KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 24. ( Kisah Lily 2 )


__ADS_3

***


Selama masa kehamilan Lily jalani dengan tegar. Lucas pun selalu ada di sisinya setiap waktu. menemaninya berbelanja, menemaninya memeriksa kandungan yang seharusnya di lakukan oleh Devian. Tapi apa mau di kata, ingatan Lily belum juga pulih saat ini.


Lucas benar benar menjaga Lily dengan baik hingga kandungannya kini memasuki usia 8 bulan.


Di tambah sejak Lucas mengetahui identitas Lily yang sebenarnya, Lucas ingin menghancurkan perusahaan Ayah Rose yang selalu mengganggu bisnisnya dan selalu memaksa untuk menikahi Anaknya. Hanya tinggal menunggu waktu.


Jam di dinding menunjukan pukul 1 dini hari, Lucas baru saja menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja, tubuhnya terasa sangat lelah dan berniat untuk istirahat.


Perlahan Dia membuka pintu kamarnya, di dapatinya Lily duduk termenung di atas ranjang dengan perutnya yang besar itu.


" Kamu kenapa?" tanya Lucas melihat ada sisa sisa air mata di wajah Lily.


Lily mengangkat wajahnya perlahan , menatap laki laki di hadapannya.


" Aku lapar." ucap Lily terisak.


Seketika Lucas memegang kepala dengan kedua tangannya.


" Ya Tuhan Lily, Kau lapar hingga menangis." ucap Lucas tak mengerti dengan emosi seorang wanita hamil.


Lily menganggukan kepalanya dan menangis tersedu sedu.


" Sudah jangan menangis lagi. Aku akan meminta pelayan membuatkan makanan untukmu. Okey." kata Lucas cemas sambil mengusap usap bahu Lily


" Aku ingin makan spagety." kata Lily pelan.


" Baiklah, sebentar biar pelayan membuatnya untukmu." ucap Lucas.


" Tidak Mau." jawab Lily pelan.


" Lily, apa maumu sebenarnya. jangan membuatku bingung. Katakanlah!" ucap Lucas agak kesal dengan tingkah Lily .


Melihat wajah Lucas yang kesal membuat dada Lily terasa sakit, tanpa di sengaja air mata itu pun mengalir dengan deraa du wajah Lily.


" Baiklah, maafkan Aku jika Aku terlalu kasar padamu. Katakan kamu mau apa?" kata Lucas lembut menahan dirinya.


" Aku mau spageti buatanmu." Jawab Lily pelan.


Lucas seketika tercengang " Bagaimana bisa. Aku sendiri belum pernah masak. Tapi jika Aku menolaknya Dia pasti menangis lagi. Dokter bilang wanita hamil tidak boleh banyak menangis." gumam Lucas dalam hati.


" Baiklah . Aku akan mencobanya." kata Lucas pada Lily.


Mendengar ucapan Lucas Lily tersenyum manis.


Senyuman Lily seketika membuat Lucas luluh dan membalas senyuman manisnya itu. " Bagaimana bisa Aku menjadi lembut seperti ini. Haiss" gumam Lucas dalam hati merasa heran dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Lucas membangunkan salah satu pelayannya lalu melangkah menuju dapur.


Pelayan wanita itu menyiapkan bahan bahannya lalu memberikannya pada Lucas.


Sambil membaca buku resep Lucas sibuk membuatkan Spageti untuk Lily, Si pelayan hanya tersenyum geli melihat Tuannya yang selalu dingin kini tidak bisa berkutik saat seorang wanita hamil memintanya memasak.


Selesai memasak Lucas melangkah ke lantai dua menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya , terlihat Lily berbaring di ranjangnya. Di dekatinya wanita itu , terlihat Lily tertidur dengan pulasnya. Lucas hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu duduk di ranjang itu.


Di dekatkannya piring yang berisi spageti buatannya di dekat hidung Lily, terlihat hidung Lily bergerak gerak seperti seekor kucing yang mencium aroma ikan. Lucas tertawa geli melihatnya.


Perlahan Lily membuka mata, di dapati sepiring spageti di hadapannya, sontak Dia langsung terbangun.


" Kau sungguh sungguh membuatkannya? Terimakasih" ucap Lily senang spontan memeluk Lucas sejenak lalu menerima sepiring spageti itu dan melahapnya.


" Bagaimana?" tanya Lucas penasaran dengan hasil masakannya.


" hmmmm,,, ini lumayan enak. Cobalah" kata Lily hendak menyuapi Lucas .


Lucas terdiam sesaat , melihat Lucas yang terdiam Lily menjadi sangat canggung. Dia berfikir tidak seharusnya Dia bsrtingkah seperti itu pada Lucas.


" ehm maaf." kata Lily menarik kembali tangannya.


" Tidak masalah." kata Lucas singkat lalu melahap suapan Lily dan tersenyum.


" Hmmm,,, tidak buruk juga rasanya." ucap Lucas memuji masakannya sendiri.


" Ya. makanlah yang banyak agar bayimu sehat." kata Lucas seperti memperhatikan istrinya sendiri.


Diapun tidak tahu mengapa Dia begitu lembut pada Lily.


.


.


.


Hari demi hari telah berlalu. Sedikit demi sedikit ingatan Lily mulai pulih, hanya saja belum sepenuhnya pulih.


Semakin lamapun Lily dan Lucas merasa semakin dekat, karna sehari hari mereka harus berpura pura menjadi pasangan Suami Istri, sehinngga mereka merasa sudah terbiasa menjalaninya.


Malam itu Lily melangkah menuju ruang baca Lucas berniat mengantarkan coklat hangat untuk Lucas. Tapi di depan pintu ruang baca tiba tiba perut Lily terasa sakit dan membuatnya kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh.


Lucas yang mendengarnya segera berlari keluar. Dilihatnya Lily terbaring di lantai dengan kaki berlumur darah.


Lucas dengan cepat membawa Lily kerumah sakit. Dokter mengatakan jika Lily akan segera melahirkan.


" Tuan silahkan Anda masuk untuk menemani Istri Anda." pinta seorang perawat pada Lucas.

__ADS_1


" Menemani?" tanya Lucas heran.


" Ya, bukankah seorang suami seharusnya begitu?" kata Perawat itu bingung.


" Oh ya, baiklah." kata Lucas mengikuti perawat itu. Dia tidak mau ada orang yang curiga pada rencananya.


Lucas masuk kedalam ruangan persalinan, di lihatnya Lily sedang meringis kesakitan, memperjuangkan hidup dan matinya untuk mrlahirkan . Selama proses persalinan Lucas menemani Lily di sampingnya, melihat bagaimana perjuangan seorang wanita. Hal itu mengingatkannya pada mendiang Ibunya, membuatnya makin membenci Ayahnya yang sudah menyakiti Ibunya hingga Ibu Lucas menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya pun Ayahnya sama sekali tidak menampakan batang hidungnya. Tapi ketikan melihat Lucas sukses bisa bisanya Dia mau mengatur kehidupan Lucas dan memaksanya menikah dengan anak temannya. " sampai kapanpun Aku tidak akan menganggapmu sebagai Ayahku" gumam Lucas dalam hatinya.


Setelah melewati proses yang menegangkan itu, terdengar suara tangisan bayi menggema di ruangan itu. Seorang perawat membungkus bayi itu lalu memberikannya pada Lucas.


" Selamat Tuan. Bayi anda perempuan, Dia sangat cantik seperti Ibunya." kata seorang perawat tersenyum pada Lucas.


" Ya. Dia sangat cantik." jawab Lucas menerima bayi Lily.


Perawat itu lalu meninggalkan Lucas dan kembali memberikan perawatan untuk Lily.


Lucas merasa sangat canggung saat itu, Dia baru pertama kalinya menggendong seorang bayi. Tangannya sedikit gemetar, di tatapnya bayi mungil di gendongannya itu, seketika hatinya luluh melihat bayi mungil di tangannya itu.


Perlahan di sentuhnya pipi bayi itu seketika bayi itu tersenyum , membuat Lucas pun tersenyum melihatnya.


" Aku rasa Kau telah jatuh cinta pada bayi ini." kata Pedro sambil memegang pipi mungil itu.


" hentikan omong kosongmu Pedro." jawab Lucas datar.


" Haiss, bagaimana bisa Kau tidak jatuh cinta. Bayi ini sangat imut dan lucu Lucas. Aku pun telah jatuh cinta padanya." ucap Pedro gemas dan menciumi bayi Lily.


Sontak Lucas menjauhkannya bayi itu dari Pedro.


" Bayi ini tidak mau padaMu Pedro. Dia berkata tidak mau dengan Paman jelek." goda Lucas sambil terkekeh.


" Hais. Itu tidak benar, mana mungkin para suster itu tergila gila padaku jika Aku jelek." jawab Pedro menyilangkan tangannya di dada.


Lucas hanya tersenyum mengejek mendengar perkataan Pedro, matanya melirik ke arah Lily yang masih terlihat lemas lalu menghampirinya.


" Lihatlah Lily , Dia cantik bukan?" kata Lucas mendekatkan bayi mungil itu ke wajah Lily. Lily tersenyum dan mencium bayinya .


" Terimakasih Lucas, Kau banyak membantuku." kata Lily menatap Lucas.


" Ya. Kamu tahu itu tidak cuma cuma bukan." jawab Lucas datar.


" Ya, Aku tahu. Aku akan menuntaskan tugasku." ucap Lily tersenyum.


Lucas menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.


" Istirahatlah agar Kau cepat pulih." kata Lucas mengusap kening Lily dengan lembut.


Pedro yang memandang dari kejauhan benar benar tidak habis fikir dengan sikap Lucas yang berubah 180 derajat. " Mungkinkah Lucas menyukai wanita itu. Jika benar, itu sungguh bagus. Akhirnya Dia mau membuka hatinya kembali." gumam Pedro dalam hatinya.

__ADS_1


( Selamat Membaca 😊🙏 )


__ADS_2