KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 26. ( Kisah Lily 4 )


__ADS_3

***


Lily melangkah menuruni tangga menghampiri Lucas yang sudah menunggunya. Hari ini Lucas akan membawa Lily ke Perusahaan Keluarga Lee.


" Lucas, Aku sudah siap." Kata Lily pada Lucas.


Lucas membalikan badannya dan tercengang dengan apa yang lihatnya. Lily terlihat cantik dengan Rok span Abu² dan juga jas dengan warna sepadan, Dia terlihat makin cantik dengan rambutnya yg terikat tinggi, sehingga lehernya yang putih jenjang terlihat jelas.


Lily mengayunkan tangannya di hadapan Lucas.


" Heii, Kamu kenapa? Mari kita berangkat. " kata Lily pada Lucas.


" Ya." jawab Lucas singkat lalu masuk ke dalam mobilnya. Dia terpesona oleh kecantikan Lily hari ini , Dia tidak menyangka jika ternyata Lily bisa tampil begitu elegant .


Lucas dan Lily melangkah masuk ke dalam Perusahaan Lee milik Ayah Lily yang saat ini masih dalam kekuasaan Lary.


Lucas membawa Lily masuk ke dalam ruangan Lary, terlihat Lary sedang bersandar di kursi kerjanya di kelilingi wanita wanita cantik yang menggelendot padanya. Lily memalingkan wajahnya merasa jijik dengan apa yang di lihatnya.


" Hoi, ada apa gerangan Tuan Lucas mencariku. Apakah Kau menyetujui pernikahan dengan anakku Tuan?" kata Lary berdiri hendak menjabat tangan Lucas.


Lucas hanya memandang Lary hingga Dia menurunkan kembali tangannya.


" Anda jangan salah faham Tuan Lary. Aku kemari hanya ingin memantau perkembangan perusahaan milik Istriku." kata Lucas sambil melangkah melihat lihat seisi ruangan yang Lary tempati.


" Apa maksudmu ?" tanya Lary melirik ke arah Wanita yang datang bersama Lucas.


" Ya. Apa Kau lupa jika perusahaan ini bukanlah milikmu Lary. Perusahaan ini milik David Lee yang di wariskan untuk putrinya." kata Lucas menatap Lary dingin.


" Apa? Hahahaha,,, Tuan Lucas Anda bercanda. Mereka semua sudah mati, semua orang juga sudah mengetahuinya. Aku adalah pewaris tunggal perusahaan ini, Anda jangan mengada ngada" ucap Lary dengan percaya diri.


" Itu yang Kau tahu, tapi Kau tidak tahu bukan apa yang Aku miliki saat ini." ucap Lucas tersenyum sinis sambil menepukan tangannya memanggil seseorang.


Segerombolan bodygart dan salah satu pengacara Lucas masuk ke dalam ruangan Lary. Seorang pengacara Lucas meletakan sebuah berkas di atas meja Lery, Lary terlihat bingung .


" Ada apa ini Tuan Lucas? Mereka mau apa?" kata Lary cemas.


" Silahkan Kau baca berkas itu , sudah saatnya Kau pergi dari perusahaan ini Lary." kata Lucas dingin.


Lary membuka berkas itu dan membacanya satu persatu.


" Ini tidak mungkin. Lily sudah mati." ucap Lary sambil melempar berkas itu.


" Apakah Paman kecewa jika keponakanmu ini sebenarnya belum mati? ucap Lily melangkah mendekati meja Lary.


" Kau Lily?" tanya Lary dengan wajah bingung.


" Ya. Sudah saatnya Paman pergi dari sini. Sudah cukup Paman menghambur hamburkan kerja keras Ayahku." jawab Lily


" Tidak akan. Jika Kau belum mati, Aku akan membuatmu mati sekarang." ucap Lary yang menarik Lily lalu menodongkan pistol di kepalanya.


Lucas dan yang lain terlihat panik dengan apa yang di lakukan Lary.

__ADS_1


" Lary, lepaskan Dia." Teriak Lucas.


" Tidak akan , kecuali jika Kau mau menikahi Anakku aku akan melepaskannya. Aku tidak takut kehilangan perusahaan ini jika Rose menikah denganmu." kata Lary mengancam.


" Jangan mimpi Kau Lary." jawab Lucas.


" Baiklah jika Kau tidak mau.' ucap Lary sambil menarik pelatuknya.


Dor dor dor ....


Lily mengira Dia tertembak saat itu, Dia membuka matanya dan terkejut saat melihat Lary tersungkur di lantai.


Pergelangan tangan dan kakinya banyak mengeluarkan darah. Laly berlari menghampiri Lucas dengan badan bergetar.


" Kau menembaknya Lucas ?" ucap Lily.


" Tidak, para Polisi lah yang sudah melumpuhkannya." jawab Lucas menujuk ke arah jendela, terlihat ada beberapa Polisi


Sontak Lily memeluk Lucas dan menangis hingga akhirnya pingsan. Dia sangat takut mendengar suara tembakan yang bertubi tubi. Dia teringat bagaimana cara Lary membunuh Ayahnya di depan matanya sendiri.


Lucas membalas pelukan Lily mencoba menenangkannya, lalu menggendongkan masuk kedalam mobil dan membawanya kembali terlebih dahulu.


Lary akhirnya menerima semua akibat dari perbuatannya. Kejahatan yang Dia lakukan sangatlah banyak. Membunuh Ayah Lily dan Ibu Lucas hanyanya salah satunya saja.


Kini Lary menerima hukuman yang setimpal, Dia mendekam di Penjara seumur hidupnya dengan Kaki dan tangan yang lumpuh karena luka tembakan itu.


Sejak saat itu Lucas sudah berhasil memindahkan Perusahaan ke tangan Lily , Dia banyak membantu Lily dalam mengelola perusahaanya, para karyawan pun sangat senang karea pada saat Perusahaan dalam kendali Lary, banyak hak hak karyawan yang tidak di berikan, bahkan karyawan merasa tertindas.


.


.


" Dad, Mom kenapa?" tanya Alea pada Lucas dengan wajah yang sedih.


" Tidak apa apa Sayang. Mom hanya kelahan, lihatlah Paman Pedro sedang mengobatinya." jawab Lucas sambil mengangkat Alea naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Ibunya.


Alea hanya menatap Lily dengan raut wajah yang sedih.


" Dia mengalami Trauma yang sangat berat" kata Pedro melirik Lucas .


" Ya, Aku tahu itu. Masa lalunya sungguh mengerikan. Lambat laun Dia akan normal bukan." jawab Lucas terus menggenggam tangan Lily.


Pedro sedih melihat pemandangan itu, Dia tahu Lucas tertarik pada Lily. Hanya saja Lucas tidak mau mengungkapkannya karena di hati Lily ada seseorang yang sangat di cintainya.


" Lucas, ada yang ingin ku bicarakan." kata Pedro pada Lucas lalu melangkah keluar dari kamar Lily.


" Alea temani Mom ya, Dady keluar sebentar." kata Lucas sambil mencium Alea lalu melangkah keluar menghampiri Pedro yang sudah menunggu di Bar Table.


" Kapan Kau akan membawanya kembali ke Indonesia?" tanya Pedro sambil memutar mutar gelad wine di hadapannya.


" Secepatnya." jawab Lucas singkat lalu menengguk habis winenya.

__ADS_1


" Kau sungguh tidak ingin mengatakannya?" ucap Pedro sambil mengerutkan alisnya.


" Tidak. " jawab Lucas singkat lalu melangkah pergi meninggalkan Pedro sendirian.


Pedro hanya terdiam menatap kepergian Lucas. Dia merasa heran dengan sahabatnya itu, baru kali ini Dia melihat Lucas yang rela berkorban apapun hanya untuk seorang wanita.


" Kau sungguh beruntung Lily." gumam Pedro dalam hatinya.


.


.


Pesawat yang di tumpangi Lily dan Lucas akhirnya mendarat juga.


Lily berjalan di depan Lucas di ikuti Lucas yang membawa Alea dalam gendongannya. Setiap mata yang melihat , mereka merasa Lily dan Lucas adalah keluarga yang bahagia, di tambah Alea yang selalu nempel pada Lucas, terlihat jika Lucas adalah seorang Ayah yang sangat menyayangi Putrinya.


Dhira yang sedari tadi dengan tidak sabar menunggu kedatangan Lily sendiri duduk di ruang tunggu penjemputan.


Dia menatap ke arah luar tetapi Devian tak kunjung datang menyusul, Dia sudah memberi kabar lewat Ibunya bahwa Dia akan menjemput kedatangan Lily hari ini . Sejak tidak ada Lily Dhira sangat sulit menemui Devian. Selama ini komunikasinya pada Devian melalui Mamanya.


" Devian mana ya, kenapa belum datang juga. " gumam Dhira dalam hatinya.


" Mom." Panggil Lily saat melihat Ibunya yang duduk sendirian di ruang tunggu.


Dhira beranjak dari duduknya saat mendengan Lily memanggilnya, di pandangnya anak kesayangannya itu dengan haru.


" Lily, Anaku." ucap Dhira berlinang air mata.


" Mom, Aku sudah kembali." kata Lily berlari menghampiri Ibunya dan memeluknya dengam erat. Dia sangat sangat merindukan Ibunya.


Merekapun saling memeluk melepaskan rindu.


Lucas senang melihat akhirnya Lily bisa bertemu dengan satu satunya keluarganya setelah sekian lama menjalani pengobatan dan juga menyelesaikan misi nya di Inggris.


" Dad , itu siapa?" tanya Alea yang melihat Ibunya memeluk seseorang.


" Itu adalah Nenek." jawab Lucas tersenyum pada gadis kecil di gendongannya. Lalu melangkah menghampiri Lily dan Dhira yang masih menangis haru karena terlalu bahagia dengan pertemuan mereka.


" Mari kita segera pulang kerumah." ajak Lucas pada Dua wanita itu.


" Baiklah. Maaf Lucas Aku terlalu bahagia bisa bertemu dengan Ibuku." jawab Lily tersenyum .


" Tidak masalah. " jawab Lucas tersenyum sambil mengusap air mata Lily yang membasahi wajah cantiknya.


" Nenek." panggil Alea pada Dhira canggung.


Dhira menatap Alea dalam dalam, Dia tidak menyangka saat dalam musibah itu Lily sedang mengandung, Dia pasti melewati masa masa yang sangat suli. Dhira tersenyum pada Alea lalu menggendongnya lalu melangkah menuju mobil.


Alea terlihat begitu senang bisa bertemu dengan Neneknya begitu juga Lily. Mereka sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali setelah sekian lama terpisah.


Di balik kebahagiaannya ada sebuah kekecewaan yang Dhira rasakan, karena hingga saat inipun Devian tidak menampakan diri di hadapannya. " Apa yang sebenarnya terjadi." guman Dhira dalam hatinya.

__ADS_1


( Selamat Membaca 😊🙏 )


__ADS_2