
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Dan komunikasi Shila dan Aris mulai lebih dekat. Aris sudah menyatakan pada Shila bahwa Aris menyukainya. Tapi Shila masih bingung, karena Aris menyatakan perasaannya dibarengi dengan candaan. Jadi Shila tidak tau, apakah yang diucapkan Aris itu benar atau hanya candaan.
Shila teringat ungkapan perasaan Aris padanya beberapa hari lalu.
Saat itu, ketika mereka sedang asyik saling bercerita, tentang masa masa saat mereka satu sekolah dulu. Tiba-tiba Aris mengirim pesan yang mengejutkan untuk Shila.
[Shila, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?]
[Hla bukannya dari tadi mas udah ngomong ya,heheheh ]
[Iya sih tapi ini sedikit beda]
[Silakan atuh mas, wong ngomong juga nggak bayar kok]
[Eemm, sebenarnya apa yang aku omongin di bis pas wisata dulu, itu benar hlo]
[Yang mana ya mas?]
[Saat aku ngomong pingin ngelamar kamu, ]
[Aku suka sama kamu Shil, kamu mau nggak jadi tulang rusuk ku?]
Shila bingung mau menjawab apa. Kemudian Aris mengirim pesan lagi.
__ADS_1
[Udah Shil, nggak usah terlalu dipikirin, kita jalani seperti biasa aja dulu.Adapun nanti gimana ,kita pikir belakangan yang penting aku udah menyatakan isi hatiku]
[Iya mas]
Shila bingung mau membalas apa lagi, akhirnya dia menutup ponselnya, dan tidur.
Hari ini weekand, sehingga Shila memilih untuk bersantai. Setelah dia selesai membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Dia duduk di bangku kayu, dibawah pohon yang dibuat bapaknya.
Ketika sedang melamun, bapak Shila datang dan mengagetkan anaknya.
"Hess… perawan kok pagi-pagi sudah ngalamun. Ngalamunin apa toh Nduk? "tanya Pak Adi.
Shila akhirnya menceritakan kalau ada yang suka sama dia, tapi entah benar apa hanya candaan.
"Eeh,, gak usah Pak.Biar nanti aku yang tanya."Shila panik .
Shila takut kalau nanti bapaknya yang tanya langsung pada Aris. Takutnya ada salah faham di antara mereka. Dan takut memojokkan posisi Aris, yang dituntut untuk segera menikahi Shila.
" Ya kalau Bapak sih terserah kamu saja, yang penting seiman, dan kamu bisa bahagia," nasihat bapak.
Beberapa bulan kemudian, setelah curhat dengan bapaknya. Shila memberanikan diri bertanya pada Aris lewat chat. Yaa hubungan mereka hanya melalui chatingan. Karena beberapa kali Aris mengajak ketemuan, Shila ada kegiatan lain. Sedangkan Cahya dia terus mencomblangkan Shila dan Aris, beberapa kali Cahya bercerita tentang bagaimana Aris. Tetapi Cahya tak memaksa Shila untuk menerima Aris. Karena Cahya ingin, sahabatnya bisa memilih sendiri apa yang membuat dia bahagia.
Saat itu Aris mengirim pesan pada Shila. Berupa gombalan-gombalan receh. Saat itulah Shila memberanikan diri bertanya pada Aris.
__ADS_1
[Mas, boleh aku bertanya?]
[Tentu, tanya apa shil]
[Mas sebenarnya mas itu serius suka sama aku apa cuma bercanda aja toh?]
[Emm... Gmana ya Shila. Sebenarnya aku serius sama kamu, tapi keadaan yang belum memungkinkan]
[Belum memungkinkan gimana mas?]
[Kata ibu aku kalau mau nikah tu butuh persiapan dana, sedangkan akhir akhir ini banyak banget kebutuhan keluargaku, sedangkan aku anak pertama yang sudah bekerja, jadi mau tidak mau itu jadi tanggung jawabku]
[Owalah, gitu, ya udah mas gpp]
[Hla kamu sendiri gimana perasaan sama aku?]
[Emm kasih tau apa gak ya. Heheheh]
[Hahahah, malah ketawa]
[Daripada aku nangis, kan belum ada yang beliin balon. Hahaah]
[Iya juga ya, ]
__ADS_1
Seperti itulah chatingan mereka selama ini, antara serius dan bercanda tak bisa dibedakan.