
Di rumah Ryu ada bibi Sri yang sedari tadi mondar mandir gak garuan seperti setrikaan,entah apa yang di pikirkan wanita itu.
"Eh bi, kenapa sih?? dari tadi mondar mandir??"teguran mama Ryu mengagetkan bibi Sri yang sedang bingung.
"Itu Nyonya,Den Ryu belum juga turun buat sarapan, ini udah jam 07:00 " Bibi Sri Cemas.
"Apa?? Ryu belum turun??udah di cek ke kamarnya belum??"
"Belum nyonya."
"Oalah bi... bibi ini gimana sih??"Kata mamanya langsung bergegas menuju kamar Ryu yang terletak di lantai dua.
"Ryu...??!! (tok,,tok,, tok,, tok,,) udah siang nak, cepet bangun sarapan,kamu bisa terlambat sekolah Nak??"
Tapi dari dalam tak ada suara...
"Ryu...?!!
Klik, Ternyata pintunya tak di kunci...
Mama Ryu masuk dan betapa kagetnya melihat Ryu terbaring lemah...
"Bibi...??!!!"
"Iya Nyonya !! Saya di sini... Den Ryu kenapa??"
"Cepat kamu panggil mang diman, kita akan segera bawa Ryu ke Rumah sakit.
Ryu sakit bi, badannya panas dan sampe pingsan,
Papanya lagi tugas ke luar negeri, jadi kita harus bawa Ryu ke Rumah sakit.
Cepat bi.......!!!"
"Iya baik nyonya..."Bi Sri segera bergegas memberi tau mang diman.
Tut tut tut menelpon nomor Luar Negeri...
"Hallo mah, ada apa??"suara dari sebrang.
__ADS_1
"Hallo pah, aduh pah, Ryu sakit sampe pingsan, papah kapan pulang ke Indonesia??"
"Papah akan segera pulang mah,
Urusan di sini udah selese, mamah bawa dulu Ryu ke Rumah sakit biar teman papa nanti yang tangani."
"Iya pah mama tau, ini juga mau pergi ke Rumah sakit, kalau gitu mama pergi dulu mang diman udah siap."
"iya mah, kabari papa untuk setiap perkembangan Ryu."
"iya pah."Klik, Telp di tutup.
Ryu di bawa ke salah satu RSU di ibu kota,
sepanjang jalan tidak ada yg bicara,
baik mama Ryu, bibi Sri dan mang Diman, semuanya terdiam dengan wajah cemas.
Sesampai Rumah sakit Ryu langsung di tangani Dokter profesional yg merupakan teman kerja papa Ryu.
Di luar negeri sana, papa Ryu bingung karena masih ada pertemuan dengan pasien,
teringat akan adiknya yang sangat akrab dengan anaknya Ryu lalu mencoba menghubunginya.
"Iya Kak, memangnya kenapa??"
"Ponakanmu ryu hari ini masuk Rumah sakit sementara aku masih ada di luar negeri yang juga urusan pasien, bisa minta tolong gak temani kakakmu jagain Ryu."
"Iya Kak, tentu saja, aku akan segera ke sana."
"Baiklah Kenzu terima kasih"
Hah? Remaja detectiv itu sakit??
Seluruh penduduk bumi akan ikut sakit kalau dia sakit
Baiklah aku akan segera kesana pasti kakak ipar sangat cemas
Tidak sampai 30 menit, Kenzu yang merupakan adik dari Ayah Ryu sudah sampai di Rumah sakit,bergabung bersama mama Ryu, bibi Sri, dan mang Diman.
__ADS_1
"Ku rasa Mang Diman dan Bibi Sri bisa pulang lebih dulu,kakak ipar juga boleh pulang biar aku saja yang menunggu Ryu di sini."
"Aku akan tetap menunggu Ryu, mang Diman dan Bibi Sri boleh pulang."Kalau keputusan Nyonya sudah keluar, mang diman dan bibi Sri tidak menunggu lagi, mereka langsung pulang.
"Padahal Kakak juga bisa pulang Istirahat lho.."
"Tidak Kenzu, Ryu anak ku jadi aku akan menunggunya."
"Baiklah kak, kalau begitu."
Tiba tiba Dokter keluar dari Ruangan Ryu.
"Gimana kondisi Ryu dok??"
"Gimana kondisi anak saya dok??"Mama dan Kenzu,bertanya dengan serentak.
"Kondisi pasien sudah lebih baik, pasien hanya kecapean saja,sepertinya habis perjalanan jauh, dan sepertinya faktor pikirannya juga mungkin pasien sedang memikirkan sesuatu...."
Remaja Detectiv itu bukankah setiap hari juga memikirkan banyak kasus??
berpikir sepertinya bukan hal aneh yang bisa membuat pikirannya drop dan sakit seperti ini.
"Dokter, Apa kami sudah bisa melihatnya??"
"Oh tentu saja,silahkan tapi pasien masih belum sadar, tapi jangan kuatir kondisinya tak terlalu buruk,saya pamit."
"Baik Dokter... "
Sesampainya di dalam...
"Kristal... Kristal..."Ryu mengigau.
"Eh... Kenapa dia menyebut nama Kristal??"
"Kaya Kakak gak pernah muda saja??"
"Kenzu maksud kamu??"
"Sepertinya Ryu sudah jatuh cinta sama Kristal kak,mungkin Ryu sakit karena terlalu memikirkan Kristal."
__ADS_1
"Apa??"
"Sudah kak, yang penting Ryu cepat sembuh."