
Hari ini,Shila tampak tak bersemangat melakukan aktifitasnya. Saat sarapan tadi bahkan dia tampak murung, dan tak berselera makan.
"Kamu kenapa,Nduk? sakit toh? kalau sakit, nggak usah masuk kerja dulu," tanya Pak Adi, saat Shila pamit untuk berangkat bekerja.
"Shila nggak sakit kok, Pak. Cuma kurang semangat saja. Soalnya lagi kejar-kejaran target, Pak," ujar Shila bohong.
"Ya sudah,hati-hati ya, Nduk."
"Iya Pak, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Di tempat kerja pun, Shila masih kepikiran tentang mimpinya semalam. Sampai kadang Shila kurang fokus mengerjakan pekerjaanya, bahkan beberapa kali Shila ditegur atasannya.
"Kamu pucet banget Shil, kamu sakit? " tanya Cahya saat mereka sedang makan siang di kantin.
"Enggak kok, Neng. Aku baik-baik saja," ujar Shila yang hanya mengaduk-aduk makanannya, dan tak dimakannya.
"Kamu nggak usah bohong sama aku Shil,kita itu udah lama sahabatan. Kamu cerita kalau ada masalah tuh, jangan di pendam sendiri," ucap Cahya.
"Nggak kok Neng. Aku cuma kurang semangat saja,"jawab Shila.
Shila berfikir tak mungkin dia menceritakan mimpinya semalam pada Cahya, apalagi mimpinya berkaitan dengan Aris.
" Kenapa? "tanya Cahya, kemudian menyeruput mie ayam yang di pesannya.
" Lagi kejar-kejaran target, kena semprot terus aku," ucap Shila.
"Sabar ya Shil, aku kena semprot juga kok, Shil," ucap Cahya lesu.
"Iya, Neng."
"Eehh Shil, Ngomong-ngomong kemarin kok kamu nggak jadi main ke rumahku?? Ibuku nanyain kamu hlo," ucap Cahya.
"Aduuuhh, maaf, aku lupa. Soalnya di rumah banyak saudara yang datang, jadi aku nggak enak kalau kutinggal pergi. Aku juga lupa mau chat kamu. Heheheh, maaf ya," ucap Shila tak enak.
"Ya sudah nggak masalah, kapan-kapan main lah ke rumah. Ibuku nanyain kamu terus tuh, katanya kok Shila sudah lama nggak main kerumah,"terang Cahya.
" Ya Allah, sampaikan maafku pada ibu ya, Neng."
"InsyaAllah Shil, ya udah yuk masuk.Itu makananmu nggak kamu habisin? " tanya Cahya ketika melihat mangkok mie ayam Shila.
"Enggak ah."
Kemudian mereka kembali bekerja. Dan Shila mencoba melupakan mimpinya semalam. Dan mencoba fokus ke pekerjaannya.
Pukul lima sore, semua karyawan pulang. Shila sudah mengendarai motornya. Ketika melihat Cahya sedang berdiri di dekat gerbang, Shila menghentikan motornya di depan Cahya.
"Neng, nunggu siapa? " tanya Shila yang masih di atas motor.
" Aku nunggu barengan Shil. Tadinya sih mau pulang bareng Aris. Eeh, ternyata dianya lembur," ucap Cahya menjelaskan.
"Ya sudah.Hayuk aku antar," ajak Shila sambil menepuk jok bagian belakang.
"Beneran nih, nggak papa Shil? "
"Iya, Neng Cahya yang cantik jelita, " ucap Shila.
"Hahahahahha. Cantikan juga kamu Shil. Ya sudah aku ikut kamu ya. Tolong mbak ojek anterin saya sampai rumah dengan selamat ya mbak. Hahahah," ucap Cahya melawak.
"Siiap Nona," ucap Shila dan tangannya seperti sedang hormat, dan membuat keduanya tertawa.
Akhirnya Shila mengantar Cahya pulang terlebih dahulu. Ketika sudah berada di depan rumah Cahya, ibu Mira ibunya Cahya sedang berdiri di luar.
"Assalamualaikum, Bu! "Ucap Shila seraya mencium tangan Bu Mira
" Wa'alaikumussalam, Nduk. Akhirnya kamu main kerumah juga, "ucap Bu Mira.
" Heheheh, iya Bu.Ini cuma mau nganter Cahya, Bu," ucap Shila.
"Ayo masuk rumah dulu, sudah lama kamu nggak main ke rumah ini," ucap Bu Mira sambil merangkul Shila masuk ke rumah.
"Ibu nih, anaknya siapa, yang disambut siapa," ucap Cahya, ketika sudah ditinggal masuk ibunya dan Shila.
"Mau minum apa Shil? " tanya Cahya yang baru masuk rumah.
__ADS_1
"Udah Neng.Nggak usah repot-repot, aku cuma sebentar kok,"ucap Shila sungkan.
" Cahya ajak Shila makan nak! " ujar Bu Mira dari dapur.
"Ayo Shil, makan dulu," ajak Cahya.
"Eeh … nggak usah, Neng. Aku langsung pamit pulang dulu."
"Ibu dimana? "tanya Shila.
"Ibu di dapur. Kamu samperin aja."
Akhirnya Shila melangkah ke dapur Cahya.
"Bu, Shila pulang dulu ya Bu.Sudah sore, takutnya bapak dan ibu Shila nyariin, "ucap Shila dan mencium tangan Bu Mira.
"Nggak makan dulu? " tanya Bu Mira.
"Nggak usah Bu, terimakasih. Shila pamit dulu, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Shila keluar dari dapur Cahya, kemudian menemui Cahya.
"Neng aku pulang dulu ya ."
"Iya Shil, kapan-kapan main kesini lagi hlo ya," ucap Cahya yang sedang nonton TV.
"InsyaAllah."
"Terimakasih ya Shil, udah nganterin aku sampai rumah."
"Iya sama-sama, ya udah Assalamualaikum. "
Shila berlalu menaiki motornya, baru berjalan sebentar, Shila lagi-lagi berpapasan dengan ibu Aris. Dan seperti yang kemarin-kemarin ibu Aris tetap mengacuhkan Shila, seperti tak pernah melihat Shila.
"Huuh" Shila menghembuskan nafas besar.
"Sebenarnya ada masalah apa sih ibu mas Aris denganku, kok seperti tak mau melihatku," monolog Shila saat berkendara.
***
[Neng aya]
[Assalamualaikum, Shila.]
[Kamu udah sampai dirumah kan heheheh😅😅]
[Udah Neng Aya☺]
[Kenapa? Tumben ngechat😌]
[Hahahahah, nggak ada sayang, aku cuma kangen kamu😋]
[Iiih, jangan gitu lah Neng, aku jijik😖😱]
[HAhahahahah, 🤣🤣🤣]
[Shil??? Aku boleh nanya?? ]
[Tanya apa Neng?🤔]
[Tadi kamu ketemu ibunya Aris ya? ]
Saat membaca pesan Cahya itu Shila bingung mau jawab apa.
[Nggak usah dipikirin sikapnya budhe ku itu Shil, yang penting Aris nggak kayak gitu]
Shila terkejut, ternyata Cahya melihat sikap acuhnya ibu Aris padanya.
[Kamu, tau itu??? ]
[Tentu]
[Apa gara-gara mikirin ibu Aris, kamu jadi nggak semangat gitu Shil]
__ADS_1
[Aahhh,, enggak koq Neng]
[ Ya udah bagus, ]
[Cepet tidur besok masih berjuang]
[Aku besok libur Neng]
[Kamu besok masuk lembur?]
[Yaah, enak sekali Anda, aku besok masuk lembur]
[Haduh, aku makan siang sendiri dong]
[Nggak apa-apa Neng, dompet mu nanti jadi tebel, heheheh]
[Ya udah sono tidur gih]
[Siap bos]
Setelah menutup pesan Cahya, Shila melihat ada pesan dari Anton.
[M.Anton]
[Assalamualaikum, mbak]
[Bagaimana besok, aku boleh main kan ke rumah kamu? ]
Shila sudah mengambil keputusan untuk tidak memberi harapan pada Anton, seperti yang bapaknya katakan lalu.
[Wa'alaikumussalam Mas]
[Mas maaf sebelumnya, bukannya aku melarang Mas main ke sini, tapi ada satu hal yang harus aku sampaikan pada Mas]
[Apa itu mbak]
[Aku nggak ingin memberi harapan pada Mas]
[Maksudnya apa Mbak? ]
[Sebenarnya aku disini, sudah ada seseorang yang ingin serius sama aku Mas]
[Tapi belum ada kepastian]
[Jadi aku nggak ingin menyakiti kalian berdua mmas
[Menyakiti bagaimana Mbak? ]
[Ya kalau aku memilih mas Anton padahal mas A duluan yang menyatakan niat baik itu, berarti aku menyakiti dia kan Mas. Terus kalau aku memilih dia dan masih memberikan harapan pada mas, berarti aku hanya memberikan harapan palsu sama Mas kan, danas pasti kecewa denganku]
[Tapi kan belum ada kepastian kan darinya? ]
[Iya Mas]
[Terus, nggak masalah dong kalau aku maju ]
[Eemm,, sebenarnya ada satu lagi alasan aku nggak ingin ngasih harapan pada Mas]
[Apa itu? ]
[Bapakku Mas. Bapakku kurang suka kalau aku dapat orang jauh Mas]
[Kenapa? ]
[Kata bapak dia sudah tua, kalau aku dapat orang jauh pasti aku ikut suami, dan kalau dia ingin ketemu cucu musti perjalanan jauh. ]
[Kalau dapat orang dekat kan, kalau pingin nengok cucu, naik sepeda pun cepat sampai]
[Berarti mbak udah yakin milih dia mbak? ]
[Aku belum yakin Mas.Tetapi lebih baik aku yang mengalah menunggu qodar dari Allah Mas]
[Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan Mbak, aku hargai]
[Tapi kita masih bisa berteman kan ,Mbak]
__ADS_1
[InsyaAllah Mas]
Sebenarnya Shila merasa kasihan dan sungkan pada Anton. Tapi dia sudah bertekat untuk lebih tegas dalam menentukan keputusan hidupnya. Walaupun sebenarnya Anton masuk dalam kriteria calon suami yang diinginkan Shila.