
"Shila tunggu!" Shila yang akan melangkah mencari toilet terhenti karena ada yang memanggilnya.Aku menoleh dan mendapati Aris yang berjalan kearahku.
"Mau kemana kalian?" tanya Aris saat sudah sampai dihadapan Shila dan Cahya.
"Kita lagi cari toilet,Ris?Kenapa?Mau ikut?" tanya Cahya menaik turunkan alisnya.
"Owalah.Enggak kok,Yak.Aku kira kalian langsung mau kepantai,sebenarnya sih tadi mau bareng.Tapi karena kalian mau ke toilet dulu,jadi aku nggak jadi bareng." jawab Aris menggaruk pelipisnya.
"Ya sudah ya Mas Aris,kami ks toilet dulu." Tanpa menunggu jawaban Aris Shila langsung menarik tangan Cahya untuk mencari toilet,karena dia sudah merasa sangat kebelet.
Setelah selesai dengan urusan pertoiletan,Shila dan Cahya langsung berjalan ke arah pantai.Ternyata semua karyawan sudah berpencar mencari kegiatan masing-masing. Termasuk Shila dan Cahya,mereka berjalan ke arah pantai, sambil bersenda gurau.
"Ehh ... Shil, nanti kita ambil foto yang banyak yaa. Biasa … buat stok story sosmed. Hahahah," ucap Cahya. Memang sahabat Shila satu ini sangat suka berfoto.
"Oke.InsyaAllah yak ... kamu tau sendiri kalau aku gak bisa gaya. Hehehe," jawab Shila cengengesan.
Dari kejauhan ada seseorang yang mengamati Shila dan Cahya.
"Bro, liatin apa sih?Dari tadi di ajak ngobrol gk nyaut!" tanya temannya.
"Lagi liatin masa depan," jawab orang itu cuek.Akhirnya temannya mengikuti arah pandang orang itu.Dia melihat dia orang wanita yang sedang asyik berfoto ria.
"Lo suka sama Cahya ya,Ris?"
"Ah elah lo, ada ada aja. Cahya mah masih saudara gue."
"Oowww ... jadi kamu suka sama temannya Cahya itu?"
"Hmmm."
"Ya udah sono samperin buat pdkt. Hahaha."
Dan akhirnya dia berjalan,menghampiri mereka yang sedang asyik berselfie ria.
"Kayaknya seru nih, boleh ikut foto? " tanya orang tersebut.
"Ehh, kamu Ris. Boleh kok.Ya kan Shil?" tanya Cahya.
"Iya Mas Aris. Nggak apa-apa kok. Mungkin malah lebih seru," jawab Shila.
"Iya.Sekalian nanti jadi tukang foto kita ya Shil. Hahahahah," ucap Cahya tertawa.
"Oke, kalau itu mah siap," jawab Aris sambil mengacungkan jempolnya.
Akhirnya mereka bertiga berfoto-foto ria berlatarbelakang pantai. Lebih tepatnya Cahya dan Shila, karena Aris terus terusan disuruh Cahya memfotonya dan Shila.
__ADS_1
"Shil, fotoin aku sama Aris ya. Buat bukti kalau kami saudara yang akur.Hahah," pinta Cahya.
"Heheheh, Oke," jawab Shila.
Setelah sudah lelah berfoto, Cahya mengajak Shila untuk berteduh. Karena semakin siang matahari semakin menyengat.
"Shil, kita berteduh yuk, sekalian cari minum," ajak Cahya.
"Iya, aku haus, hari semakin panas nih."
Ketika mereka mau beranjak tiba-tiba Aris menghentikan mereka.
"Eehh… tunggu! "
"Kenapa Ris? mau ikut? Ayok," ajak Cahya.
"Iya, tapi sebelum itu boleh aku minta foto sama kamu dulu Shil?" tanya Aris.
" Haaa … apa mas? " Shila terkejut, karena dia tak begitu fokus.
"Iya.Foto sama kamu," ucap Aris.
"Kan tadi udah mas," jawab Shila.
"Eehh... Ehh... Cieeee ada apa ini... Roman romannya? " Cahya menggoda sambil menaik turunkan alisnya.
"Aya fotoin yaa," pinta Aris sambil menyerahkan HP nya.
"Siap bos," jawab Cahya.
Aris sudah berposisi, tapi Shila masih ditempat. Karena dia malu soalnya belum pernah dia berfoto dengan cowok kecuali saudaranya.
"Ayo Shil. Nggak apa-apa Aris nggak gigit kok.heheh.Buat kenang-kenangan," ajak Cahya tau sahabatnya sedang ragu.
"Eee, apaan sih ya?emang e gue fampir apa. Ayo Shil, gak deket-deket kok tenang," ajak Aris.
"Ehh …i-iya mas," jawab Shila,sambil melangkah di samping Aris. Tapi nggak berdempetan hlo ya.
"Satu, dua, senyum," intruksi Cahya.
"Oke udah nih," ucap Cahya sambil menyerahkan HP Aris.
"Oke.makasih ya. Ayok cari minum aku traktir," ajak Aris.
"Siap boss." Semangat Cahya,
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga berteduh, sambil meminum air kelapa muda yang dijual disekitaran pantai.
Tak terasa waktu menunjukan pukul duabelas, yang mana para karyawan kembali menaiki bis masing-masing.
Dua sahabat itu sudah duduk, dan bis sudah mulai berjalan ke tujuan berikutnya. Tujuan berikutnya masih pantai yaitu pantai cemara.
"Neng ,nanti kalau sudah sampai kita sholat dulu yaa," ucap Shila.
"Iya Shil, nanti kita cari mushola dulu," jawab Cahya.
"Iya nanti aku imamin ya? "
"Ya Allah astagfirullah." Shila dan Cahya terkejut, karena tiba tiba Aris nyahut omongan mereka. Dan anehnya lagi,Aris dan kawannya duduk di bangku belakang Cahya dan Shila.
"Ya Allah Aris, kamu itu kaya hantu bae, tiba-tiba nongol. Dan lagi,kamu tadi kan duduknya di belakang sana," ucap Cahya sambi menuju kursi yang diduduki Aris .
"Heheh, sengaja kok Yak. Biar deket sama makmum ku." Canda Aris sambil terkekeh.
"Alamak aku baper," Cahya menimpali.
"Bukan kamu Aya, tapi Shila. Ya kan Shil?" Tanya Aris sambil cengengesan.
"Hahahahah, apa toh Mas Aris ni, bercanda aja," jawab Shila sambil terkekeh.Tetapi dengan pipi yang bersemu merah.Sebenarnya Shila menahan malu, karena di goda Aris di depan banyak orang.
"Wahhh bakal jadi judul sinetron nih. Sahabatku menjadi saudaraku, " ucap Cahya.
"Doakan saja Aya. Hahahahah," kata Aris.
"Apatoh kalian nih.Bercanda aja," ucap Shila malu.
"Tapi kalau aku beneran melamar kamu, pasti seneng kan? " Aris berucap pd.
"Maksdnya,akunya yang seneng. Hahahahah," lanjut Aris.
Tak terasa bis sudah sampai tempat tujuan. Dan para karyawan mulai mencari aktifitas masing-masing. Ada yang balik berenang, foto-foto, ada yang lebih memilih istirahat dan makan. Sementara Aris, Gilang, Shila, dan Cahya mencari tempat sholat. Setelah menemukan mushola,mereka sholat berjamaah dan Aris sebagai imamnya.
Untuk tujuan kedua ini waktu yang diberikan tak terlalu lama, sehingga setelah sholat mereka memilih beristirahat.Mereka mencari makan siang di warung yang berada di sekitar pantai.
Dua jam kemudian, panitia sudah mengarahkan agar semua karyawan masuk kembali kedalam bis. Perjalanan berikutnya adalah pusatnya oleh-oleh Jogja, ya, pasar Malioboro.
Mereka sudah sampai di malioboro, tetapi karena tak mendapat parkir, mereka jadi berputar-putar mencari tempat parkir. Setelah lumayan lama, akhirnya mereka memutuskan parkir di dekat Masjid Agung. Untuk sampai ke Malioboro, mereka harus menaiki ojol ataupun taksi online.
Shila, Cahya, Aris, dan Gilang berada di satu taksi online untuk menuju ke Malioboro. Sesampainya di Malioboro Shila dan Cahya berkeliling melihat banyak penjual yang menjual begitu banyak oleh-oleh. Shila memutuskan membeli beberapa oleh-oleh khas Jogjakarta.
Selesai dengan urusan perbelanjaan,Shila segera memesan taksi online, untuk sampai ke tempat bis berada.
__ADS_1