KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 9


__ADS_3

 


Usai menyelesaikan job nya Lily berlajan me dekati Debora ,,,


" malam Debora,,,, " Sapa Lily dengan senyuman khasnya.


" Malam Lily, bagaimana liburanmu hari ini? tanya Debora sambil menyodorkan minuman untuk Lily.


" Terimakasih ,,, ehm, menyenangkan. Luna kemana Debora?" tanya Lily memutar pandangannya yang sedari tadi tidak melihat Luna.


" ehmm,, Luna gak kasih tau kamu Lily?? Dia hari ini sudah tidak bekerja di sini." Jawab Debora.


Lily terkejut hingga matanya terbuka lebar.


" Apa, Luna resign? kenapa Dia tidak memberi tahuku, apa alasan Dia resign Debora." Ucap Lily merengut


" Dia kecewa Lily, Dia menyatakan perasaannya pada Darel, tapi Darel...."


belum sempat menyelesaikan kata katanya Debora melihat Darel memghampiri mereka lalu duduk di sebelah Lily.


" Lily ini bayaranmu." Ucap Darel sambil menyodorkan dua buah amplop .


" Thank's Darel..." ucap Lily dengan senyuman manisnya. senyumannya membuat jantung Darel berdetak kencang. Banyak wanita yang mendekatinya tapi entah kenapa Dia lebih tertarik pada gadis polos seperti Lily.


" Ehmm,, Lily kamu mau kemana lagi setelah ini?? tanya Darel .


" Aku mau pulang setelah ini, kenapa?"


" Apa mau ku antar Lily?" tanya Darel perlahan.


" Ehmmm... enggak usah Darel, Aku bisa pulang sendiri kok." jawab Lily sambil tersenyum lalu beranjak dari duduknya berpamitan pulang duluan pada Debora dan Darel.


" Owwhhhh Debora, kenapa susah banget ya ngomongnya." ucap Darel sambil menjambak pelan rambutnya.


" Kamu belum ada nyali Darel." ledek Debora pada Darel membuat Darel mendengus meninggalkannya.

__ADS_1


.


.


Lily melangkahkan kakinya menuju rumahnya,Selama perjalan Dia merasa di ikuti seseorang. Lily mencoba menoleh kebelakang Ada 2 orang Pria berpakaian hitam seoalah olah sedang ngobrol di belakangnya, saat Lily melanjutkan langkahnya 2 pria itu juga melanjutkan langkahnya mengikuti Lily.


Lily merasa panik mempercepat langkahnya, 2 pria itu makin mendekat, Lily berlari dengan cepat,, " Siapa mereka, kenapa mereka mengikutiku " gumam Lily dalam hati.


Lily menoleh ke belakang , mereka masih mengejarnya,,,


" Tolong!! teriaknya... tidak ada yang mendengar teriakannya. 2 pria itu justru mengejarnya dengan lebih cepat.


Lily terus berlari air matanya keluar dengan sendirinya karena ketakutan,, " Mom,,, huhuhu.... Mom...." rintihnya sambil berlari. Di puncak kelelahan ada sesorang yang menariknya masuk kedalam lorong kecil,,


" Ahhh.... tolong. siapa kamu lepass..." teriak Lily sambil berontak. tapi telapak tangan pria itu membungkam mulutnya membuatnya sulit bernafas.


" Heiii Lily tenang lah, ini Aku Devian." Bisik Devian di telinga Lily.


" Devian.... Devian... " ucap Lily dengan bibir yang bergetar.


" Jangan Dev, ini bahaya. Aku tidak mau kamu kenapa kenapa." kata Lily cemas.


Devian tersenyum , di pegangnya wajah Lily dengan kedua tangannya. Di kecupnya kening Lily lembut.


" Kamu tenang aja, Aku akan baik baik saja." ucap Devian sambil meninggalkan Lily di lorong itu.


Deg Deg Deg.......


Lily memegang dadanya, jantungnya serasa loncat loncat seperti bermain trampolin. Muncul sebuah senyum di balik kecemasannya.


Lily sangat cemas menunggu Devian yang tak kunjung datang. Tak beberapa lama akhirnya Devian pun muncul menghampiri Lily.


" Lily, kamu baik baik aja kan?" tanya Devian setelah selesai membereskan orang yang mengikuti Lily. Dia baru sadar ternyata nyawa Lily sangat terancam, ada yang beniat mencelakainya.


" Iya Aku baik baik aja, justru kamu gimana? Aku khawatir banget Dev sama keadaan kamu." jawab Lily dengan wajah cemas.

__ADS_1


Devian tersenyum mendengar jawaban Lily, Dia senang Lily mengkhawatirkannya.


" Kamu tenang aja. Lily rumah kamu udah gak aman. Kamu malam ini ikut Aku dulu ya." kata Devian sambil menatap wajah Lily dalam kegelapan.


Lily hanya mengangguk menyetujui saran Devian. Dia juga bingung mau kemana lagi jika rumah nya aja sudah tidak aman untuknya.


Divian menggandeng Lily menuju Mobilnya, meljukan kendaraan itu dengan cepat menuju Villanya.


" Terimakasih Devian, kamu udah nolongin Aku tadi." ucap Lily membuka keheningan.


" Iya Lily, sama sama. Oh ya Lily, sebenarnya ada masalah apa sih kamu, kenapa ada orang jahat yang ingin mencelakai kamu kaya gini.?" tanya Devian yang berniat membantu Lily menghadapi masalahnya itu. Dia tau Lily tidak punya siapapun di sini selain Ibunya.


Lily menundukan bungkam seribu bahasa, hanya air matanya yang terus mengalir deras membasahi wajahnya.


Devian menepikan mobilnya lalu berhenti, di tatapmya gadis di sebelahnya itu , entah rasa apa sebenarnya yang Dia rasakan saat ini, dadanya sakit ketika melihat gadis itu menangis. Ada rasa Tidak rela jika ada yang ingin melukainya.


" Lily, jangan kamu pendam masalahmu sendirian." kata Devian sambil mengusap kepala Lily.


Lily sedikit demi sedikit menceritakan masa lalu dirinya dan kedua orang tuanya pada Devian. Devian hanya manggut manggut mendengar cerita Lily sesekali Dia mengusap usap punggung Lily yang menangis saat menceritakan kematian Ayahnya.


" Jadi Paman kamu itu saat ini memegang Harta punya Ayah kamu yang sudah di wariskan ke kamu hingga kamu Usia 22 tahun. Ketika kamu usia 22 tahun dia mau tidak mau harus mengembalikannya kepadamu secara utuh . maka dari itu selama ini dia berusaha mencelakai kamu agar bisa menguasai harta itu selamanya. Begitu??


" Iya , begitulah Devian." jawab Lily menundukan kepalanya.


" memangnya usia kamu berapa sekarang ?" tanya Devian sambil teesenyum lalu menjalankan mobilnya lagi. Dia merasa suasana hati Lily sudah lebih baik setelah membagi kisahnya dengan Devian.


" 11 Januari besok Aku sudah 22 tahun." jawab Lily singkat.


" Januari ya. sekarang September. Berati sekitar 4 bulan lagi ya." tanya Devian sambil berfikir .


Lily mengangguk , semyuman mulai merekah di bibir nya. Devian melirik Lily membalas senyumannya.


Lily menundukan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang merona melihat senyuman Devian padanya.


Terimakasih Like dan Komennya Kakak😊🙏

__ADS_1


Selamat Membaca😊


__ADS_2