
Tak terasa hari-hari di bulan romadhon cepat berlalu, tinggal tiga hari lagi umat Muslim merayakan hari raya Idul Fitri.
Di minggu pagi yang cerah ini, seorang gadis yang sudah rapi dengan gamis dan hijab panjangnya. Serta tas yang sudah di slempangkan di pundaknya,sedang memanasi sepeda motor meticnya.
Di dekatnya, ada orang tuanya yang sedang duduk tak jauh darinya.
"Nduk Shila, beneran kamu berani jemput adekmu di tugasan nya sana?" tanya Pak Adi, bapak Shila yang merasa khawatir, karena Shila akan menjemput Putri di tempat tugasan nya, yang jaraknya lumayan jauh.
Memang kemarin Putri mengabari, kalau dia diberi libur sepuluh hari. Dan meminta untuk dijemput hari ini.
Biasanya yang mengantar ataupun menjemput Putri dari tugasannya itu Om mereka. Tetapi karena Om mereka sedang ada acara, dan kebetulan Shila libur, akhirnya Shila mengajukan diri untuk menjemput adiknya.
"InsyaAllah berani,Pak," jawab Shila sambil mendekat ke tempat orang tuanya untuk pamitan.
"Apa aku aja Mbak Shila, yang jemput mbak Putri? " usul Arif ketika keluar dari rumah.
"Nggak usah Rif, kamu kan belum punya SIM ," tolak Shila.
"Ya sudah. Pak,Bu, Shila berangkat dulu ya," pamit Shila seraya mencium tangan kedua orang tuanya.
"Iya, Nduk hati-hati. Jangan ngebut hlo ya," pesan ibu Shila.
"InsyaAllah Bu. Kalau nggak lupa. Hehehehehe," jawaban Shila membuat ibunya menggeleng heran, karena anak gadisnya itu kalau naik sepeda motor suka ngebut.
"Kamu tuh Nduk, dengerin pesan Ibumu. Jangan ngebut," tegur Pak Adi yang membuat Shila cengengesan.
__ADS_1
"Iya Pak, Bu, InsyaAllah. Kalau begitu aku berangkat dulu ya Pak, Bu. Assalamualaikum,"ucap Shila sambil menaiki motor nya dan memakai helm nya.
"Waalaikumussalam. Aman, selamat, lancar barokah, Nduk." Doa Pak Adi pada Shila.
"Aamiin,Pak."
Setelah itu Shila melaju menggunakan motor meticnya, menuju tempat tugasan adiknya. Berbekal aplikasi penunjuk arah di ponselnya, yang di hubungan ke headset bluetooth nya.
Adiknya tadi malam sudah share loc alamat tugasan nya. Jadi Shila tinggal mengikuti arahan dari aplikasinya.
Shila itu termasuk orang yang susah menghafal rute jalan, kecuali jalan yang setiap hari dilewatinya.Jadi kemanapun dia pergi, pasti dia mengandalkan aplikasi penunjuk arah dan tak lupa headset bluetooth nya.
Kurang lebih satu jam, akhirnya Shila sampai di tempat tugasan Putri.
Tok tok tok
"Assalamualaikum." Shila mengetok pintu dan mengucapkan salam.
Tak menunggu lama pintu terbuka.
"Wa'alaikumussalam, eh … Mbak Shila sudah sampai. Masuk dulu ,Mbak ," ujar Putri yang kebetulan dia yang membuka pintu.
Kemudian Shila masuk dan bertemu seorang laki-laki seumuran bapaknya, yang diketahui Shila namanya pak Abdul, bapak tugasan Putri.
"Assalamualaikum, Pak," salam Shila sembari menangkupkan tangannya didepan dadanya, tak lupa dengan senyumannya.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam, Nduk. Kamu kakaknya Putri ya, Nduk?" tanya Pak Abdul.
"Iya, Pak," jawab Shila tersenyum.
"Bu… ibu. Ini kakaknya Putri sudah datang," teriak Pak Abdul.
"Silakan duduk dulu, Nduk."
Shila pun mengangguk dan segera duduk. Setelah itu datang Putri bersama istri dari Pak Abdul.
Shila beranjak dari duduknya dan menyalimi Bu Siti.
"Assalamualaikum, Bu," sapa Shila.
"Wa'alaikumussalam, Nduk.Mau jemput Putri ya, Nduk?" tanya Bu Siti.
"Iya, Bu."
"Istirahat-istirahat dulu sana, Nduk. Kamu kan baru datang, masak mau langsung pulang," tanya Bu Siti sambil tersenyum.
"Iya Nduk, istirahat dulu sana. Minum es teh dulu sana,pasti haus kan? heheheh." Canda pak Abdul.
"Heheheh,kan lagi puasa, Pak," jawab Shila tersenyum.
Kemudian Shila dan Putri pamit ke kamar yang ditempati Putri, dan istirahat sebentar. Sementara Putri menata barang yang akan dibawa pulang, ke dalam tas ranselnya.
__ADS_1