
"Dulu tuan muda masih berusia 3 Tahun saat itu perusahaan Tuan Besar sedang di ambang kebangkrutan.
Namun,kemudian seorang sahabat Tuan Besar membantu Tuan Besar mengembangkan kembali perusahaannya sampai perusahaan Tuan Besar menjadi lebih stabil tapi naas sahabat Tuan Besar meninggal dalam kecelakaan Pesawat."
Sekertaris Lee mulai menceritakan masa lalu Tuan Mano.
"Lalu apa hubungannya dengan Alena??"
Tuan Mano tak sabar dengan cerita selanjutnya.
"Waktu itu sahabat Tuan Besar mempunyai seorang anak dan istri.
Alena itulah anaknya, waktu itu usianya baru menginjak setahun, lebih muda dua tahun dari Tuan Muda.
Sahabat Tuan Besar pernah menitipkan anak istrinya jika suatu saat terjadi sesuatu dengannya.
Sepertinya sahabat Tuan Besar sudah menyadari kalau dirinya di ambang bahaya,
resiko pengusaha besar di musuhi banyak orang."Sekertaris Lee melanjutkan uraiannya
"Apa berarti Alena itu bukan adik ku??"
Tuan Mano makin penasaran.
"Iya benar Alena bukan Adik Tuan Muda, tapi anak dari sahabat tuan besar.
Tapi ,Tuan Besar sangat menyayangi Alena dan menganggapnya anak.
Walau bagaimanapun ayahnya Alena telah berjasa pada Tuan Besar."
"Tapi Kenapa Alena sangat yakin kalau aku kakak Kandungnya??"
"Kemungkinan besar ibunya sudah mendoktrinnya demikian,
sama seperti saat dia mendoktrin Ibu Tuan Muda bahwa Tuan Besar telah diam diam menikahinya.
Dia menyerahkan bukti transferan uang yang terima dari Tuan Besar ke nomor rekeningnya.
Hal itu membuat ibu Tuan Muda lebih mempercayai hal lain di banding Tuan Besar.
Bagi Nyonya Besar Tuan Besar sudah menghianati cintanya,
__ADS_1
makanya dia melarikan diri membawa Tuan Muda pergi."
"Apakah ibu tak tau perihal kebangkrutan perusahaan kemudian ada bantuan dari sahabat ayah yang menitipkan anak istrinya??"
"Sama sekali tidak tau Tuan Muda,
waktu itu Tuan Besar merahasiakan kebangkrutan perusahaan pada Nyonya, Tuan takut Nyonya khawatir jika memberitaukannya."
"Tapi karena itu ibu jadi salah paham kan?? membawaku pergi berpisah dengan ayah, sampai aku tidak tau kalau aku punya ayah."
Tuan Mano sangat emosional.
"Maafkan Tuan Besar Tuan Muda."
Sekertaris Lee hanya bisa tertunduk lesu.
"Apa ayah tidak menikahi istri sahabatnya setelah sahabat ayah meninggal dalam kecelakaan pesawat??
dan bagaimana kau begitu yakin kalau Alena bukan adik ku??"
"Tidak Tuan Muda, Tuan Besar sangat setia pada Nyonya,Jadi Alena benar benar bukan anak dari tuan besar.
Tuan Besar selalu mengajak saya jika Tuan Besar berkunjung ke rumah ibunya Alena.
Tidak ada yang spesial,Tuan Besar hanya membantu membiayai hidup mereka.
Saya sendiri yang mentransferkan uang kepada nomor rekening ibu Alena ketika Tuan Besar memberinya."
"Sebelum kedatangan saya, apa Alena pernah mencarimu??"
"Iya Tuan Muda, Nona Alena datang saat acara pemakaman Tuan Besar.
Waktu itu Nona Alena meminta hak waris.
Namun tidak saya kasihkan, saya bilang belum saatnya saya membuka perihal warisan karena masih suasana duka,
padahal yang sebenarnya saya sedang mencari anda Tuan,
karena Tuan muda lah ahli waris yang sah."
"Tapi bagaimana cara kita membuktikan pada Alena kalau dia bukan darah daging ayah??"
__ADS_1
"Cara satu satunya dengan hasil Tes DNA,karena Nona Alena gak akan mendengar penjelasan kita begitu saja.
Dia sudah terdoktrin ibunya sebagai pewaris Dirgantara group."
"Apa maksudmu kita akan membongkar kuburan ayah untuk melakukan Tes DNA?? Sungguh aku gak akan tega jika ayah di ganggu."
Tuan Mano mulai putus asa.
"Tidak begitu Tuan Muda,
Tes akan di lakukan antara DNA anda dengan DNA Nona Alena,
biarpun beda Ibu, setidaknya jika satu ayah akan ada DNA yang sama yang menurun dari ayah meskipun cuma beberapa persen."
"Bagaimana jika terbukti aku mempunyai beberapa DNA yang sama dengan Alena Sekertaris Lee??
Bukankah itu sangat memalukan??
dan membuka aib ayah??"
"Tidak Tuan muda, saya yakin takan ada 1% pun DNA yang sama antara Tuan Muda dengan Nona Alena karena kalian benar benar beda ibu beda ayah."
Sekertaris Lee berkata dengan penuh optimis.
"Baiklah sekertaris Lee,
terima kasih karena sudah menjelaskan jati diriku yang sebenarnya.
Terima kasih juga telah setia pada perusahaan Dirgantara group.
Pada saatnya nanti kita akan melakukan tes itu jika Alena bersikukuh ingin mendapakan hak waris."
"Sama sama Tuan Muda,Oya ini sudah larut malam sebaiknya kita pulang saja jika tuan berkenan."
"Tentu saja Sekertaris Lee,
hari ini sangat melelahkan bagiku,
besok pagi kabari Kristal untuk masuk kerja seperti biasa, Novi juga."
"Baik Tuan muda."
__ADS_1