KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Sidang kedua


__ADS_3

Sehubungan dengan kasus pembunuhan sekertaris Lee, kini apartement tempat tinggal Kristal dan Alena tidak lagi bisa di tempati.


Sebagai TKP tempat tersebut di beri garis polisi, dan di jaga ketat oleh petugas kepolisian, tidak sembarang orang boleh keluar masuk tempat tersebut.


Oleh karena itu Kristal dan Alena kini di ajak tinggal bersama Tuan Mano di Rumah pribadinya, begitupun dengan Nyonya Rose dan Yukihide, hal itu memang di sarankan pihak kepolisian agar mempermudah pihak penyidik jika suatu waktu memerlukan keterangan para saksi.


Sidang pertama telah di laksanakan beberapa hari lalu, dan hari ini akan kembali di gelar sidang kedua, ada beberapa saksi yang belum sempat memberikan keterangan, dan mungkin hari ini akan menjadi sidang putusan untuk mengungkapkan siapa yang menjadi tersangka.


Baik Tuan Mano, Yukihide, Alena, Kristal dan Nyonya Rose, pagi ini telah bersiap untuk pergi menghadiri sidang kedua, selesai sarapan pagi mereka berkumpul di halaman rumah kemudian memasuki mobil jenis kijang berwarna silver.


"Bagaimana Tuan Mano? apa udah siap?" Tanya Yukihide yang sudah siap mengemudikan mobil, tangannya sudah memegang setir, sementara


lelaki yang duduk di sampingnya hanya mengangguk sedikit tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, begitupun dengan dua wanita yang duduk pada jok belakang.


"Baiklah, kalau gitu kita berangkat sekarang."


Yukihide memberikan komando kemudian melajukan mobil dengan kecepatan sedang membawa mereka menuju ke persidangan kedua.


Beruntung jalanan hari ini cukup lenggang sehingga memudahkan yukihide dalam mengemudi,


tiba tiba di tengah perjalanan....


"Nona Kristal!! apa anda punya hubungan spesial dg Tuan sekertaris Lee??tiba tiba pertanyaan Nyonya Rose mengejutkan semua orang yang berada di dalam mobil."


"Jaga ucapan anda nyonya!!


bagaimana bisa anda berpikir seperti itu??seluruh waktu Sekertaris Lee untuk Tuan Muda dan perusahaan, bahkan saya gak pernah berpikir kalau Sekertaris Lee bisa jatuh cinta pada wanita." Kristal sangat emosional mendengar pertanyaan Nyonya Rose yang di rasa menjatuhkannya.


"Tapi saya sering melihatmu di antar jemput s


Sekertaris Lee Nona?" Sergah Nyonya Rose


"Apa? melihat katamu?? bukankah kau ini buta ya??" Kristal merasa sangat kesal.


"Melihat dg hati dan perasaan, itu maksudku." Nyonya Rose berkilah.


"Ku rasa yang Kristal bilang benar, seluruh hidup Sekertaris Lee adalah Perusahaan Dirgantara Grup, mengembangkan Perusahaan sendirian di saat Tuan Besar tiada dan Tuan muda belum di temukan, bukanlah perkara mudah, tapi lihatlah Sekertaris Lee berhasil memajukan Dirgantara group." Yukihide ikut berpendapat.


"Yuki....." Rupanya Alena tak bisa terima saat yukihide membela kristal, ia cemburu.

__ADS_1


"Diam Kalian!!" Tuan Mano berteriak kesal, sepagi ini sudah harus mendengar keributan seperti itu di saat hatinya bersedih.


Akhirnya semua orang terdiam, sampai mobil memasuki halaman gedung persidangan, bahkan sampai saat mereka semua keluar dari mobil tak ada seorang pun di antara mereka yang berbicara, mereka berjalan ke ruang siang dengan diam seribu bahasa.


"Semua hadirin harap tenang, kita akan melanjutkan sidang yang telah tertunda selama beberapa hari." Satu di antara tiga hakim memulai acaranya.


"Sidang kali ini masih menampung keterangan para saksi,


Kalau semua sudah siap, kita langsung saja dengarkan keterangan Nona Kristal, silahkan Nona!!."


"Terima kasih yang Mulia...."


Kristal bangun dari tempat duduknya, siap memberikan kesaksian.


"Pagi harinya di Hari kejadian sekertaris Lee memang menjemput saya untuk pergi ke kantor. Sebenarnya bukan hal yang aneh Sekertaris Lee menjemput saya untuk pergi ke kantor karena merupakan tugas harian yang di berikan Tuan Muda Mano padanya,


Itu karena saya tidak bisa nyetir sendiri jadi kadang di jemput sekertaris Lee kadang di ajak Alena.


Sesampainya di kantor saya tidak melihat lagi Sekertaris Lee.


Bahkan Tuan Mano sempat menanyakannya, dan pada jam 2 siang, setelah saya makan siang, Alena berpesan pada saya katanya Nyonya Rose menunggu saya di Apartemen.


"Sesampainya di apartemen betapa kagetnya saya melihat Sekertaris Lee sedang duduk di ruang makan dalam kondisi sudah tak bernyawa.


Saya benar benar syok tak tau apa yang harus saya lakukan, lalu saya berlari keluar dan menabrak Inspektur Kenzu."


Kristal tak bisa menahan diri, tangisnya pecah saat mengingat kejadian tersebut.


"Inspektur kenzu, apa benar demikian??"


"Benar yang mulia, dan saya memaksa nona Kristal agar mau kembali masuk ke Apartemen untuk melihat kembali korban, meskipun Nona Kristal ketakutan akhirnya nona kristal mau menunjukan padaku, dan saat saya masuk ke dalam di sana sudah ada nyonya Rose."


"Saya baru datang dari pasar yang mulia." Tukas Nyonya Rose.


"Nona Kristal, apa sepanjang perjalanan pagi saat Sekertaris Lee menjemput anda ke kantor ada mengatakan sesuatu, atau mengobrol dg anda??"


"Tidak. Sekertaris Lee tidak ngobrol apapun dg saya, tapi waktu itu ada seseorang yang menelpon Sekertaris Lee tapi saya gak bisa dengar pembicaraan mereka."


"Baiklah nona kristal keterangan anda ku rasa cukup."Jaksa mengahiri introgasinya.

__ADS_1


"Baik, kalau tidak adalagi pertanyaan untuk Nona Kristal kita lanjutkan kepada saksi berikutnya Nona Alena."


"Terima kasih yang Mulia.


Perkenalkan Nama saya Alena Adik angkat Tuan Mano,saya tinggal bersama Kristal dan Nyonya Rose di Apartemen yang merupakan TKP.


Tapi saat kejadian hari itu,


saya sama sekali tidak bertemu Sekertaris Lee, pagi pagi sekali saya pergi karena ada yg harus saya urus sebelum saya pergi ke kantor. Saya baru tau bahwa sekertaris Lee telah terbunuh setelah beritanya masuk TV."


Alena mengahiri keterangannya dg menggigit bibir karena merasa ngeri mengingat kejadian itu.


"Nona Alena apa benar Nyonya Rose menelpon anda dan berpesan agar nona Kristal segera pulang karena ada tamu??"


"Iya pak, saya yakin itu."


"Baik, kalau tidak ada pertanyaan untuk nona Alena kita lanjutkan kepada kesaksian nyonya Rose."


"Terima kasih yang mulia,


Perkenalkan saya Nyonya Rose, saya bekerja di Apartement itu untuk Nona Alena dan Nona Kristal.


Saat kejadian saya sedang berada di pasar, waktu saya pulang ke Apartemen Sekertaris Lee sudah terbunuh, tidak banyak yang bisa saya jelaskan."


"Nyonya Rose, apa benar anda yg meminta Nona kristal pulang lebih awal??"


"Tidak, bukan saya."


"Tapi Nona Alena sangat yakin anda yang menelpon Nona Alena dan meminta nona Kristal pulang lebih awal??"


"Bisa saja suaranya mirip dengan saya tapi itu bukan saya pak."


"Apa masih ada yang di pertanyakan terkait saksi saksi??"


"Tidak ada yg Mulia."


"Baiklah sidang untuk sementara di tutup, sidang akan akan di lanjutkan setelah jam makan siang


Sidang di tutup,tok tok tok !!" Hakim menutup sidang, dengan otomatis hadirin keluar ruangan dengan tertib.

__ADS_1


__ADS_2