Ku Menantimu Imamku

Ku Menantimu Imamku
Bab 4 Minta Nomer


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan para karyawan kembali bekerja setelah refresing kala itu.Jam menunjukan waktu para karyawan untuk mengisi tenaga mereka yaitu jam istirahat.


Begitu pula Shila dan Cahya, mereka beda defisi tetapi setiap istirahat, mereka selalu makan bersama. Entah Cahya yang nyamperin Shila ataupun sebaliknya. Tapi sebelum mereka keluar untuk makan, mereka menyempatkan sholat dhuhur dulu.


"Eh, shil makan apa kita siang ini," tanya Cahya pada Shila, yang sedang melipat mukenanya.


"Emmm… makan ati. Hahahah," jawab Shila asal.


"Itu mah udah setiap hari, kita makan ati. Hahahahah," ucap Cahya.


"HAhahahahah.Udah kebal yaa. Emm… aku pingin makan bakso di mamang gerobak depan deh Neng," usul Shila.


"Oke, cus dah.Nih cacing di perut, udah pada keroncongan dari tadi," ungkap Cahya.


"Hahahahaha, nggak sekalian dangdutan neng? " tawa Shila.


Mereka akhirnya keluar untuk makan bakso. Ketika pesanan sudah di antarkan, mereka mulai menyantap bakso mereka.


"Shil, ada yang minta nomer WA kamu nih," kata Cahya ditengah-tengah mereka makan.


"Siapa memang? " tanya Shila penasaran.


"Si Aris ," jawab Cahya.


"Uhuuk...uhuuk... " Shila tersedak karena terkejut.Melihat itu Cahya langsung menyodorkan minuman.

__ADS_1


"Hahahah.Kamu kenapa Shil? kaget ya sampai keselek gitu? " tanya Cahya masih tertawa.


"Iya, kaget aku. Kok tiba-tiba mas Aris minta nomer ku," jawab Shila.


"Hahahah.Mungkin buat pdkt, dikasih gak nih? " tanya Cahya sambil terus menggoda Shila.


"Terserah kamu aja neng," jawab Shila, dan meneruskan makannya yang tadi terhenti.


Karna waktu istirahat sudah habis, akhirnya mereka masuk untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Disore hari, Shila sudah berada didepan rumah.Setelah memarkirkan kendaraannya, Shila pun masuk ke rumah.


"Assalamualaikum," salam Shila.


"Wa'alaikumussalam. Eh… Nduk tumben sudah pulang jam segini? " tanya bapak Shila, yang sedang nonton bola di TV.


"Ya udah sana bersih-bersih dulu, sudah bau asem juga," canda pak Adi.


"Ahh Bapak nih. Asem-asem gini banyak yang naksir hlo.Hahaha," ungkap Shila sambil tertawa.


"Alhamdulillah kalau gitu. Berarti sebentar lagi Bapak punya mantu," ucap pak Adi sambil terkekeh.


"Siapa yang mau nikah Pak?" tanya Arif yang baru keluar dari kamarnya.


"Itu Mbak kamu. Katanya banyak yang naksir, jadi sebentar lagi kayaknya mau nikah," goda Pak Adi.

__ADS_1


"Hahahahha.Itu mah mbak Shila aja yang kepedean," tawa Arif, yang membuat Shila cemberut.


"Ahh udah ah, mau mandi biar wangi. Eh… iya, ibu dimana dek," tanya Shila.


"Ibu mu lagi masak didapur. Sudah sana mandi biar cepet nikah, hahahahah," canda pak Adi.


"Haduh Bapak nih. Apa hubungannya coba, mandi sama cepet nikah," tanya Shila.


"Yaa dihubung-hubungin aja.Hahahahah," jawaban pak Adi, membuat Shila dan adiknya tertawa.


Kemudian Shila kekamar, meletakkan barang-barangnya kemudian keluar ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Karena kamar mandi di rumahnya hanya satu, di dekat dapur.Setelah selesai dengan aktifitas mandinya, Shila menghampiri ibunya, bermaksud membantu ibunya memasak.


"Ibu masak apa? " tanya Shila.


"Cuma goreng tempe sama tahu kok Nduk," jawab bu Nurul.


"Ada yang bisa Shila bantu Bu? " tanya Shila lagi.


"Udah selesai kok Nduk. Tapi nih bawa ke depan TV. Nanti habis magrib, kita makan terus berangkat ngaji," kata bu Nurul, sambil menyerahkan sambel ke Shila.


Setelah selesai sholat magrib,mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Dengan lauk seadanya tetap nikmat, karena dimakan bersama-sama. Di karpet depan TV berkumpul pak Adi, bu Nurul, Shila dan Arif. Sedangkan adik Shila yang lain, yaitu Putri dia kembali ke tempat tugasan. Dia mengajar TPQ ditugaskan selama setahun.


Shila juga dulu pernah mondok, dan tugas menjadi guru TPQ selama setahun.


Setelah pulang dari tugas, Shila memilih untuk bekerja membantu perekonomian keluarganya.

__ADS_1


Setelah makan mereka pergi ke masjid, untuk mengikuti pengajian.


__ADS_2