
Dirgantara Grup hari ini benar benar sibuk.
Terkhusus para petinggi perusahaan,
karena akan di adakan rapat antar klean,
baik dengan klean dari dalam maupun luar negeri.
Di antara banyaknya orang yang datang sebagai tamu Dirgantara Group.
Ada seorang wanita dengan perawakan tinggi, berkulit putih dan berambut pirang karena di cat,
dia berjalan begitu angkuhnya menuju ruang Presdir.
Seseorang staf mencegahnya masuk namun dia memaksa masuk.
"Siapa itu??"Tanya Sekertaris Lee.
"Maafkan saya Tuan, Nona ini memaksa masuk."
"Biarkan dia masuk."
Sekertaris Lee memerintahkan staf kantor untuk melepaskan wanita itu tanpa persetujuan Tuan Mudanya Tuan Mano".
"Apa apaan ini??"Tuan Mano merasa tersinggung.
"Kenalkan saya Alena,
Hallo Sekertaris Lee lama sekali kita tak berjumpa.
Saya baru dengar kabar kalau Kakak Mano sudah kembali,
ternyata kak Mano sangat tampan yah."
"Apa??"Tuan Mano seperti tersambar petir di siang bolong.
"Jaga sikap anda Nona Alena,
saya tau Tuan Besar sangat menyayangi anda dan ibu anda, tapi jika nona tak tau batasan terhadap Tuan Muda jangan salahkan saya jika berbuat kejam terhadap anda."
"Wah ancaman yang sangat mengerikan Sekertaris Lee,tapi jika anda mengerti anda pasti sudah menduga kan kedatangan saya kesini untuk apa??"
__ADS_1
"Saya tidak main main Nona dan saya tau tentang anda."
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk,
Sekertaris Lee membukakan pintu.
"Maaf Tuan,
Seluruh tamu sudah hadir, rapat akan segera di mulai."
Salah satu staff sekertaris melaporkan dari luar,
"Baiklah, kami semua akan segera kesana."Jawab Sekertaris Lee.
Tuan Mano hanya terdiam, kata kata wanita muda di hadapannya sungguh menyayat hati, bagaimana tidak,
dia baru tau kalau dia punya seorang adik.
Selama ini ibunya cenderung menutupi kisah ayahnya,ayahnya di anggap telah meninggal dari dia masih kecil.
Tapi sekarang tiba tiba ada yang mengaku sebagai adiknya.
Pikirnya apakah ayah selingkuh dengan wanita lain dan membuat ibu murka dan membawaku pergi meninggalkannya,
dan hidup di pedesaan tanpa mengingatnya lagi.
"Nona Alena,maaf kami tak ada waktu untuk meladeni anda, kita bicarakan saja lain waktu,
Ayo tuan muda,rapat akan segera di mulai."
Semua orang berhambur meninggalkan ruangan presdir menuju ruang rapat,
tak terkecuali Alena.
"Sekertaris Lee, Siapa dia sebenarnya?? apa benar dia adik ku??"Tuan Mano geram pada Sekertaris Lee tapi suaranya di tahan,jadi suaranya hanya seperti bisikan.
"Maaf Tuan, Nanti akan saya ceritakan."
Bagi Sekertaris Lee ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya karena banyak pekerjaan kantor yang harus di urusnya.
__ADS_1
Kesibukan di kantor hari ini sungguh sangat memuakan bagi Tuan Mano, tapi sebetulnya bukan itu sebabnya.
Apa lagi kalo bukan soal kedatangan tamu asing tadi,wanita muda bernama Alena dan Sekertaris Lee seperti mengenalnya dengan baik.
"Sekertaris Lee,
Kenapa kau tidak memberitauku hal sepenting ini??"
Tanya Dalla saat jam kantor telah usia,
Dalla sengaja menahan sekertaris Lee untuk tidak pulang dulu sampai hal ini jelas.
"Maafkan saya Tuan,
Saat saya pertama kali menemukan tuan, hal yang paling penting bagi saya yaitu untuk membuat Tuan sembuh dan normal kembali.
Kemudian mengajari tuan tentang Perusahaan yang Tuan Besar wariskan kepada Tuan muda dengan segala persoalannya.
jadi soal Alena benar benar terlupakan,
maafkan saya tuan."
Sekertaris Lee menunduk malu.
Sementara Tuan Mano mulai menyadari betapa beratnya tugas seorang Sekertaris seperti Sekertaris Lee.
Akhirnya ia hanya bisa menghembuskan nafas dalam dalam,
mencoba meredam semua amarahnya.
"Baiklah Sekertaris Lee, kesalahanmu kali ini ku maafkan, sekarang ceritakan bagaimana kisah masa laluku,
bagaimana ayahku yang sebenarnya??
dan kenapa harus ada Alena???"
"Baiklah Tuan Muda, akan saya ceritakan."
Tuan Mano mempersilahkan Sekertaris Lee untuk duduk di sofa yang ada di Ruang Presdir.
Sekertaris Lee duduk senyaman mungkin dan akan mulai bercerita tentang Kisah masa lalu Keluarga Presdir Dirgantara Group.
__ADS_1