KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 27.


__ADS_3

***


Lily melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Devian, Dia tersenyum bahagia karena pada akhirnya Dia bisa bertemu dengan laki laki yang di cintainya.


Lily tersenyum pada Dhira yang berdiri di belakangnya dengan Alea di atas gendongannya lalu perlahan Lily menekan bel rumah Devian. Baru satu kali Lily menekannya terdengar langkah kaki berlari menghampiri pintu dan seorang pelayan membuka pintu itu.


" Selamat Siang." sapa pelayan itu sedikit terkejut saat melihat Lily berdiri di depan pintu.


" Siang, Aku ingin bertemu Devian." kata Lily pada pelayan itu.


" Ma, Maaf Nona Tuan Devian sedang tidak berada di rumah." jawab pelayan itu gugup.


" Siapa Bi?" tanya seorang wanita dari dalam pada pelayan itu.


" emh ini ada orang mencari Tuan Devian ." jawab Pelayan pada wanita itu.


Wanita itu pun keluar dan melihat Lily yang berdiri di depan pintu dengan Ibunya yang menggendong anak kecil .


" Ada apa mencari Devian?" tanya wanita itu sambil menyilangkan kedua tangannya.


Lily merasa heran. " Siapa wanita ini, mengapa Dia berada di rumah Devian?" gumam Lily dalam hati.


" Aku ada urusan dengan Devian, Aku harus bertemu dengannya." jawab Lily , belum sempat Lily memperkenalkan dirinya tiba tiba sebuah mobil datang dan berhenti di depan halaman.


Lily tersenyum , Dia tahu itu mobil Devian dan Lily melihat Ruben yang mengemudikannya.


Terlihat Devian dan Ibunya turun dari mobil itu, Liana terkejut saat melihat Dhira yang berdiri di depan rumah Devian. Devian pun tak kalah terkejutnya saat melihat Lily tersenyum padanya.


" Lily, bukankah Dia sudah?" gumam Devian dalam hati masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Lily . Apakah itu benar Kau?" tanya Devian perlahan mendekati Lily.


" Ya Devian, ini Aku Lily. Aku sudah kembali , Aku sangat merindukanmu." jawab Lily yang memeluk Devian dengan air mata yang mengalir di wajahnya. Dia sangat merindukan Laki laki yang di cintainya itu.

__ADS_1


Devian sontak membalas pelukan Lily dengan erat. Diapun sangat merindukan Lily wanita yang di cintainya itu.


Liana yang melihat pemandangan itu segera melepaskan pelukan Devian dan menariknya menjauh dari Lily, Lily bingung dengan sikap Ibu Devian.


" Devian, jaga sikapmu!" kata Liana pada Devian.


" Ma, Dia Lily Ma. Aku sangat merindukannya Ma." kata Devian.


" Tidak Devian, Dia sudah meninggalkanmu begitu lama. Jika Dia mencintaimu Dia pasti akan kembali menemuimu bukan saat Dia selamat ." kata Liana pada Anaknya.


" Lily, beraninya Kamu. Sekian lama meninggalkan Devian kini kamu datang , apa kamu benar benar ingin menghancurkan hidup Devian hah." bentak Liana pada Lily.


" Meninggalkan Devian? Nyonya Liana, jaga bicara Anda. Bukankan selama ini saya sudah memberi tahu anda tentang keadaan Lily, jadi selama ini Anda tidak pernah menyampaikan pesan pesan saya kepada Devian tentang Lily?" tanya Dhira pada Liana heran. Dia baru menyadari jika Liana selama ini dengan sengaja menghalanginya bertemu dengan Devian, ternyata Liana mempunyai maksud lain dari sikapnya itu.


" jangan dengarkan mereka Devian, apa Kau tidak percaya pada Ibumu sendiri?" ucap Liana pada Devian.


Devian merasa bingung dengan semua ini, Dia menatap seorang gadis kecil yang sangat cantik du gendongan Dhira, gadis itu tersenyum manis pada Devian.


" Lily , siapa gadis kecil itu?" tanya Devian.


" Hei, bagaimana bisa Kau mengandung Anak Devian, sedangkan Kalian saja belum sempat menikah. Kau berhubungan dengan Pria lain dan meminta Anaku yang bertanggung jawab? Cuih, pergi saja wanita ****** sepertimu dari sini. Devian sudah menemukan seorang Gadis yang jauh lebih baik darimu dan mereka akan segera menikah. Jadi lebih baik Kau pergi dan jangan ganggu Devian lagi." ucap Liana merendahkan Lily.


Lily terkejut dan sakit hati dengan apa yang di katakan Liana padanya. Apalagi Dia melihat Devian yang meragukannya setelah mendengar kata kata Liana. Wanita yang menemuinya tadi melangkah mendekati Devian dan merangkulkan tangannya di lengan Devian .


" Nyonya Liana jaga bicara Anda, Anak saya tidak seperti yang Anda bilang. Jadi ini rencana Anda,memgapa selama ini melarang saya bertemu dengan Devian? Dan bukankah Anda sudah tahu jika Lily sudah melahirkan Anak Devian , Nyonya Liana mengapa Anda sejahat ini pada Kami?" ucap Dhira kesal dengan sikap Liana terhadap Lily.


" Sudah Mom, sebaiknya Kita kembali saja. Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi di sini." ucap Lily melirik Devian dengan dada yang terasa sesak lalu melangkah pergi memeluk gadis kecil di gendongannya itu. Melihat Lily menangis Alea pun ikut menangis sambil menatap Devian.


Devian berlari mengejar Lily dan menahannya.


" Lily tunggu, Tolong jelaskan padaku mengapa Kau meninggalkanku dan tidak memberitahuku tentang keadaanmu?" kata Devian.


" Untuk apa di jelaskan jika Kau tidak mempercayainya. Semuanya sudah jelas seperti yang Ibuku katakan. Terserah Kau mau percaya atau tidak , lagi pula Kau sudah akan menikah. Selamat dan semoga Kau bahagia!" jawab Lily lalu memasuki mobilnya. Sopirpun melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Dhira.

__ADS_1


Lily berulang kali mengusap air matanya yang mengalir di wajahnya. Dhira merasa sedih melihat Lily lalu mengusap usap bahu Lily untuk menenangkannya.


" Aku baik baik saja Mom" kata Lily pada Dhira, Dia melirik Alea yang tertidur di pangkuan Dhira lalu mengusap pipi gembilnya itu.


" Lily, Kau harus tetap kuat dan semangat demi Alea." ucap Dhira khawatir dengan Putri semata wayangnya itu.


" Mom tenang saja, Aku tidak akan putus asa. Aku sudah terbiasa melewati ini sendiri bukan. Ada dan tidak adanya Devian itu sama saja dan tidak akan merubah apapun." jawab Lily mencoba tegar demi Putri kecilnya dan juga demi Ibunya yang sangat Dia sayangi.


.


.


Devian memasuki rumahnya dengan perasaan kacau di ikuti Liana di belakangnya.


" Dev tunggu Dev, Mama bisa menjelaska semuanya padamu!" panggil Liana mencoba menghentikan Devian.


" Apa maksud dari semua ini Ma? Mengapa Mama menyembunyika keadaan Lily dan pesan pesan Lily padaku." Tanya Devian kecewa pada Ibunya.


" Devian dengar, Mama melakukan ini semua untuk kebahagiaan Kamu. Mama ingin Kamu melupakan wanita itu dan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Lily. Lihat Devian , Dia sudah menyelingkuhimu hingga melahirkan Anak haram itu, Kau lihat sendiri bukan? lagi pula Kalian belum jadi menikah mana mungkin Lily hamil Anakmu." ucap Liana pada Putranya.


" Aku sudah melakukannya pada Lily sebelum Kami menikah, tidak seharusnya Mama berkata seperti itu pada Wanita yang Aku cintai." jawab Devian menyilangkan kedua tangannya.


" Tapi belum tentu Dia itu Anakmu Dev." kata Liana kesal, Dia tidak mau kehadiran Lily menghancurkan rencananya .


" Cukup Ma! Aku akan mencari tahu sendiri. Dan satu hal, Aku sangat kecewa pada Mama." ucap Devian lalu bergegas pergi membawa mobilnya bersama Ruben.


" Tante , Bagaimana ini jika Devian tidak mau menikahiku." ucap Stela tunangan Devian yang di jodohkan oleh Liana.


" Tidak mungkin Sayang, Devian pasti akan menikahimu. Kau adalah Tunangannya yang sah bukan. Lagi pula Aku hanya ingin Kau yang jadi menantuku, bukan wanita ****** itu." kata Liana menghilangkam ke khawatiran Stela.


Stela tersenyum lalu memeluk Liana dengan manja.


" Baiklah Tante , Aku akan berusaha menjadi Istri yang baik untuk Devian. Dan Aku juga akan meminta Papa membantu melunasi hutang hutang Perusahaan Martin pada Perusahaan Stewart." ucap Stela tersenyum pada Liana.

__ADS_1


Liana membalas senyuman Stela, Dia tidak ada Cara lagi untuk membantu keuangan keluarganya, jika Devian mau menikahi Stela keluarga Stela berjanji akan membantu masalah keuangan Perusahaan milik Suaminya bangkit dari kebangkrutan. Devian dan Suaminya bisa saja mengembalikan keadaan Mereka, hanya saja semua butuh proses dan kerja keras , Liana tidak mau mengalami kesulitan yang terlalu lama, karena semua orang akan menertawakannya jika itu sampai terjadi.


( Selamat Membaca 😊🙏 )


__ADS_2