KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 22.( Kisah Lily )


__ADS_3

***


Perlahan Pedro membuka perban di wajah Lily dengan hati hati.


Lucas memperhatikan dengan seksama cara pedro membukanya, dadanya terasa sesak entah mengapa, Dia pun tidak tahu ada apa dengan dirinya, Wanita asing ini benar benar membuatnya berbeda .


Sedikit demi sedikit wajah Lily mulai terbuka,dan betapa terkejutnya Lucas saat melihat wajah Lily yang terbuka penuh. seketikan Dia terdiam memeprhatikan wajah Lily .


" uwhhhhh.... Sempurna." ucap Pedro bangga dengan hasil kerjanya lalu melirik Lucas yang masih terdiam memperhatikan wajah Lily.


" Heyy... bagaimana , sempurna bukan? ini hanya memperbaikinya saja, jadi wajahnya masih seperti miliknya sendiri, hanya sebagian saja yang sedikit berbeda. sangat sulit memperbaikinya. kau harus membayarku mahal untuk hasil ini Lucas." kata Pedro melirik temannya itu.


" ya, pasti Aku akan membayarmu mahal." jawab Lucas yang masih menatap Lily.


Pedro terkekeh melihat Lucas yang terus menatap Lily , lalu mendekati Lucas menyilangkan tangannya.


" Hey sobat, wanita itu sangat cantik bukan , mungkin saja Kau tertarik padanya." kata Pedro menggoda temannya itu.


" Biasa saja dan Tidak akan" jawab Lucas singkat sambil mengalihkan pandangannya.


Pedro hanya terkekeh dan duduk di samping Lucas.


" Apa rencanamu Selanjutnya?" tanya Pedro.


" Segera kita bawa Dia ke Inggris!" perintah Lucas sambil melirik Pedro.


" Kenapa? Kau bisa merawatnya di sini?" tanya Pedro heran.


" Lakukan saja." jawab Lucas singkat.


" Baiklah,,, segera Aku urus. Kau membawaku kesana kemari dan kini Aku harus membantumu merawat wanita ini. Kau harus menaikan gajiku Boss" goda Pedro pada Lucas sambil tersenyum licik.


" Kau tenang saja. " jawab Lucas sambil melirik Pedro yang merasa puas selalu menggodanya.


Harus di akui, Lucas pun merasa heran dengan dirinya sendiri, Dia tidak tahu mengapa wanita asing ini membuatnya penasaran.


Lucas meminta pada Pedro agar wanita itu hari ini juga terbang ke Inggris. Karna waktunya sudah tidak banya lagi di Indonesia. Dia harus segera kembali ke Inggris. Dan Dia ingin esok selesai bekerja Dia bisa melihat wanitanya sudah berada di Rumah Sakit milik keluarganya di Inggris.


Pedro hanya menuruti perintah Lucas dan segera mengurus pemindahan Lily ke Inggris.


Saat melewati lorong lorong Rumah sakit Lucas melihat pintu ruangan pasien yang tidak terturup rapat, Dia hanya ingin membantu menutupnya tapi Dia terkejut saat melihat seorang pasien wanita yang terlihat mirip dengan wanita yang di temukannya , Dia sendirian di ruangan itu.


" Selamat Siang Nyonya, maaf tadi pintumu sedikit terbuka , Aku hanya membantumu menutupnya. Apakah Kau sendirian Nyonya?" kata Lucas masuk kedalam ruangan itu.


Dhira menatap pria yang tidak di kenalinya itu yang tiba tiba menyapanya.


" Ya, Aku sendirian. Terimakasih Tuan." kata Dhira dengan suara lemah.


Lucas hanya tersenyum lalu melangkah keluar dari ruangan itu, saat sampai di depan pintu Dia berpapasan dengan Rafael yang hendak masuj ke dalam. Mereka pun saling memundurkan langkahnya.

__ADS_1


" Sedang apa Anda di sini?" tanya Rafael heran.


" Tidak apa apa, Aku hanya hendak membantu Nyonya ini." jawab Lucas lalu melangkah pergi dari hadapan Rafael.


Lucas mengambil ponselnya menghubungi Pedro.


" Pedro , selidiki data pasien kamar 203, Aku ingin data datanya secepatnya." Perintah Lucas pada Pedro. Lalu Dia pun bernjak pergi dari Rumah sakit itu.


Rafael pun masuk memeriksa keadaan Dhira.


" Bagaimana perasaanmu Nyonya?" tanya Rafael


" Aku sudah merasa baikan. Di mana Lily, kenapa Dia tidak menjenguku. Bagaimana pernikahannya ? Bukankah Kau bilang Anaku akan menikah dengan Devian??" Tanya Dhira yang tidak sabar ingin tahu kabar Lily.


Rafaela terdiam sejenak lalu menggenggam tangan Dhira dengan lembut.


" Nyonya , berjanjilah Kau akan baik baik saja jika Aku mengatakannya." Pinta Rafael perlahan.


" Ya, Aku akan baik baik saja. Ada apa dengan Anaku Dokter?" tanya Dhira cemas.


" Saat hari pernikahan Lily di culik Nyonya,,, hingga saat ini kamo belum bisa menemukannya. Tapi Anda tak perlu khawatir karna Devian sedang berusaha mencarinya." kata Rafael memceritakannya, Dia baru bisa berani mengatakan ini semua setelah keadaan Dhira benar benar baik.


Seketika Air mata Dhira mengalir, " Lily..." pekiknya hendak bangkit dari ranjangnya tapi Rafael segera menahan dan menenangkannya.


Dhira menangis sejadi jadinya , Rafael memeluknya , Dia tahu pasti Dhira sangat sedih , saat penyakitnya bisa sembuh justru Dia harus kehilangan anaknya.


" Nyonya tenanglah, kami akan berusaha terus untuk mencari Lily, Anda berdo'alah agar Tuhan melindunginya di manapun Dia berada." kata Rafael mencoba menenangkannya.


Meskipun Lily belum di temukan bahkan kemungkinan hidup sangat kecil. Devian terus mencarinya bahkan Dia terus merawat Dhira hingga Dhira benar benar sembuh.


Perlahan Lily membuka matanya, Dia merasa tubuhnya sakit semua, Dia menatap sekeliling ruangan itu dengan bingung.


" Aku dimana ?" ucapnya pelan.


Pedro yang mengetahui Lily sadar segera menghampirinya.


" Hai Nona , apakah Kau sudah baik baik saja." tanya Pedro pada wanita cantik itu.


" Tubuhku sakit semua, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Lily pada Pedro.


" Kau tidak ingatkah dengan apa yang Kau alami ? kata Pedro heran.


Lily hanya menggelengkan kepalanya. Tiba tiba Dia merasa kesakitan saat berusaha mengingat apa yang terjadi sebenarnya, Dia merasa dingin dan menggigil. Pedropun segera memberinya selimut tebal dan menenangkannya.


" Sudahlah Nona, jangan Kau paksakan. Sebaikanya Kau beristirahat " kata Pedro pada Lily sambil memberikan suntikan agar Lily tenang.


Lucas melangkah dengan cepat menyusuri lorong lorong Rumah Sakit miliknya menuju ruangan Lily.


Dia membuka pintu itu lalu masuk kedalam ruangan itu, di lihatnya Pedro sedang berdiri di sisi ranjang wanita itu.

__ADS_1


" Bagaimana keadaannya Pedro?" tanya Lucas .


" Haiihhh... Kau ini seperti sedang khawatir dengan istrimu saja." Goda Pedro pada Lucas.


" Cepat katakan saja" kata Lucas sebal.


" Ada yang sengaja menghilangkan memori ingatannya, entah apa maksud dan tujuan orang yang mencelakainya, sehingga wanita ini di buat begitu." ucap Pedro sedikit cemas.


Lucas hanya terdiam lalu mebdekati ranjang Lily . Di tatapnya wanita di hadapannya itu. Tiba tiba wanita itu menggenggam tangannya erat erat.


" Mom, dingin, dingin sekali Mom. Tolong Aku." terdengar rintihan dari bibir Lily dengan mata yang terus terpejam.


Lucas menggenggam tangan itu dengan lembut, membuat Lily terdiam mengigau.


" Apa rencanamu selanjutnya? Dia sudah sadar dan mulai membaik." kata Pedro menatap sahabatnya itu.


" Tetap pada rencana awal, Aku akan membawanya pulang." kata Lucas sambil terus menggenggam tangan Lily.


" Kau serius Lucas?" ucap Pedro melebarkan matanya.


" Ya. Dia harus berterimakasih padaku dengan bekerjasama denganKu." kata Lucas dingin.


Lily yang sedikit tersadar lalu membuka matanya perlahan.


" Siapa Kau?" tanya Lily lirih sambil menatap Lucas yang duduk di ranjangnya.


" Apa yang Kau ingat?" tanya Lucas sambil melirik Lily.


Lily hanya menggelengkan kepalanya sambil melirik Pedro yang berdiri di sisi ranjangnya. Dia merasa takut dengan tatapan mata Lucas yang dingin itu.


" Jangan takut, Dia orang yang sudah menolongmu." kata Pedro pada Lily.


Lily melirik Lucas lalu menundukan pandangannya.


" Terimakasih Tuan, Kau sudah menolongku." ucap Lily pelan.


" Aku tidak butuh ucapan terimakasihmu. Bekerjasamalah denganku, Aku akan membayarmu juga akan membantumu mencari identitas dan keluargamu untuk imbalannya." kata Lucas dingin pada Lily.


Lily tercengang mendengarnya, Dia tidak tahu harus bagaimana. Di sisi lain mau tidak mau Dia harus menurutinya,karna di sini Dia sendirian tidak mengenal siapapun.


" Baiklah, tapi Kau tidak boleh menyentuhku." kata Lily pelan.


" Aku tidak akan menyentuh wanita hamil." kata Lucas ketus.


Lily tersentak dengan kata kata itu. " Apa, Aku hamil. Bagaimana bisa,siapa ayah dari anakku ini. kenapa aku tidak mengingat apapun,bagaimana kehidupannku sebenarnya. Aku hanya ingat seseorang mendorongku ke laut dan meninggalkanku di hamparan laut yang luas, Apa yang terjadi sebenarnya." gumam Lily dalam hati sambil terus memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


Lucas spontan memeluknya ,berusaha menenangkannya.


" Sudahlah,Kau tidak perlu mengingatnya dengan keras , ada Aku di sini yang akan menjagamu dan bayimu." ucap Lucas lembut. Dia sendiripun tidak tahu mengapa bersikap seperti ini.

__ADS_1


Lily menangis dan membenamkan wajahnya di dada Lucas, Dia tidak tahu bagaimana nasibnya jika Lucas tidak menolongnya.


( Terimakasih Like dan Komennya Kakak😊🙏. Selamat membaca 😊 )


__ADS_2