
Setelah beristirahat, ternyata sudah siang dan adzan dhuhur pun sudah berkumandang.
"Adzan siapa itu Dek, koq merdu sekali suaranya? " tanya Shila, saat mendengar suara adzan yang menggetarkan hatinya.
"Eemmm … kurang tau Mbak. Aku juga baru kali ini mendengarnya," jawab Putri.
"Nduk Putri. Nduk Shila, sudah adzan kalian mau sholat di rumah apa di masjid? " tanya Bu Siti, yang tiba-tiba sudah ada di ambang pintu kamar Putri.
"InsyaAllah sholat di masjid, Bu," jawab Putri.
"Ya sudah, kalau begitu Ibu berangkat ke masjid duluan ya."
"Iya, Bu," jawab Shila dan Putri serempak.
Kemudian mereka berwudhu dan menuju masjid.
"Siapa ini, Mbak Putri? " tanya Aldo murid didik Putri.
"Ini Mbak Shila, kakaknya Mbak Putri Do," jawab Putri memperkenalkan Shila.
"Hai, Mbak Shila, aku Aldo. Mbak Shila cantik deh," ujar Aldo polos.
"Kamu ya Do, kecil-kecil sudah tau cewek cantik. Hahahah." Putri tertawa, sementara Shila hanya tersenyum.
Saat mereka sedang bercanda dengan Aldo, mereka tak menyadari ada sepasang mata, yang memperhatikan mereka.
"Manis," ucap orang tersebut.
"Astagfirullahaladzim," lanjut orang tersebut, dan berlalu masuk ke masjid.
Shila dan Putri sudah masuk dan menunaikan sholat sunnah terlebih dahulu. Setelah itu terdengar suara iqamah yang kembali menggetarkan hati Shila.
Setelah selesai sholat mereka pulang ke rumah Pak Abdul.Mereka memutuskan, akan segera melanjutkan perjalanan.
"Pak, Bu.Kami pulang dulu ya," pamit Putri pada Pak Abdul dan Bu Siti. Tak lupa Shila dan Putri menyalimi dan mencium tangan Bu Siti.
"Iya Nduk.Hati-hati ya, " ucap Bu Siti.
__ADS_1
"Salam-salam buat bapak, ibu kalian ya,"ujar Pak Abdul.
"InsyaAllah, Pak," jawab Putri.
Kemudian mereka menuju sepeda motor, yang terparkir di depan rumah. Dan Shila mulai menghidupkan motornya, kemudian Putri naik dibelakang Shila. Tak lupa mereka mengenakan helm mereka.
"Monggo, Pak, Bu." Pamit Shila seraya menganggukan kepala.
"Assalamualaikum," ujar keduanya dan berlalu meninggalkan tempat tugasan Putri.
"Wa'alaikumussalam," jawab Pak Abdul masih terdengar Shila.
Diperjalanan hanya ada obrolan-obrolan ringan, yaah kalian tau dong bagaimana ngobrol saat sepeda motor melaju. Kadang nyambung, kadang ada yang nggak nyambung.
Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya mereka sampai dirumah. Dan ternyata orangtua mereka sedang duduk di kursi kayu depan rumah.
Shila segera memarkirkan kendaraanya, sementara Putri sudah berlalu menuju orang tua mereka.
"Assalamualaikum," salam Putri dan menyalimi kedua orangtuanya.
"Wa'alaikumussalam, Nduk," jawab Pak Adi.
"Gimana Nduk Putri, tadi Mbakmu nyasar nggak? heheheh," tanya Pak Adi, seraya terkekeh.
"Enggak dong Pak. Kan ada teman setia," jawab Shila.
"Teman setia siapa Mbak? Perasaan tadi Mbak jemput Putri sendiri deh," tanya Putri penasaran, tapi malah membuat Shila tertawa.
"Kok malah ketawa sih, Mbak."
"Iya Nduk, teman setia siapa? Jawab dulu. Ini malah ketawa ngakak," ucap Pak Adi ikut penasaran.
"Hahahahhahaha.Mau tau aja, apa mau tau banget? " tanya Shila sambil menaik turunkan alisnya.
"Udah toh Nduk.Jawab aja, kasihan tuh Putri sama Bapakmu pada penasaran," ujar Bu Nurul.
"Heheheh, teman setia ku yaa ini. " Shila menjawab dengan mengeluarkan headset bluetooth yang dikenakannya di balik hijabnya.
__ADS_1
"Astagfirullah mbak Shila, tak kirain siapa ternyata, hmmmm... ." Putri tau apa yang di maksud Shila.
"Maksudnya apa toh, Nduk? " Pak Adi masih belum mengerti.
"Heheheheh, gini hlo Bapakku tercinta. Aku pakai headset yang aku sambungin di HP ku,"jelas Shila.
"Terus, apa hubungannya dengan kamu nggak sampai nyasar? " Tanya Pak Adi masih bingung.
"Haduuh, Bapak mah. Gini hlo Pak, aku buka aplikasi penunjuk arah di HP ku, yang aku sambungin di headset. Jadi jalan mana yang akan Shila lewati itu, dikasih tau sama aplikasi itu." Shila menjelaskan secara detail.
"Owalah, begitu." Pak Adi baru tau.
"Ya sudah, sana pada istirahat.Kalian pasti capek, kan," ujar Pak Adi pada kedua putrinya.
" Eeh … eeh …Pak tadi di masjid tugasan Putri ada yang adzan. Suaranya Pak, MasyaAllah Pak ... menggetarkan jiwa dan raga," ujar Shila semangat dan kembali duduk di samping bapaknya.
"Apa iya, emang dia siapa, Nduk Put," tanya Pak Adi pada Putri yang akan masuk rumah.
"Aku nggak kenal Pak.Soalnya nggak pernah lihat dia sebelumnya," jawab Putri yang juga kembali duduk didekat ibunya.
"Emang kenapa Nduk? Kamu suka sama dia? " tanya Bu Nurul, yang sedari tadi hanya memperhatikan.
"Eeh … enggak Bu.Masak kenal aja enggak kok, masak sampai suka. Aku hanya kagum sama suara adzan nya, Bu," jawab Shila cepat.
"Hayoo Mbak Shila.Kagum apa kagum nih?" Putri ikut menggoda.
"Cuma kagum, Dek."
"Hati-hati hlo Nduk. Kamu ngomong nggak suka nanti malah jadi jodohmu hlo, hahahah." Pak adi semakin semangat meledek Shila.
"Aaa … Bapak mah gitu."Wajah Shila sudah memerah menahan malu.
" Nggak papa Mbak.Ganteng kok orangnya."Putri tak mau kalah menggoda Shila.
" Sudah sudah kasihan Mbakmu tuh, wajahnya udah kaya kepiting rebus, saking merahnya.Heheheh."
Semua tertawa kecuali Shila, yang cemberut karena terus digoda.
__ADS_1