KRISTAL YANG RETAK

KRISTAL YANG RETAK
Sidang pertama


__ADS_3

Hari ini akan di gelar sidang pertama untuk kasus kematian Sekertaris Lee.


Baik Kristal,Tuan Mano, Nyonya Rose, Alena maupun Yukihide di panggil ke persidangan untuk memberikan keterangan Sebagai Saksi.


Suasanya ruang sidang sangat tenang, para hadirin berbaris rapi menempati tempat duduk yang telah di sediakan.


Ada tiga hakim yang akan memimpin sidang hari ini.


"Sidang hari ini akan di mulai, para hadirin di persilahkan duduk." Seorang hakim mulai membuka acara.


" Baiklah untuk Tuan Mano, anda di persilahkan untuk mulai memberikan kesaksian anda."


"Terima kasih yang Mulia !!"


Terlihat jelas bibir dan tangan Tuan Mano bergetar,


rasa pahit dan amarah masih menyelimuti relung hatinya.


Bagaimana tidak,


Sekertaris Lee yang membawanya mendapatkan hak atas Perusahaan Dirgantara Group dan dia juga yang berhasil menjaga dg baik perusahaan setelah Ayahnya tiada dan sebelum dia kembali.


Namun kini ia telah tiada, dengan cara yang mengenaskan.


Bahkan di saat belum sempat terucap kata terima kasih dari bibir manisnya kepada sekertaris Lee, dalam hatinya ia mengutuk siapapun pembunuhnya jika memang kematiannya adalah pembunuhan.


"Seperti yang kita semua tau, sekertaris Lee adalah orang kepercayaan perusahaan besar Dirgantara group.


Secara pribadi saya mengucap bela sungkawa atas kematian sekertaris Lee yang secara tiba tiba, saya sangat menyesal, sekertaris Lee yang selama ini bekerja sangat profesional di perusahaan kami, sangat baik dan bertanggung jawab tapi bisa berakhir seperti ini, saya bener bener tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini."


Tuan Mano berusaha mengingat apa yang terjadi saat peristiwa itu terjadi, lalu ia melanjutkan keterangannya.


"Hari itu sedari pagi saya sudah tidak melihat Sekertaris Lee nampak di kantor, saya sudah tanya Alena dan Yukihide yang juga bekerja di kantor saya tapi Yukihide bilang Sekertaris Lee berpesan agar saya melanjutkan meeting hari itu tanpa harus menunggunya, kemudian saya mengutus yukihide untuk mencarinya, tapi ketika yukihide kembali, berita kematian sekertaris Lee sudah tersebar di penjuru negeri ini. Hanya itu keterangan yg bisa saya sampaikan yang Mulia."


"Jadi anda tidak mendapat pesan khusus dari Sekertaris anda Tuan Mano??"


"Tidak yang mulia."


"Baiklah silahkan duduk kembali."


"Terima kasih yang mulia."

__ADS_1


"Untuk selanjutnya kesaksian dari Tuan Yukihide."


"Terima kasih yang mulia."


Yukihide mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Hari itu pagi pagi sekali saya melihat Sekertaris Lee pergi dengan terburu buru,saya sedikit berteriak padanya, Hei Tuan!! mau kemana??lalu beliau menjawab,


aku ada urusan pribadi, jika sampai nanti siang belum kembali sampaikan pada Tuan Muda jangan menungguku jadwal meeting bisa tetap di lanjutkan, tolong bantu Tuan Muda, apa kau mengerti tuan??


Baiklah sekertaris Lee akan aku sampaikan."


Yukihide mengubah posisinya lalu ia melanjutkan kesaksiannya.


"Sebenarnya saya merasa heran yang Mulia, tidak biasanya Sekertaris Lee mengutamakan kepentingan pribadinya di banding kepentingan Tuan Mano, tapi saya gak punya keberanian untuk bertanya lebih jauh, hanya itu yg bisa saya sampaikan yang mulia."


"Tuan Yukihide apa baju yang di pakai Sekertaris Lee saat terjadi pembunuhan adalah baju yang sama dengan baju yang di pakai pagi saat anda melihatnya terburu buru pergi??"


"Sama."


"Bagaimana raut muka Sekertaris Lee saat dia terburu buru pergi, apa menurut anda terlihat bahagia, panik, atau marah??"


"Wajahnya terlihat kesal, tapi sulit di bedakan sehari harinya sekertaris Lee memang berwajah masam."


"Tidak yang mulia, terima kasih."


Ujar Jaksa penuntut umum.


"Kalau begitu silahkan Tuan Yukihide kembali duduk." Ujar hakim, kemudian yukihide kembali pada tempat duduknya.


"Dokter Agata, sekarang bagian anda, silahkan bacakan hasil uji forensik dari jenazah Mr.Lee."


"Baik yang mulia."


Dokter Agata mulai membacakan hasil uji forensik Mr Lee.


"Pundak sebelah kanan terdapat luka tusukan dari pisau dapur,


tidak mungkin korban bunuh diri, dengan posisi demikian kemungkinan korban di bunuh ...."


"Dokter Agata!! jangan berspekulasi, hanya fakta fakta hasil forensik yang harus anda bacakan."

__ADS_1


Beberapa hadirin menertawakannya.


"Baik yang mulia, maaf."Dokter Agata agak gugup karena malu.


"Silahkan di lanjutkan..."


"Korban dalam pengaruh bius, dan


korban meninggal karena kehabisan darah.


Selain itu,ada luka memar di bagian kepala.


Demikian hasil forensik atas Tuan Sekertaris Lee.


"Apa ada yang di tanyakan mengenai keterangan dokter Agata??"


"Tidak yang mulia."Hadirin menjawab.


"Kalau begitu,Sidang hari ini cukup dulu,masih ada Tiga orang saksi yang belum memberikan keterangan di persidangan kali ini.


Nona Alena, Nona Kristal dan Nyonya Rose persiapkan diri anda besok lusa


Sidang di tutup,tok tok tok."


Semua hadirin sidang keluar dari ruangan sidang, kini hanya tinggal meja dan kursi yang tertata rapi di sana.


Inspektur kenzu yang juga mengikuti sidang hari ini penasaran dengan keterangan kakaknya dokter agata mengenai hasil uji forensik, ada luka memar dan efek bius, hemm ini menarik, ia akan menanyakan ini pada kakaknya tapi bukan di ruang sidang ini, rencananya sepulang dari kantor ia akan menemui kakaknya dan membahas temuan kakaknya tersebut.


Jika benar ada bius, berarti seseorang atau beberapa orang ada yang membius sekertaris Lee dan membunuhnya dalam keadaan tak sadarkan diri.


Sekertaris Lee terkenal tangguh ia tak mudah di taklukan, di tembak atau di pukul dalam keadaan sadar takan berpengaruh baginya tapi dalam keadaan tak sadar karena efek bius siapapun akan lebih leluasa ketika membunuhnya.


Pasti ada suatu alibi yang membuat sekertaria Lee percaya pada seseorang, kemudian ia masuk dalam perangkapnya, bisa jadi yang melakukan penculikan dan pembiusan sekertaris Lee bukan pembunuh yang sebenarnya, mereka hanya di bayar untuk membuat sekertaris Lee tak sadar, dalam kondisi tak sadar tersebut barulah pembunuh yang sebenarnya melancarkan aksinya membunuh korban.


Semenjak Ryu tak ada Inspektur kenzu jadi harus bekerja lebih keras lagi dalam memecahkan kasus kasus seperti ini karena tak lagi mendapat sumbangan ide dari keponakannya itu.


Tak ada yang menarik dari keterangan para saksi tadi kecuali keterangan kakaknya dokter agata.


Besok lusa sidang kedua, kita akan lihat bagaimana keterangan para saksi selanjutnya, apakah sidang esok lusa akan memberikan titik terang atau malah akan memperumit keadaan?? kenzu tak bisa memprediksi hal tersebut.


Sepulang dari kantor Inspektur kenzu terlebih dulu menanyakan hal di persidangan tadi pada kakanya yaitu mengenai hasil uji forensik korban, tak ada keraguan dari tatapan mata dan nada bicara kakaknya, ia sangat yakin dengan keakuratan hasil uji forensik yang di lakukannya.

__ADS_1


Setelah mendapat keterangan tersebut, Inspektur kenzu semakin yakin kalau sekertaris Lee memang di bunuh, kategori pembunuhan berencana tapi ia belum tau siapa pelakunya.


__ADS_2