KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 12


__ADS_3

 


Devian meninggalkan Lily pagi itu, Dia harus ke kantornya, dia berjanji akan mendatanginya lagi nanti setelah pekerjaannya selesai.


Devian melajukan mobilnya dengan cepat menuju kantornya,,,


Dia melangkah dengan cepat menuju ruangannya, saat memasuki ruangannya Dia melihat sosok Amanda yang sedang duduk di kursi kerjanya.


" Pagi Devian..." ucapnya dengan senyuman.


" Ngapain kamu Disini?" tanya Devian sambil membuka map yang ada di mejanya .


" kamu gak perlu baca, Aku dah baca. kamu tanda tanganin aja, itu kontrak kerja sama dari Papa Aku ." ucap Amanda merebut map itu dari tangan Devian.


Devian menatap dingin Amanda. Tidak suka dengan sikapnya yang lancang.


" meskipun ini dari Papamu, Kamu gak ada wewenang buat baca baca berkasKu." ucap Devian Dingin.


" Dev, kamu kenapa sih, kita tu temen dari kecil Lhoh. Aku tau kamu orangnya kaya apa. masa kaya gini aja kamu permasalahin." ucap Amanda kesal.


" Keluar Kamu dari sini. Aku mau kerja." ucap Devian dingin.


" Apa, kamu ngusir Aku?


" iya, cepet keluar,,, !! ucap Devian ketus.


Amanda pun melangkah keluar dari ruangan Devian dengan kesal. para karyawan yang melihat menahan tawanya saat mendengar Amanda di Usir langsung oleh Bos mereka.


Amanda bukanlah pribadi yang baik, dia sangat arogan dan suka memerintah , dengan status keluarganya yang kaya raya membuatnya jadi selalu memandang rendah orang orang yang tidak sederajat dengannya.


Bagi Devian dia hanyalah teman masa kecil saja, tidak lebih.


Devian membuka mapnya dan mempelajari isinya,, " Haisss pantas aja si Amanda minta Aku buat cepet cepet tanda tangan, ternyata ada hal yang bakal merugikanku di kontrak kerja ini." guman Devian dengan kesal.


Devian melangkahkan kakinya menuju ruangan pribadinya,,, Dia membaringkan badannya di ranjang, semalaman Dia tidak dapat tidur dengan nyenyak karna harus menjaga Lily " di pikir pikir kenapa juga ya Aku begitu peduli sama Lily, Dia bukan siapa siapaku. Apa Aku hanya sekedar kasihan ? aahhh entahlah.." gumam Davian dalam hatinya.


Perlahan Devian memejamkan matanya, istirahat sejenak sebelum menjemput Lily.

__ADS_1


.


.


.


Rafael menghampiri Lily yang sedang duduk di ranjang ruangannya sambil membawakannya cemilan.


" jangan melamun Lily,," kata Rafael mengagetkan Lily.


Lily hanya tersenyum ,,, Dia sangat khawatir dengan keadaan Ibunya.


" Bagaimana keadaan Mom Dokter?? tanya Lily.


" Masih sama seperti kemarin Lily,,, kamu sebaiknya makan dulu lalu minum obatnya." ucap Rafael sambil duduk di sebelah Lily.


" kenapa masih sama saja keadaanya ." ucap Lily sedih.


" kamu harus kuat Lily, demi Ibumu. " ucap Rafael


" iya Dokter, Aku memang harus kuat demi Mom, Aku harus bekerja keras agar bisa membiayai pengobatan Momku." ucap Lily semangat.


" nah gitu dong,,, Lily yang Aku kenal adalah Lily yang kuat." ucap Rafael dengan tawanya.


Lilypun tertawa melihat Rafael yang berusaha menghiburnya.


" Oh ya, mana Devian?" tanya Rafael


" Devian sedang pergi ada pekerjaan yang harus di selesaikan." jawab Lily sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Dia pacar kamu kah?" tanya Rafael perlahan.


uhuukkk uhuukk...


seketika Lily tersedak.


" pelan pelan Lily ..." ucap Rafael yang dengan cepat memberinya minum.

__ADS_1


" Terimakasih." ucap Lily dengan wajah merah.


"Kamu gak apa apa kan?" tanya Rafael sedikit cemas.


" tidak apa apa Dokter. terimakasih." jawab Lily dengan senyuman kecut.


" Baiklah, kalo begitu Aku tinggal dulu ya. Masih ada pasien yang harus Aku periksa hari ini. " ucap Rafael mengusap kepala Lily lalu melangkah keluar dari ruangan.


Lily tertegun , " Memangnya apa yang ada di fikiran Dokter Rafael, kenapa Dia menganggap Devian itu pacarku." gumam Lily dalam hatinya. pandangannya kosong.


" Hei... ngelamunin apa'an??? tanya Devian yang ternyata sudah berdiri di hadapan Lily.


" ngalamunin kamu." ceplos Lily tanpa sadar.


Devian mengerutkan keningnya, lalu tersenyum " Ngelamunin Aku??


Lily yang tersadar tiba tiba kaget ternyata Devian benar benar ada di depannya, Devian benar benar tampan dengan Tshirt putih di padu dengan celana katun Cream selutut , Dia mengira sedang berhalusinasi.


" ehmm,, enggak. Aku salah bicara ." jawab Lily dengan Gugup .


Devian hanya tersenyum melihat tingkah Lily yang tidak pandai berbohong. Devian lalu duduk di kursi hadapan Lily dengan jarak yang amat dekat.


" Ayo, kamu mau pulang apa enggak, apa mau terus disini?? " tanya Devian sambil menatap Lily yang duduk di hadapannya itu.


Deg Deg... jantung Lily terasa sedang loncat loncat,, dengan tatapan yang seperti itu kayaknya semua wanitapun pasti jantungnya serasa mau copot.


" Heiiii.... kok malah ngelamun lagi sih." tanya Devian sambil memegang wajah Lily dengan kedua tangannya, membuat Lily makin salah tingkah di buatnya.


" ehh, eh, iya... kita pulang." ucap Lily dengan gugup yang segera turun dari ranjangnya hendak berjalan keluar. tapi langkahnya terhenti karna Devian menarik tangannya...


" Lily kamu kenapa? kamu mau keluar pake baju pasien?? ini ganti dulu pakaian kamu, Aku udah bawain." Kata Devian sambil memberikan pakaian pada Lily yang di bawanya dari rumah.


" Oh iya,, Baik. Terimakasih Devian." ucap Lily segera masuk ke kamar mandi dengan wajahnya yang merah karena malu.


Devian hanya tersenyum" kenapa Dia seperti itu. Dia tadi bilang lagi ngelamunin Aku,,, masa sih. mungkin gak ya Dia ada rasa sama Aku juga. Jangan buru buru lah, Aku pastiin dulu." gumam Devian dalam hatinya. wajahnya merona seperti orang yang sedang kasmaran.


Terimakasih Kaka Like dan Komennya. 😊🙏

__ADS_1


Selamat Membaca😊


__ADS_2