
Jam menunjukan pukul 9 pagi,semua staf Dirgantara group masing masing tenggelam dalam kesibukannya begitupun dengan kristal dia sedang sibuk membereskan berkas berkas milik Tuan Mano.
Tok tok tok
"Siapa??"Tuan Mano bertanya dari luar,
"Kak Mano Ini Aku Alena!! " terdengar jawaban dari luar.
"Masuk!!"Lalu Alena membuka pintu dan masuk.
Kristal sudah siap siap keluar ruangan karena merasa tidak akan di inginkan kehadirannya, tapi Alena menahan tangan kristal.
"Kristal tunggu!!
kau boleh tetap ada di sini."Akhirnya Alena gak jadi pergi.
"Ada apa Alena??"Tanyanya lagi.
"Kak Mano Aku minta maaf,
Sebenarnya aku yang membocorkan identitas Kak Mano waktu itu pada Kristal."
Alena menunduk.
"Sebenarnya aku sudah berniat membuka identitasku pada Kristal, tapi aku menunggu waktu yang tepat, dan kau mendahuluinya dan membuat kristal marah padaku."
Alena semakin menunduk.
"Kak Mano,sepanjang hidupku ayah anda sangat menyayangiku, setelah ayah tiada aku jadi kehilangan sosok pelindung, Kak Mano mau kan memaafkan ku dan menyayangiku seperti ayah menyayangiku??
Alena mohon kak!!"
Alena bersujud di hadapan Dalla, sementara Kristal dan Dalla mengangkatnya.
"Sudahlah, aku akan menyayangimu seperti ayah menyayangimu".Kata Tuan Mano luluh.
"Kristal, Aku juga minta maaf padamu !!"
"Gak apa Alena aku sudah gak marah, aku sudah cukup paham dengan maksud Tuan Mano padaku."
"Kenapa memanggil Kak Mano seperti itu??
bukankah kalian pacaran??
kalian sangat serasi."Alena memandang Tuan Mano dengan Kristal secara bergantian membuat mereka berdua menjadi salah tingkah.
"Oya Alena, jika kau bersedia bekerja di sini kau boleh masuk,mendaftarlah kerja sebagaimana karyawan pada umumnya, dan kau bisa tinggal bersama di Apartemen Kristal,gimana kristal apa kau setuju??"
"Tentu saja, aku senang jika ada teman".
__ADS_1
Jawab kristal sambil tersenyum.
Ada perasaan lega di sudut hati Mano,
Alena yang di khawatirkan akan membuat keributan ternyata berubah pikiran, memilih berdamai tanpa menuntut suatu apapun.
Tapi bagaimana perasaannya dengan kristal??
Sampai saat ini kristal masih bersikap biasa saja, apa dia sudah tak ada artinya di hati Kristal?? apakah Kristal sudah benar benar mencintai kekasih barunya Ryu???
Ah bocah Detectiv itu, aku harus bicara padanya.
Sepulang dari kantor seperti biasa Ryu datang menjemput Alena untuk mengantarkannya pulang ke Apartemen,
tapi kali ini Dalla mencegatnya.
"Ryu tunggu!! aku ingin bicara denganmu."
"Ada apa?? "Ryu membuka jendela mobilnya.
"Kristal, kamu pulang dengan sekertaris Lee aja ya, aku ada urusan sebentar dengan Ryu."
Setelah di setujui Ryu Kristal turun dari mobilnya, dan pindah ke mobil sekertaris Lee.
Sementara Dalla masuk ke dalam mobil Ryu untuk berbicara.
"Ryu??!! Apa kau benar benar mencintai kristal??"
"Menurutmu?? ".Ryu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, baginya pertanyaan tersebut tak perlu dia jawab.
"Ryu kau taukan Kristal sangat mencintaiku,
dia menungguku selama Tujuh Tahun,sekarang aku sudah di sisinya,
apa kau masih mau memisahkanku
darinya??"
Pertanyaan yang tak di duga sebelumnya,Ryu diam untuk beberapa saat dan menghela nafas dalam dalam.
"Tuan Mano,
apa kau yakin bisa membahagiakan Kristal??
bagiku kebahagiaan Kristal di atas segalanya."
"Tentu saja, sekarang aku punya segalanya, dulu saja saat aku gak punya apa apa Kristal sangat mencintaiku."
"Baiklah Tuan Mano,
__ADS_1
buktikan padaku,
tapi jika Kristal sudah tidak menginginkanmu jangan memaksanya apalagi sampai menyakitinya,kalau itu anda lakukan?tau sendiri akibatnya.
"Apa maksudmu Ryu??
Bagaimana mungkin Kristal tidak menginginkanku lagi??"
"Nanti juga kau akan mengerti, siapa yang akan lebih membuat Kristal bahagia?
siapa yang pantas untuk mendapatkan kristal?
ku rasa cukup,silahkan Tuan."
Ryu mengakhiri pembicaraan dan mempersilahkan Tuan Mano keluar dari mobilnya.
Setelah Tuan Mano keluar dari mobilnya,
Ryu menjalankan mobilnya dengan kencang, bukan ke arah pulang ke rumahnya tapi ke Apartemen Kristal.
Pintu gerbang di buka kan security, security cukup mengenal Ryu makanya membiarkannya masuk.
Setelah Ryu menekan bel, pintu terbuka ternyata sekertaris Lee yang membukakan.
"Ada apa Tuan??Bukankah Tuan sedang bersama dengan Tuan muda??"
Tanya sekertaris Lee.
"Urusanku dengan Tuan Mano sudah selesai, aku hanya ingin memastikan kalau Kristal baik baik saja."
"Ryu, aku baik baik saja."Kristal yang menjawab.
"Anda lihat sendiri kan? Nona kristal baik baik saja?"Sekertaris Lee tersenyum sinis.
Ryu menatap seorang wanita yang asing baginya.
"Ini Alena yang aku pernah cerita padamu Ryu, dia adiknya Tuan Mano,mulai sekarang dia akan tinggal bersamaku."
Rupanya kristal cukup mengerti dengan tatapan Ryu.
"Tuan Ryu, biarkan nona nona ini beristirahat, besok mereka masih harus bekerja."
Sekertaris Lee mengusir secara halus.
"Baiklah aku akan pulang, jaga dirimu baik baik ya kristal."
"Iya Ryu selamat malam."
Sampai Ryu hilang di balik pintu Kristal masih tetap menatapnya.
__ADS_1