
***
Lily berdiri di dekat jendela, menatap langit gelap yang di penuhi bintang bintang.
" Mengapa semua ini terjadi padaku, mengapa ?" ucap Lily pelan sambil menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya.
Seketika kenangan kenangan bersama Devian muncul di kepalanya, Dia tahu Devian tidak bermasud membuatnya kecewa, ini semua karena perbuatan Liana yang merencanakan semua ini. Lily tidak menyangka Liana yg begitu lembut dan ramah juga sangat menyayangi Lily, saat ini menjadi wanita yang membencinya.
" Devian, jika memang Kau bahagia bersamanya, Aku akan lepaskan semua ini, Aku ikhlas Kau bersaanya." ucap Lily dalam hati sambil menutup jendela kamarnya .
Semuanya sudah terjadi, Lily tak mau terpuruk dalam keputus asaan . Dia harus kuat dan semangat menjalani kehidupan ini demi Alea, putri kecilnya tersayang.
" Haih sudah lah Lily, untuk apa Kau sesali nasibmu ini. Yakinlah kelak pasti hidupmu akan jauh lebih bahagia." Gumam Lily menyemangati dirinya sendiri.
.
.
Lily melangkahkan kakinya menuju ruang makan, terlihat di sana sudah ada Ibunya dan Lucas yang sedang berbincang.
" Morning Momy." Sapa Alea yang sedang asik mengunyah sarapannya di atas pangkuan Lucas.
" Morning too kesayangan Momy." Jawab Lily sambil mencium pipi gembil Alea yang sangat menggemaskan.
Jarak wajah Lily saat mengecup Alea dengan Lucas sangatlah dekat membuat jantung Lucas seperti mau meloncat saja.
Deg Deg...
" Ada apa dengan jantungku, mengapa berdegub begitu kencang? Mungkinkah Aku terkena penyakit jantung?" Kata Lucas dalam hati.
" Lucas apakah Kau sudah sarapan?" Tanya Lily sambil mengoles selai di atas rotinya.
" Sudah." Jawab Lucas.
" Bagaimana keadaanmu Lily?" Tanya Lucas melirik ke arah Lily. Dia terlihat khawatir dengan Lily.
Lily tersenyum manis pada Lucas. " Aku baik baik saja Lucas." Jawab Lily
" Syukurlah Lily." Ucap Lucas lega.
" Lily, tidak lama lagi Aku akan kembali ke Inggris untuk mengurus Perusahaan yang di sana. Aku mempercayakan semua Bisnis di sini padamu." kata Lucas
" Apakah tidak apa apa Lucas? Kau percaya padaku?" tanya Lily memastikan ucapan Lucas.
" Ya Aku percaya padamu." jawab Lucas singkat sambil tersenyum pada Lily.
Lily membalas senyuman Lucas , Lucas merasa lega setelah melihat Lily yang sudah bisa tersenyum kembali setelah kejadian pahit yang telah di alaminya.
" Dady jangan pergi." Pinta Alea sambil menatap wajah Lucas.
" Dady hanya sebentar sayang. Secepatnya Dady kembali Okey." jawab Lucas merayu Alea yang sudah seperti putrinya sendiri.
Dhira tersenyum melihat Alea yang sangat manja pada Lucas.
Setelah sarapan Lucas dan Lily pun pergi untuk memantau beberapa Restoran dan Cafe yang menjadi bisnis mereka . Lucas mempercayakan bisnisnya di Indonesia kepada Lily sedangkan Dia akan mengelola perusahaan milik Lily dan juga miliknya. Entah apa yang membuatnya begitu tulus membantu Lily dalam hal apapun. Lucas sendiri juga belum mengetahui apa alasannya.
Lucas berencana mengajak Lily dan Alea makan malam bersama sebelum Dia kembali ke Inggris.
" Lily , bagaimana jika lusa kita makan malam di luar?" tanya Lucas pada Lily.
" Boleh." jawab Lily cepat dengan senyuman manis di wajahnya.
__ADS_1
" Baiklah, lusa Aku akan menjemputmu." Kata Lucas.
Lucas terlihat senang dengan jawaban Lily. Melihat Lily yang sudah kembali ceria mambuatnya merasa tidak khawatir lagi untuk kembali ke Inggris.
Setelah menurunkan Lily Lucas langsung kembali ke Villanya.
Direbahkan tubuh itu di ranjang besar yang sangat nyaman dan empuk.
Baru beberapa menit menikmati nyamannya ranjang tiba tiba Pedro muncul dan duduk di samping Lucas membuat guncangan guncangan kecil di ranjang itu.
" Haiss, ada apa Kau memanggilku malam malam Lucas? Kau mengganggu tidur nyenyakku." Tanya Pedro pada sahabatnya itu.
" Aku butuh bantuanmu." Jawab Lucas sambil berbaring.
" Apa?" Tanya Pedro yang penasaran.
Lukas tiba tiba membuka kemejanya di sambil berbaring membuat Pedro meloncat menjauh dari ranjang.
" Hei apa yang Kau lakukan? Aku pria sejati Sob." Teriak Pedro merasa geli.
" Berfikir apa Kau? Cepat beri pemeriksaan pada jantungku apakah ada masalah atau tidak!" Perintah Lucas pada Pedro.
Pedro hanya tertawa lalu mendekat memeriksa keadaan Lucas.
" Tidak ada masalah apapun pada jantungmu. Kau sangat sehat." Ucap Pedro setelah meberikan pemeriksaan pada Lucas.
" Sungguh ?" Tanya Lucas merasa heran.
" Ya. Memangnya ada apa?" Tanya Pedro penasaran.
" Beberapa waktu ini jantungku sering terasa nyeri dan berdetak sangat kencang. Apakah baik baik saja?" tanya Lucas.
" Bagaimana bisa? Apakah itu sakit?" Tanya Pedro pada Lucas.
Pedro terdiam sesaat, Dia sedang berfikir ada apa sebenarnya dengan Lucas.
" Lucas , apakah Kau sedang jatuh cinta pada seseorang ?" Tanya Pedro.
" Entahlah. Yang jelas Aku merasa senang berada di dekatnya." Jawab Lucas mengusap wajahnya.
" Waaaaa, akhirnya gunung es pun mencair juga hahahaha....." Goda Perdro pada Lucas yang memang dingin sedari dulu.
" Ahh apa Kau ini. Sudahlah Kau boleh pergi." Kata Lucas dengan wajah yang sedikit merona.
" Apa Kau ini. Ahh sudahlah, Aku akan pergi. Jangan Kau pendam terlalu lama perasaanmu, ungkapkan saja." Ucap Pedro dengan senyuman menggoda pada sahabatnya itu.
" Bye. Aku akan kembali meneruskan mimpi indahku yang terputus gara gara Kau ." Kata Pedro sambil melangkah pergi dari kamar Lucas.
Lucas hanya diam mendengar candaan Pedro. Dia masih belum yakin dengan perasaannya.
" Bagaimana bisa Aku jatuh cinta padanya? Bagaimanapun juga hatinya sudah terisi oleh seorang yang sangat Dia cintai." Gumam Lucas dalam hati. Lucas merasa perasaan ini salah tempat, harusnya bukan Lily yang masuk ke hatinya.
.
.
Lily merapikan pakaian Alea. Alea terlihat imut dengan gaun merah mudah tanpa lengan di tambah bandana yang senada di rambut pirangnya.
" Dady..." Panggil Alea pada Lucas yang sudah menunggunya di luar. Alea pun berlari menghampiri Lucas, di sambut pelukan hangat Lucas.
Lily hanya tersenyum melihatnya. Wajar saja jika Alea begitu menyayangi Lucas, karena Lucas lah yang menjadi pengganti Ayahnya sejak Alea lahir.
__ADS_1
" Lucas Aku sudah siap, kita berangkat sekarang?" tanya Lily yang sudah berdiri di belakang Lucas.
" Baiklah." jawab Lucas membalikan tubuhnya. Dia tertegun melihat Lily yang begitu cantik dengan gaun hitamnya. Dia selalu tampak cantik meskipun hanya dengan make up yang tipis.
" Lucas?" Panggil Lily sambil mengayunkan tangannya di depan Lucas yang membuat Lucas sadar dari lamunannya.
" Emh ya." Jawab Lucas sedikit gugup.
" Kamu kenapa?" tanya Lily.
" Tidak apa apa. Mari berangkat sekarang." Jawab Lucas sambil membukakan pintu mobilnya untuk Lily dan Alea.
Lucas melajukan mobilnya dengan santai menyusuri kota. Dia ingin menikmati kebersamaan dengan Alea sebelum kembali ke Inggris. Hari harinya sudah terbiasa dengan kehadiran Alea.
" Rumah pasti akan sangat sepi jika tidak ada Alea di sana. Rasanya seperti akan berpisah dengan anak sendiri." Gumam Lucas dalam hati sambil melirik Alea dan Lily yang duduk di sampingnya.
Alea terus bernyanyi dengan ceria sepanjang perjalanan mereka.
Mereka menikmati makan malam bersama layaknya keluarga yang harmonis dan bahagia membuat iri siapa saja yang melihatnya.
Setelah lelah berjalan jalan Lily dan Lucas memutuskan untuk kembali, di tambah hari juga sudah lumayan larut. Alea pun sudah nampak lelah malam itu.
Dan benar saja, baru beberapa menit mobil mlaju Alea sudah tertidur pulas di pangkuan Lily.
Lily tersenyum sambil mengecup kening Alea yang sedang tertidur pulas.
Lucas hanya melirik sebentar Ibu dan Anak itu lalu fokus kembali pada jalan di hadapannya tanpa sepatah katapun.
" Lucas , terimakasih Kau sudah banyak membantuku." Ucap Lily memecah keheningan.
" Tidak masalah. Aku senang membantumu." Jawab Lucas singkat sambil tetap fokus menatap jalan di hadapannya.
" Apa yang harus Aku lakukan untuk membalas kebaikanmu Lucas?" Ucap Lily sambil menundukan kepalanya. Dia merasa tidak enak, Lucas begitu baik padanya.
" Kau ingin membalas kebaikanku?" tanya Lucas sambil menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Lily.
" Ya." Jawab Lily
" Pergi ke Inggris bersamaku dan menikahlah denganku! Apa Kau bisa?" Ucap Lucas sambil menatap wajah Lily dalam dalam.
Lily tersentak dengan kata kata Lucas. Dia bungkam seribu bahasa , tidak tahu harus berkata apa.
Lucas terus menatapnya menunggu jawaban apa yang akan Lily berikan.
" Kau tidak bisa bukan? Sudahlah tidak perlu bersusah payah membalasnya. Melihatmu dan Alea bahagia Aku sudah senang." Ucap Lucas sambil keluar dari mobil .
Lucas mebuka pintu mobilnya untuk Lily lalu menggantikannya menggendong Alea masuk kedalam rumah.
Lily merasa canggung saat itu, Dia sangat sadar jika Lucas tulus padanya bahkan Dia sudah menanggap Alea seperti putrinya sendiri. Tapi Lily belum tahu apakah Dia bisa membuka hatinya.
" Ah sudahlah, mungkin saja Lucas tidak serius dengan ucapannya tadi." Gumam Lily dalam hati.
.
.
.
.
Hallo Kakak semua. Maaf Novel ini sempat mogok up nih. Author sedang memperbaiki Novel ini .
__ADS_1
Selamat Membaca 😊🙏.