
Lily melangkahkan kakinya menuju ruangan Rafael.
Di ketuknya pintu ruangan tersebut ,,, Rafael mebukakan pintu lalu meminta Lily masuk.
" Ada apa Lily??" tanya Rafael sambil duduk di sofa ruangannya.
" Dokter, saya sudah dapatkan uangnya. Tolong segera oprasi Mom saya Dok." pinta Lily.
Rafael mengerutkan keningnya, " ternyata Devian tidak memberi tahu Lily jika Ibunya sudah di oprasi dan biayanya sudah di lunasinya." gumam Rafael dalam hatinya.
" Baiklah Lily, Aku akan mempersiapkan semuanya, Kau tidak perlu khawatir dengan keadaan Ibumu. Aku dan Dokter yang lain akan berusaha merawatnya dengan baik. Kau bisa melihat Ibumu dari balik kaca Lily, maaf belum bisa mengijinkanmu masuk dahulu " kata Rafael pada Lily.
" Terimakasih Dokter..." jawab Lily dengan senyumannya lalu melangkah keluar dari ruangan Rafael menuju ruangan Ibunya.
Lily menatap Ibunya yang masih berbaring di ranjang, wajahnya tak sepucat kemarin, Dia terlihat lebih segar.
" Mom, Aku mohon bertahan dan sehatlah kembali, Aku tidak mau sendirian di sini Mom,, hanya kamu yang Aku miliki...." ucap Lily lirih dari balik kaca besar itu.
" Lalu, Kamu anggap Aku apa? " tanya Devian pelan yang tiba tiba sudah ada di belakang Lily membuatnya terperanjat.
Devian terkekeh melihat Lily yang hampir meloncat karna terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba,,,
" Kamu kok segitu kagetnya sih " kata Devian tertawa kecil.
" Devian Apa sihh,, kamu ngagetin Aku saja." ucap Lily sambil mencubit pinggang Devian. wajahnya merah karena malu.
Devian hanya tertawa , cubitan Lily tidak terasa sakit baginya, justru membuatnya geli, hingga mereka saling tertawa satu sama lain.
Dari kejauhan Rafael memperhatikan Lily dan Devian yang sedang bercanda, tidak pernah Dia melihat Lily tertawa seperti itu.
__ADS_1
.
.
Devian mengajak Lily berjalan jalan di taman Rumah sakit sambil menunggu informasi dari Rafael.
" Bagaimana Ibumu Lily?" tanya Devian sambil menyodorkan minuman kaleng untuk Lily.
" Dokter Rafael akan segera mempersiapkan operasinya,,, semoga semuanya lancar." jawab Lily dengan senyuman di bibirnya.
" Ya, Semoga lancar dan Ibumu segera sehat kembali Lily. " ucap Devian sambil menengguk minumannya.
Lily melirik Devian , Dia masih mengenakan kemeja kerjanya yang di gulungnya hingga siku,,
" Kamu baru pulang kerja?" tanya Lily pelan.
" He'emm... " jawab Devian dengan senyumannya sambil melirik Lily.
Drrtttt,,,, Drrtttttt....
Ponsel Devian berbunyi , Devian pun mengangkat ponselnya.
" Ada apa Ma?" tanya Devian pada Ibunya.
" Kamu dimana Dev, Mama ke kantor kata sekretarismu kamu sudah pulang, mama ke Villa, kamu pun gak tidak ada." tanya Liana pada anaknya.
" Mama kenapa cari Devian?" tanya Devian
" ada yang mau Mama bicarakan sama Kamu Dev." jawab Liana
" Masalah Amanda?" kata Devian asal tebak.
__ADS_1
" Ya , kamu tau dari mana Dev.? tanya Liana heran.
" Aku segera kembali ,, tunggu Devian di Villa." ucap Devian sambil memutus sambungan ponselnya.
Lily hanya menatap Devian dalam kediamannya, Dua merasa Devian sedang ada masalah. Dia makin tidak enak hati.
" Devian ,,, sebaiknya Aku pulang kerumahku saja, Kamu sudah banyak masalah, Aku tidak mau menambah bebanmu." ucap Lily pelan.
Devian Tersenyum mendengar kata kata Lily,,,
" Kamu ngomong apa sih,,, Tidak lah Lily, Kamu tidak pernah membebaniku. Aku hanya butuh bantuanmu sedikit, apa Kamu mau?" ucap Devian dengan senyuman di wajahnya.
" apa Dev? Aku pasti akan bantu Kamu sebisa Aku." jawab Lily cepat.
Devian menatap Lily dan memegang tangannya,,,
" Tolong bantu Aku, berpura puralah jadi Pacarku . ya Lily ya..." pinta Devian .
" a,,apa jadi Pacar Kamu?? kenapa hanya pura pura saja ?" tanya Lily
" memangnya Kamu mau jadi Pacarku beneran?" jawab Devian menggoda Lily dengan senyumannya.
" Ng....." Lily di buat gagap tak bisa berkata dengan godaan Devian,,, Devian tertawa geli melihat Lily yang kebingungan dan malu dengan godaannya.
" Diam, tanda setuju. Ok , Ayo kita ke Villa,,, " ucap Devian sambil menggandeng tangan Lily berjalan menuju mobilnya. Diliriknya Lily yang masih terdiam, wajahnya terlihat merona malu.
Lily mengikuti langkah Devian ,, jantungnya terasa berdetak lebih kencang setiap kali Devian menggandeng tangannya. " perasaan apa ini,,, tidak pernah Aku merasakan hal seperti ini sebelumnya, kenapa setiap di dekat Devian Aku merasa nyaman dan berdebar... " Gumam Lily dalam hatinya.
Terimakasih Like dan Komennya Kakak....😊🙏
Selamat Membaca 😊
__ADS_1