KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 1


__ADS_3

Tidak Paman. Tolong Paman jangan lakukan itu!


Kau sangat Cantik Lily. Menurutlah!


Kurang ajar Kau Lary. Lepaskan Putriku!


DOR DOR DOR...


Papi!


Tidak !


Bangun Papi Aku mohon!


Tidak!


PAPI...!


Tersentak Lily terbangun dari mimpi buruknya.


Nafasnya terengah engah peluhnya pun membanjiri keningnya seperti habis di kejar kejar Binatang Buas.


" Mimpi ini lagi." Gumam Lily perlahan dengan air mata di wajahnya.


Matanya menjadi lebar saat Dia melirik jam yang ada di meja kamarnya.


" What jam 8?" Lily pun meloncat dari tempat tidurnya bergegas mandi dan bersiap siap untuk bekerja.


Dengan terburu buru Lily melangkahkan kaki nya menuju Cafe di mana tempatnya bekerja mencari pundi pundi rupiah untuk dirinya dan Ibunya tersayang.


Karena waktu sudah sangat mepet, Lily pum berlari agar tidak terlambat.


" Huh, syukurlah tidak terambat " Ucap Lily dengan nafas tersengal sengal saat sampai di tempat kerjanya. Lily bergegas ke ruang ganti untuk menukar pakaiannya dengan seragam kerja.


Dia menyapa rekan kerjanya sambil tersenyum manis. " Selamat Pagi semuanya?"


" Hallo , Pagi Lily." Jawab rekan rekannya.


" Hai Luna" sapa Lily kepada sahabatnya.


" Hai. Kau hampir saja terlambat Lily." Jawab Luna sambil merangkul sahabatnya itu.


Lily hanya tersenyum. Luna adalah salah satu rekan kerja Lily yang paling dekat dengan Lily.


Seperti biasa Lily melakukan pekerjaanya. Dia mengantarkan pesanan pesanan untuk para Pelanggan di Cafe tempatnya bekerja. Lily hanyalah seorang pelayan Cafe, meskipun begitu Dia sangat besyukur karna dengan hasilnya bekerja sedikit demi sedikit Lily bisa mendapatkan uang untuk perawatan Ibunya.


Terlihat dari kejauhan ada customer wanita di meja nomor 23 memanggilnya.


Lily pun menghampirinya dan menyapanya dengan ramah.


" Selamat Siang Tuan dan Nona? Ada yang bisa saya bantu?"


" Ya. Cepat tuliskan pesanan kami!" Ucap wanita tersebut sambil menyebutkan pesanannya satu demi satu. Lily pun mencatatnya dengan cepat.


" Baiklah Nona . Ada lagi?" Tanya Lily.


" Sudah cukup. Cepatlah Kekasihku tak suka menunggu lama!" Jawab wanita itu dengan ketus.


Lily hanya menganggukan kepalanya lalu pergi memberikan catatannya ke bagian dapur.


" Cepat lah Debora, kekasihnya tak suka menunggu lama." Ucap Lily sambil tertawa menirukan ucapan wanita tadi. Debora ( kepala bagian Dapur )hanya ikut tertawa mendengar candaan gadis muda itu.


Lily sangat di senangi oleh rekan rekan kerjanya. Dia gadis yang periang dan baik hati.


Lily menyandarkan badannya di sebuah dinding sambil menunggu pesanan pesaan di buatkan. Matanya melihat sekeliling. Membayangkan dulu tak pernah terfikirkan jika dia akan menjadi seorang pelayan seperti ini.


" Meja 23 Ready." Terdengar Debora menyebutkan nomor dan meletakan makanan di meja saji.


Lily menghampiri meja saji untuk mengambil pesanan dan mengantarnya ke meja 23.


" Silahkan Tuan Nona pesanan Anda. Silahkan menikmati." Ucap Lily sambil menyajikan pesanan customernya.


" Terimakasih." Ucap pria itu dengan tatapan matanya tetap menuju keluar. Suaranya dingin dan datar.

__ADS_1


" Sama sama Tuan." Jawab Lily sambil melangkah pergi.


" Makanlah Devian! Ini sangat enak." kata Amanda ( customer meja 23 )


" Jangan pernah Kau bilang Aku kekasihmu! Aku tak suka, Kau bukan siapa siapaku." Ucap Devian datar.


" Baiklah. Kamu jangan marah Aku hanya bercanda. Makanlah!" Jawab Amanda sambil menikmati makanannya.


" Makan saja. Aku tak lapar." Jawab Devian datar. Dia hanya mamandang keluar Cafe, sambil menikmati alunan musik dalam Cafe tersebut.


Lily berdiri bersandar di belakang sahabatnya Luna yang bekerja sebagai kasir. Matanya terus memandangi setiap pengunjung yang sedang menikmati makanannya. Ada yang bersama Kekasihnya, Teman temannya, ada juga yang bersama Keluarganya. Mereka semua tampak bahagia membuat Lily tersenyum, seketika dia teringat Keluarganya. Mereka dulu adalah Keluarga yang sangat bahagia, tetapi kebahagiaan itu hancur sesaat setelah Paman Lary mendatangi Keluarganya.


FLAS BACK LILY🖤


***


Lily Lee adalah seorang gadis yang sangat cantik keturunan Inggris Indonesia. Kejadian pedih itu terjadi saat usia Lily masih 14 tahun.


Lily baru saja kembali dari Sekolahnya. Lily membuka pintu rumahnya lalu masuk mencari keberadaan Orang Tuanya. Dilihatnya kedua Orang Tuanya sedang berbincang di Ruang Keluarga.


" Selamat Sore Mom, Pap." Sapanya sambil berlari memeluk kedua Orang Tuanya.


Mereka tersenyum melihat buah hati satu satunya kembali.


Lily menatap dua orang asing di hadapannya . Lily merasa tidak nyaman dengan orang itu.


" Lily, pernenalkan mereka adalah Paman Lary Kakak Papi dan istrinya Bibi Mary." Ucap Papi Lily memperkenalkan .


Lily tersenyum dan menyalami mereka." Hallo Paman Lary dan Bibi Mary."


" Iya sayang. Hallo juga. Kau sangat Cantik Nak." Kata Paman Lary memuji Lily.


" Terimakasih " Jawab Lily tersenyum lalu berpamitan masuk ke kamarnya.


Lily mengira Paman dan Bibinya sudah kembali, tetapi ternyata tidak . Mereka menginap untuk berapa hari di rumah Lily.


Hari hari mereka di rumah semuanya baik baik saja. Lily masih melakukan aktifitasnya seperti biasanya.


Kejadian ini berawal saat genap satu bulan Lary menumpang di rumah Lily.


Matanya tak tahan lagi dan akhirnya dia tertidur dengan pulas.


Entah apa yang terjadi Lily merasakan sesuatu menyentuh dadanya dan meraba paha hingga bagian bawah miliknya.


Tangan itu terus memainkan dadanya dan milik Lily. Sontak mata Lily terbuka lebar lalu melompat dari tempat tidur menyalakan lampu.


Lily sangat terkejut. Ternyata Lary ada di kamarnya.


" Paman. Sedang apa kau disini? Keluar! Aku tidak suka Paman masuk kamarku." Ucap Lily menahan ketakutannya.


Paman Lary tidal merespon kata kata Lily. Dia justru melangkah mendekati Lily.


" Lily sayang, kamu sangat cantik. Paman tertarik padamu. Dulu paman tak bisa mendapatkan Ibumu tidak apa. sekarang ada kamu sebagai gantinya." Ucap Paman Lari sambil mendorong tubuh Lily ketempat tidur ,memegang kedua tangan Lily ke atas kepala Lily.


" Apa maksud Paman? Paman tolong! Aku keponakanmu Paman." Pinta Lily sambi menangis ketakutan.


Lary tidak mempedulikan kata kata Lily. Lary memciumi wajah Lily dan merobek pakaian Lily hingga terlihat tubuhnya yang mungil dan masih sangat mulus itu.


" Jangan Paman! Tolong! Papi Momy Tolong! " teriak Lily sambil menangis.


Tidak berhenti Lary justruk tertawa jahat di hadapannya.


" Berteriaklah Lily sayang, tak akan ada yang mendengarnya. David dan Dhira tidak di rumah sayang . Orang Tuamu sedang pergi berpesta." Ucapan Paman Lary membuat Lily makin ketakutan.


" Bibi Mary. Tolong Aku Bibi! " Lily merintih meminta pertolongan Mary.


Tapi apa daya semuanya sia sia.Mary masuk melihat Lary hendak memperkosa Lily, tetapi dia tak mencegah sama sekali. Dia justru duduk sambil melihat Paman mempermainkan Tubuh Lily dengan Nafsunya.


" Nikmatilah sayang. Aku sudah mendapatkan yang Kau cari. Dengan ini Kau bisa membuatku bahagia." Ucap Mary sambil menujukan beberapa berkas di tangannya.


" Tidak Paman. Tolong Paman jangan lakukan itu!" Pinta Lily dengan isak tangisnya.


" Kau sangat Cantik dan membuatku lapar Lily. menurutlah sayang Paman akan melakukannya dengan lembut" Ucap Lary dengan wajah rakusnya.

__ADS_1


BRAK!!!


" Lary. Apa yang kau lakukan pada Anaku hahh." David Lee( Papi Lily ) terlihat marah dengan kelakuan Lary lalu memukulnya hingga tersungkur.


Lary bangkit dan menghampiri David.


" Aku ingin menikmati Anakmu David. Dia sangat Cantik sama seperti Ibunya." Ucap Lary sambil melik Dhira ( Momy Lily ) yang sedang memeluk Lily.


" ******** Kau Lary." David kembali memukul Lary hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


Lary tertawa jahat dan mengusap darah yang mengalir dengan jarinya lalu menjilatnya.


Lary mengambil senjata api yang sudah di siapkannya dan menodongkan ke arah David. Tidak sempat menghindar Lary menembakan tiga peluru di dada David.


DOR DOR DOR...


Tidaaaakkkk..., Papiii....


Dhira dan Lily berlari menghampiri David yang berlumur darah.


Mereka bedua menangis mencoba membangunkannya tapi sia sia.


"Papi, bangun Papi aku mohon," panggil Lily dengan isak tangisnya.


Dhira dan Lily berusaha membangunkan David, tetapi apalah daya, David sudah tidak bernafas saat itu. Tangis Ibu dan Anak itu memenuhi ruangan itu.


Peluru yang menembus di dada David membuatnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah kejadian itu Lily dan Ibunya masih menempati rumah mereka, suasana pagi saat itu sangat tenang, Lily dan Ibunya masih berkabung atas kematian David Lee ayah Lily. Lily tertidur di pelukan Ibunya.


Terdengar derap langkah kaki yang begitu berisik membangunkan Lily.


" Mom, suara apa itu?" Tanya Lily dengan wajah cemas.


" Tidak tau sayang, coba kita lihat."


Lily dan Ibunya keluar dari kamarnya dan melihat beberapa orang menghampiri Lily dan Dhira , orang orang itu tiba tiba menyeret mereka berdua dengan kasarnya.


" Hei, siapa kalian." Tanya Dhira sambil meronta ronta.


Orang orang itu melempar Lily dan Dhira di hadapan Lary dan sedang duduk menikmati wine nya. Dia tersenyum melihat Dhira yang masih mengenakan piyama dan mendekatinya.


" Kau sangat cantik Dhira, kini David sudah mati, jadilah miliku maka kau akan bahagia ," ucap Lary sambil membelai wajah Dhira.


Dhira menepis tangan Lary dengan cepat.


" Aku tak sudi." Bentak Dhira pada Lary.


Lary merasa geram lalu menampar wajah cantik Dhira


" Usir mereka berdua!" Perintah Lary pada anak buahnya.


Anak buah Lary menyeret Lily dan Dhira keluar dari rumah mereka sendiri.


" Ini rumah kami, ini rumah Papi , Paman yang seharusnya pergi, Paman pergi!" Lily teriak sambil meronta ronta.


Sejak kejadian itu Lily dan Dhira di rumah menginap di rumah Leana sahabat Dhira.


Leana membantu Dhira mencari informasi keuangan David. Dan ternyata Aset milik David sudah di Akuisisi menjadi milik Lary Lee yang tertulis sebagai kakak kandung dari David lee.


Aset David Lee akan menjadi milik Lily Lee jika usianya sudah 22 tahun. Karena itu lah Lary selalu mencari Lily untuk memusnahkannya agar Aset itu bisa menjadi milik Lary sepenuhnya.


Dhira merasa dirinya dan Lily tidak aman berada di Inggris. Dengan tabungan pribadi Dhira , Dhira pun membawa Lily ke Negara Indonesia. Tepatnya di pulau Bali tanah kelahiran Dhira.


Sejak saat itu Lily dan Ibunya menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Dhira bekerja untuk Sekolah Lily, hingga Lily Lulus Universitas, tetapi kenyataannya semua tak sesuai Expetasi.


Suatu hari tiba tiba Dhira jatuh pingsan saat akan berangkat bekerja. Lily sangat panik dan membawanya ke Rumah Sakit.


Lily amat terkejut saat Dokter mengatakan jika Ibunya mengidap Kanker Darah stadium Akhir. Kakinya lemas bagai tak bertulang, air matanya terus mengalir dengan derasnya.


" Dokter , apakah Ibu saya bisa sembuh,"Tanya Lily pelan.


" Bisa saja , asal ada pendonor sum sum tulang belakang yang sehat untuk Ibumu. Selama belum ada pendonor, Ibumu bisa di rawat intensif dibantu terapi Radiasi." Jelas Dokter pada Lily.

__ADS_1


Pada akhirnya Lily memilih bekerja dari pada melanjutkan Sekolahnya.


__ADS_2