
"Ada apa, Shila? Kamu lupa apa? " tanya Bapak ku menghentikan sepeda motornya.
"Dompet Shila, ketinggalan, Pak, " jawabku panik.
"Ya Allah, Nduk. Kok bisa, toh? " tanya Bapak lagi.
"Nanti aja aku ceritanya, Pak. Sekarang kita puter balik dulu aja, Pak. " Bapak segera putar balik menuju rumah kembali.
"Kenapa, Nduk? Kok balik?" tanya Ibu ku yang sedang memetiki kangkung.
"Dompetku ketinggalan, Bu, " jawabku sambil berlari masuk kekamar. Setelah menemukan apa yang aku cari, aku kembali berlari keluar rumah, naik membonceng Bapak.
"Owalah, Nduk. tadi kan Ibu sudah suruh kamu cek lagi. " Ibuku geleng-geleng.
"Heheheh.Ya sudah, Bu. Aku berangkat dulu. Asalamualaikum! " teriakku. Bapak segera menghidupkan kendaraannya dan melaju lebih cepat agar tidak terlambat.
"Tadi kok bisa dompetmu ketinggalan, Nduk? " tanya Bapak ditengah-tengah perjalanan.
"Tadi pas jalan-jalan aku kan bawa dompet, Pak. Terus lupa aku masukin kedalam tas! " jawabku sedikit berteriak. Karena berbicara diatas montor membutuhkan tenaga ekstra.
"Owalah, Nduk. " Bapak menggelengkan kepalanya tetapi tetap fokus ke depan.
Akhirnya aku dan Bapak sampai di depan pabrik.Bapak segera pamit pulang dan aku segera masuk ke dalam.Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagiku, dan karyawan pabrik lainnya. Karena bos kami mengadakan kegiatan wisata, untuk semua karyawannya.Setelah hari-hari mengejar target, yang membuat kepala cenat cenut.Hari ini waktunya merefresh otak.
Di dalam pabrik sudah berjejer beberapa bis,dan juga sudah banyak karyawan yang datang.Aku bekerja di PT. Nusa Permai, salah satu perusahaan yang bergerak di industri garment. Sudah hampir tiga tahun aku bekerja sebagai operator di pabrik ini.
'Akhirnya bisa piknik juga, mana ya si Cahya kok belum nampak batang hidungnya?' batinku sambil celingukan mencari sahabatku.Cahya sahabat dekatku,dia juga bekerja sebagai operator di pabrik ini juga, tetapi kami berbeda line.
" Shilaaaa … ." Aku menoleh dan tampak Cahya berteriak, dan berjalan ke arahku. Tapi kok dia bareng Mas Aris dan temannya.Mas Aris itu tetangga Cahya dan juga temanku waktu sekolah dulu.
"Assalamualaikum … Shila, " sapa Aris saat mereka sampai di depanku.
"Waalaikumussalam Mas Aris, Cahya, dan Mas…" ucapanku terjeda. Karena aku tidak tau nama temannya Aris.
__ADS_1
"Ohh ... dia Gilang temanku," jawab Aris seolah tau isi pikiranku.
"Hai Mas Gilang ,aku Shila.Salam kenal ya, " sapaku pada Mas Gilang.
"Iya,salam kenal juga,Shila," ucap Mas Gilang tersenyum.
"Hei, Gilang. Jangan lama-lama mandangi Shila nya, dosa tau, " ucap Mas Aris sambil menyenggol lengan Gilang.
"Apaan sih, Ris. Kamu cemburu ya? " ucap Gilang dengan lirih tetapi masih bisa aku dengar.
"Eh iya Shil, Aku nanti satu bis sama kamu hlo. "Cahya nampak senang.
" Apa iya, Neng? Alhamdulillah dong kalau begitu,dari mana kamu tau?" Neng adalah panggilanku ke Cahya.
"Iya Shil. Tadi aku ditemani Aris dan Mas Gilang,sudah lihat di list bis.Soalnya kan line aku nggak dapat bis, Shil.Jadi satu line kami diacak deh,tempat duduknya.Tapi Alhamdulillah aku bisa satu bis sama kamu,aku seneng banget Shil.Nanti aku duduk sama kamu, ya? " ucap Cahya.
"Owalah begitu. Iya nanti kamu duduk sama aku aja,kebetulan aku belum dapat teman duduk. Nanti kita bisa curhat curhatan. Hahahaha," jawab ku sambil cengengesan.
"Neng kita duduk dimana yaa? " tanyaku saat sudah masuk dalam bis dan mencari tempat duduk untuk kami.
"Bentar Shil ... " Cahya menjawab sambil celingukan.
Tiba-tiba aku melihat Mas Aris yang melambaikan tangan pada ku dan Cahya, dan menyuruh kami duduk di depannya. Kemudian aku dan Cahya menghampiri Mas Aris, dan duduk di bangku depan bangku Mas Aris.
"Hloh, Ris. Kamu ternyata juga satu bis sama kita ya? " tanya Cahya ketika kami sampai di bangku depan Mas Aris.
"Kya, Yak. Ternyata anak-anak kantor, juga dipecah tempat duduknya Yak. Terus aku milih deh duduk di bis ini. Biar bisa barengan sama kamu, dan Shila, " jelas Mas Aris sambil melihatku. Pandangan mataku dengan Mas Aris bertemu, seperti tak biasanya Mas Aris memandangku kali ini. Aku langsung mengalihkan pandangan ku dari Mas Aris.
Ketika panitia masuk ke dalam bis. Aku dan Cahya di suruh duduk dibangku depan. Karena bangku depan ternyata masih ada yang kosong. Akhirnya kami menurut saja. Dan bis pun mulai melaju ke tempat tujuan.
Di dalam bis, aku dan Cahya menikmati perjalanan dengan curhat-curhatan ria, sambil ngemil jajanan yang kami bawa, untuk dimakan di bis.Walaupun panitia sudah menyiapkan snack.
"Aya,kamu punya tisu nggak? " tanya Mas Aris. Tiba-tiba sudah ada di dekat bangku kami. Padahal tempat duduknya ada di belakang.
__ADS_1
"Eemm ... Aku lupa bawa tu,Ris," jawab Cahya.
"Ohh tisu ya aq bawa kok, sebentar yaa, " jawabku sambil membuka tas.
"Niih tisunya, Mas." Aku menyodorkan sekotak tisu yang belum kubuka.
"Shila, tolong bukain dong! " ucap mas Aris.
"Halah, Manja! " ucap sewot Cahya.
Aku pun membukakan tisu itu lalu ku sodorkan pada Mas Aris dan dia mengambil beberapa lembar.
"Terimakasih ya Shil tisunya." Mas Aris berterimakasih dan kembali ketempat duduknya.
Di dalam bis,ada yang sibuk menyanyi, ada juga yang tertidur, sementara aku dan Cahya masih cerita kerandoman kami.Karena keasyikan cerita dengan Cahya.Kami sampai lupa waktu. Sampai seorang panitia memberi tahu, bahwa tempat tujuan kami sudah hampir dekat.
"Oke, teman-teman. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan pertama kita, yaitu pantai Parangtritis. Harap persiapan untuk turun. Dan nanti kita kumpul lagi ke bis sekitar jam duabelas siang ya.Untuk melanjutkan ke tujuan berikutnya." Intruksi panitia.
Dan kami mempersiapkan apa saja yang akan kami bawa ke pantai.
"Neng, baju gantinya kamu bawa sekalian nggak? "tanyaku pada Cahya yang sedang memasukkan ponselnya ke tas kecil.
"Enggak kayaknya, Shil. Nanti aja kalau sekiranya kita main air terus basah, baru kita ambil baju ganti ke bis, " jawab Cahya.
"Oke.Neng nanti kalau sudah turun dari bis, temani aku ke toilet ya. Hehehe.Kebelet, " pintaku.
"Kebiasaan kamu itu, Shil. Kemana-mana yang dicari pertama pasti toilet, " ucap Cahya yang geleng-geleng heran dengan kebiasaanku.
"Hla, mau bagaimana lagi, Neng. Hla wong panggilan alam kok. Hehehe, " ucapku cengengesan.
Bis pun berhenti di parkiran pantai Parangtritis. Semua karyawan PT. Nusa Permai turun dari Bis, Aku segera mengajak Cahya mencari toilet, karena dari tadi aku sudah kebelet pipis.
"Shila, tunggu! "
__ADS_1