KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Perjanjian Kerja


__ADS_3

Hari ini Kristal datang ke sebuah Kaffe yang telah di tunjuk oleh sekertaris Lee,


sesuai permintaan kristal datang sendiri


tidak bersama Ryu.


Sesampainya di Kaffe Kristal melihat sekeliling kaffe mencari sekertaris Lee barangkali sudah menunggu namun nihil,bahkan kaffe terlihat sepi pengunjung,, akhirnya kristal memutuskan bertanya pada pelayan kaffe.


"Maaf Nona, apakah sudah ada pesanan meja atas nama Tuan Lee??"


"Tunggu sebentar ya, saya cek dulu..


Oh di sana nona mejanya."


Kristal bergegas menuju meja yang di tunjuk pelayan kaffe tadi,lalu memesan beberapa menu.


Kristal nunggu selama sepuluh menit, baru setelah itu sekertaris Lee muncul tidak sendirian tapi bersama presdir mudanya.


Huuh mereka curang,


Aku di suruh datang sendiri tapi lihat mereka,


ini pengeroyokan namanya?!


Presdir muda dan sekertaris Lee menghampiri kristal dan duduk berhadapan dengan kristal,


"Maaf Nona sudah membuat anda menunggu."


Sekertaris Lee memulai pembicaraan.


"Gak masalah Tuan, saya mengerti anda sibuk."


Kalian sudah membuatku grogi,membuatku kesal menunggu pula, huh orang kaya memang seenaknya.


"Ini sudah saya siapkan surat perjanjian kerja,di sini tugas tugas Nona tertera dengan jelas, silahkan di pelajari, jika ada yang ingin di tanyakan silahkan tanyakan."


"Baik Tuan."


Sambil meraih berkas berkas yang di sodorkan sekertaris Lee.

__ADS_1


Satu persatu poin perjanjian kerja di baca oleh kristal dengan teliti.


"Bagaimana Nona apa anda setuju??Kalau setuju silahkan di tandatangani."


Kristal bimbang setelah melihat isi perjanjian kerjanya,


di situ tertera kalau kristal akan bekerja sebagai Asisten pribadi Presdir Dirgantara Group,


dari sekian banyak peraturan intinya kristal harus menerima apapun titah sang Presdir,


apalagi di akhir kalimat ada kata mutiara yang sangat menusuk jiwa.


Anda taat anda selamat


Sepertinya mereka sangat sadis, apa aku akan kuat??


"Tuan,bolehkah saya minta waktu untuk memikirkan hal ini??"


"Tentu saja...


Saya kasi waktu nona 5 menit


untuk berpikir."


menyebalkan sekali mana di situ tertera kalau tanggung jawabku bekerja selama 1 tahun, padahal Novi bolos kerja cuma seminggu, masa ganti ruginya setahun??


Tapi demi Novi Kristal rela melakukan Pekerjaan itu.


Lagi pula kalau tidak mau kerja selain tidak dapat bantuan dari perusahaan untuk mencari Novi,


juga akan di denda sebanyak Tujuh milyar karena Novi absen selama Tujuh hari uang darimana coba??


Sebenarnya Ryu mengusulkan pada Kristal untuk mencari Novi secara pribadi tanpa melibatkan perusahaan Dirgantara,


tapi selama ini kristal merasa sudah terlalu banyak menyusahkan Ryu,


Kalau kristal sudah memutuskan seperti itu Ryu gak bisa gimana.


"Saya setuju dengan perjanjian kerjanya tuan,

__ADS_1


saya akan tanda tangani ini sekarang."


Tanpa berpikir lagi Kristal langsung menanda tangani surat perjanjian kerja yang di berikan oleh sekertaris Lee,


terlihat senyuman puas dari presdir Dirgantara yang mempesona dan membawa luka.


"Baiklah Nona, ku rasa urusan kita sudah selesai."


"Terima kasih sekertaris Lee,


anda bekerja sangat keras."


"Heh, apa maksudmu??


Kau mau bilang kalau aku menyebalkan ya?? sampai bilang seperti itu pada sekertaris Lee??"


Presdir yang sedari tadi cuma menonton adegan Kristal dengan sekertaris Lee akhirnya bicara juga.


Pancinganku berhasil rupanya, Hihihi


"Tidak Tuan, tidak bermaksud seperti itu".


Tuan muda, mungkin nona kristal menyadari kalau anda aneh, anda ikut denganku hanya untuk menyaksikanku dengan nona kristal,hanya memastikan kalau aku tidak menyentuh nona.


"Baiklah Kalau sudah waktunya bekerja akan ada pihak kami yang menjemput anda,


ayok Tuan Muda, urusan kita sudah selesai."


Tuan muda berhentilah menatap nona kristal seperti itu, bisa bisa nanti nona kristal curiga.


Sang Presdir sadar dari keasyikannya lalu pergi di ikuti Sekertaris Lee meninggalkan kaffe.


Sementara kristal tak peduli dengan kepergian mereka, Kristal lebih memilih menikmati dulu menu yang sudah di sediakan kaffe,


dan ketika akan membayarnya ternyata sudah di bayar olehnya,


bahkan satu kaffe untuk hari ini sudah di bayar presdir Dirgantara grup.


Pantes saja kaffenya sepi pengunjung, sudah di setting sekertaris Lee rupanya,horang kaya mah bebas.

__ADS_1


Kristal berjalan gontai menuju rumah Ryu,


Sementara ini kristal masih akan menginap di rumah Ryu.


__ADS_2