
***
Cukup lama Lily mengikuti permainan Lucas. Hingga apa yang Lucas inginkan tercapai.
Dengan pengobatan yang Pedro berikan Lily mulai mengingat masa lalunya. Inilah yang Lucas inginkan.
Lucas melangkah mendekati Lily yang baru saja selesai terapi.
" Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Lucas di hadapan Liĺy.
" Aku merasa jauh lebih baik."
" Lucas, sebenarnya apa tujuanmu? kenapa kamu sangat ingin Aku mengingat tentang masa kecilku?" tanya Lily sambil menatap Lucas.
" Karna Aku ingin menghancurkan Pamanmu yang sudah menghancurkan kehidupanKu." jawab Lucas.
" Paman ku? Lary Lee?" tanya Lily sambil menatap Lucas .
" Ya. Bukankah Dia juga yang menghancurkan kebahagiaan Keluargamu?" kata Lucas duduk di sebelah Lily.
" Bagaimana Kau tahu?" tanya Lily heran.
" Apakah Kamu lupa dulu kamu dan Ibumu pernah tinggal di rumahku saat kalian sembunyi dari Lary. Lary Lee adalah teman Ayahku, Dia mengenalkan Ayahku pada seorang wanita sehingga Ayahku tergoda dan berkhianat pada Ibuku. Kami di usir dari rumahnya dan Ibuku membesarkanku sendirian. Perusahaan yang Aku kelola itu adalah milik Ibuku, maka dark itu setalah Dia tahu Aku sukses Dia memintaku untuk menikah dengan Rose Lee, Dia bekerja sama denga Lary ingin merebut Perusahaan milik Ibuku yang sudah dinserahkan padaku. Sungguh Aku sangat membencinya. " kata Lucas dengan tatapan mata yang menerawang jauh dan kosong.
" Kamu Anak dari teman Ibuku? Tante Leana?" kata Lily perlahan.
" Ya. Kamu benar. Saat menemukanmu Aku melihat kalung ini melingkar di lehermu. Ini adalah satu satunya kalung peninggalan keluarga Lee untuk pewaris tunggal David Lee. jadi Aku menyelidikimu." Kata Lucas sambil memakaikan kalung itu di leher Lily.
" Lalu, dimana tante Leana?" tanya Lily.
" Mamaku sudah tiada. Lary membunuhnya beberapa tahun yang lalu karna memergoki Dia sedang bercumbu dengan kekasih baru Ayahku. Ayahku benar benar buta, Dia mencampakan wanita sebaik Ibuku demi wanita jalang yang berkomplot dengan Lary itu." jawab Lucas sedih.
" Maaf Lucas, Aku tidak bermaksud membuatmu sedih." kata Lily tidak enak hati.
__ADS_1
" Tidak apa, itu sudah masa lalu." ucap Lucas tersenyum pada Lily.
" Kapan Kau mengantarku Kembali ke Indonesia Lucas . Aku sudah sangat lama tinggal di sini. Alea pun sudah berusia hampir 3 tahun saat ini?" tanya Lily.
" kenapa ? Kau ingin menemui Ayah dari Anakmu ?" ucap Lucas melirik Lily.
" Bukan hanya itu. Aku sangat merindukan Ibuku. Bagaimana keadaanya saat ini, Dia sedang sakit dulu saat Aku masih di sana." ucap Lily pelan dan menundukan wajahnya.
" Kamu tidak usah khawatir. Aku sudah memberi kabar pada Ibumu jika Kau baik baik saja bersamaKu." jawab Lucas.
" Sungguh?" Tanya Lily .
" Ya." jawab Lucas.
" Lily, saat ini usiamu sudah 24 tahun. Bersiaplah menjalankan misi kita selanjutnya." kata Lucas sambil mengulurkan tangannya pada Lily.
Lily pun membalas uluran tangan Lucas. Lucas menggandeng tangan Lily , mereka melangkah bersama keluar dari ruang Terapi.
Mereka melangkah memasuki Mansion Lucas, terlihat sosok Alea yang berlari kecil menghanpiri Lucas dan Lily dengan senangnya.
" Dady." Teriak Alea sambil menubruk kaki Lucas.
Lucas berlutut lalu mengangkat Alea dalam pelukannya.
" emhh, Alea sayang." kata Lucas sambil menciumi wajah Alea sehingga membuatnya kegelian dan tertawa cekikikan.
Lily tersenyum manis saat melihat Lucas dan Alea bercanda, mereka nampak seperti seorang Ayah dan Anak kandung. Seketika senyuman Lily memudar.
" Devian , bagaimana caranya agar Aku bisa menghubunginu. Lihatlah buah cinta kita sudah besar. Jika Lucas sudah menghubungi Mom, kenapa Mom tidak memberitahu tentang Devian pada Lucas. Dan juga kenapa Ibu tidak memberi tahu Devian tentang keadaanku." gumam Lily dalam hatinya. Beribu pertanyaan berputar di kepalanya saat itu.
" Momy." panggil Alea sambil merentangkan tangannya minta di gendong.
Lily pun menggendong Alea dan mencium pipinya.
__ADS_1
" Alea sudah makan?" tanya Lily pada putri kecilnya.
Alea menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Lily, senyumannya sangat manis membuat gemas .
Lucas kembali merebut Alea dan mengajaknya berlari ke lantai atas . Terdengar suara tawa Alea dan Lucas menggema di mansion Lucas. Suasana rumah makin hangat dan penuh canda tawa, lain dari sebelumnya yang sepi hanya tinggal Lucas sendiri dan para pelayannya saja.
Lily hanya tersenyum mengikuti langkah Lucas yang sedang bercanda dengan Alea.
" Alea sayang saat nya tidur, ini sudah malam OKey." kata Lucas mendudukan Alea di ranjangnya.
" Dady menemani?" tanya Alea dengan bibir mungilnya.
" Dady belum mandi , masih bau. Alea di temani Mom !" kata Lucas melirik Lily.
Alea mengangguk senang, lalu menghambur ke pelukan Lily.
" Ayo peri kecilku, kau harus ganti baju lalu tidur." kata Lily sambil membuka pakaian Alea satu persatu.
" Lily, Aku mau membersihkan badan , temani Alea dulu ya." pinta Lucas seolah olah Alea adalah anak kandungnya, perhatian dan kasih sayang yang Lucas berikan untuk Alea benar benar bagai kasih sayang seorang Ayah.
Lily menganngukan kepalanya sambil tersenyum pada Lucas. Dia sangat bersyukur bertemu orang baik seperti Lucas. Lucas banyak membantunya bahkan merawatnya hingga benar benar sembuh.
.
.
Lucas masuk ke dalam kamar Alea, di lihatnya Lily sedang menindurkan Alea sambil bersenandung. Suaranya sangat merdu dan menenangkan bagi yang mendengarnya.
Lucas tersenyum melihat Ibu dan Anak itu.
" Lily bagaimana keadaanmu nanti jika mengetahui semuanya tidak akan seindah yang Kau bayangkan. Aku berharap Kau bisa menghadapinya kelak. Dulu Mamaku yang membantu kalian , kini Aku pun akan mencoba membantumu untuk menghancurkan Lary, kita punya musuh yang sama." gumam Lucas dalam hatinya lalu melangkah pergi meninggalkan kamar Alea.
( Selamat Membaca 😊🙏 )
__ADS_1