyonya Rose, bagaimana mungkin.
"Nyonya Rose Tiga puluh menit yang lalu anda ada dimana??"
"Saya ada di pasar, setiap hari saya ke pasar untuk berbelanja sayur."
"Jadi anda baru saja kembali dari pasar??"
"Benar Pak Inspektur."
"Iya saya buta, saya tau anda seorang inspektur kepolisian dari suara anda yang terdengar berwibawa."
"Wah anda sangat hebat Nyonya Rose."
"Iya benar, Nyonya Rose sangat hebat dia bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat, bisa juga memasak makanan yang enak untuk kami." Kristal menambahkan.
"Baiklah cukup dulu, saya akan menelpon ambulan dan kantor polisi, sampai mereka datang nanti jangan ada yang merubah posisi apapun yang ada di sini."
"Baik pak Inspektur ." Jawab Kristal dengan Nyonya Rose kompak.
****
Inspektur Kenzu.
Adik kandung dari Dokter Agata ini sudah sedari kecil terlahir di Indonesia meskipun dalam tubuhnya mengalir darah Jepang.
Saat masih SMA Kenzu satu sekolah dengan mamahnya Ryu,
bahkan diam diam menyimpan perasaan sama mama nya Ryu.
__ADS_1
Mulanya Kenzu berniat mengutarakan isi hatinya pada mamanya Ryu setelah ia menyelesaikan pendidikannya di kepolisian. Namun ketika kenzu sudah menyelesaikan pendidikannya dan mulai bekerja di kantor polisi mama nya Ryu sudah keburu bertunangan dengan dokter Agata kakak kandungnya sendiri.
Mungkin itu yang jadi penyebab kenapa sampai saat ini Inspektur kenzu masih menjomblo, hatinya patah pada saat cintanya baru mulai tumbuh.
Meskipun kakaknya dokter Agata dan Ryu sering menyinggung soal pasangan ideal untuk Inspektur kenzu tapi kenzu lebih memilih diam dan tersenyum.
Tak ada yang tau akan perasaannya, ia benar benar telah menyimpan rapat rahasia pribadinya.
Ia tak mau mengganggu suasana romantis kakak dan temannya, ia memilih diam dan mengalah, menyimpan sendiri rasa cinta yang belum sempat ia ungkapkan pada wanita yang kini telah jadi kakak iparnya.
Walau begitu kejadiannya tapi Inspektur kenzu tetap menyayangi mamanya Ryu begitupun pada Ryu dan dokter Agata kakaknya.
Setelah Kenzu menelpon ambulan dan kantor polisi, tak lama kemudian mobil ambulan dan tim gabungan kepolisian datang. Kepolisian memberikan garis polisi dan menyelidiki tempat tersebut guna mencari fakta fakta kematian sekertaris Lee.
Setelah penyelidikan di rasa cukup, mobil ambulan di beri ijin untuk membawa jenazah sekertaris Lee ke rumah sakit, akan di lakukan autopsi terhadap mayat korban jika pihak keluarga korban memberi ijin.
Setelah ambulan membawa pergi mayat korban, kristal dan nyonya Rose pun ikut bersama inspektur kenzu ke kantor polisi guna memberikan kesaksian lebih lanjut.
Sementara itu tempat tersebut di jaga ketat oleh beberapa orang polisi.
Berita kematian sekertaris Lee tersebar dengan sangat cepat,
Seisi gedung dirgantara sedang membicarakannya.
Ada yang mengatakan sekertaris Lee mungkin terkena serangan jantung, ada juga yang mengatakan bahwa ia telah di bunuh.
Tuan Mano sangat terpukul atas kejadian ini.
bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi??
Siapa yang berani melakukan ini??
Tuan Mano mengepalkan tangannya, dia sangat marah dan menyesal atas kejadian yang menimpa Sekertaris kebanggaannya.
Beberapa kali ia memukul meja kerjanya, untung saja terbuat dari kaca yang sangat tebal kalau tidak mungkin sudah pecah dan melukai dirinya.
"Tuan Muda...." Yukihide yang baru kembali ke kantor langsung menemui Tuan Mano di ruangannya. Tuan Mano tak mampu berkata apapun, jiwanya kini telah bergejolak.
"Sebaiknya kita pulang, dan kita liburkan kantor untuk beberapa hari." Ujar yukihide mengusulkan.
Bukan tanpa alasan yukihide mengusulkan hal tersebut, ini berhubungan dengan rumor yang beredar tentang kematian sekertaris lee, semua orang tak bisa bekerja dengan tenang di kantor ini setelah munculnya berita kematian sekertaris Lee.
Bagi yukihide lebih baik kantor di liburkan beberapa hari sampai kasus kematian sekertaris Lee mendapat titik terang, meskipun sempat ragu sarannya bisa di terima tuan mano tapi ternyata tuan mano mau menerima usulan yukihide.
Jadi mulai hari itu, bertepatan dengan keluarnya berita kematian sekertaris Lee, kantor dirgantara grup di tutup sementara, dan para karyawan di liburkan sampai waktu yang telah di tentukan.
__ADS_1
Selamat jalan sekertaris Lee....
Namamu akan tetap di kenang oleh seluruh penghuni dirgantara group.