
***
Lucas berhasil menyelidiki Dhira, dan benar saja ternyata Dhira dan wanita yang di temukan memiliki hubungan darah.
Lucas membaca hasil penyelidikannya dengan seksama, Dia memperhatikan foto foto Lily saat kecil hingga dewasa, tidak sengaja tersirat sebuah senyuman di bibirnya saat melihat foto foto itu.
Lucas sedikit terkejut saat mengetahui latar belakang Lily.
" jadi Dia adalah pewaris keluarga Lee yang hilang bertahun tahun lamanya itu." gumam Lucas dalam hatinya.
Lucas menghembuskan nafas panjang, sangat lelah dengan pekerjaannya juga lelah dengan masalah masalah di keluarganya, sehingga Dia harus menggunakan Lily sebagai pion untuk membantunya menyelesaikannya.
.
.
Setelah Lily benar benar sudah pulih, Lucas Membawa Lily masuk ke dalam Mansionnya, para pelayan dengan menunduk hormat kepada Lucas. Mata mereka diam diam melirik Lily yang berjalan di sebelah Tuannya.
Lucas menggandeng Lily masuk ke dalam kamarnya , Lily hanya terdiam melihat sekeliling kamar Lucas lalu menatap laki laki yang duduk di hadapannya itu.
" Aku sudah menemukan data datamu. Tapi Kau harus membantuku terlebih dahulu baru Aku akan mengantarmu kembali. Bagaimana?" tanya Lucas pada Lily.
" Baiklah. Maaf, apakah Kau mengetahui siapa ayah dari bayiku ini?" tanya Lily pelan.
" Aku belum mendapatkan informasinya. Aku akan membantumu mencarinya." ucap Lucas meyakinkan. Dia merasa kasihan dengan nasib Lily yang begitu malang, meskipun Dia terlihat dingin terhadap wanita,tapi melihat keadaan Lily yang seperti ini membuatnya tersentuh.
" Pakailah gaun ini, segera kita lakukan apa yang Aku rencanakan." pinta Lucas pada Lily lalu Dia keluar dari kamarnya.
" Baiklah." kata Lily menuruti perintah Lucas.
Lily memandang gaun panjang berwarna mustard yang cantik itu yang sangat cocok di kenakan oleh Lily, bagian depannya yang terbuka tetapi menutupi dadanya, bagian belakang memperlihatkan punggung Lily yang putih dah halus itu.
Lily melangkah turun menghampiri Lucas yang terlihat sudah menunggunya.
" Marilah, Aku sudah siap " kata Lily berdiri di belakang Lucas.
Lucas segera membalikan badannya dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tidak bisa di pungkiri wanita di depannya ini sangatlah cantik dan anggun dengan gaun mustard pilihannya itu.
" Baiklah, ayo kita berangkat." kata Lucas mengalihkan pandangannya.
Lily melangkah mengikuti Lucas yang berjalan lebih dahulu di depannya dan merekapun masuk ke dalam mobil .
Di dalam Lucas sekali melirik Lily , tak di sangkanya jika Lily begitu cantik jika di lihat dengan seksama.
" Ada apa?" tanya Lily yang menyadari Lucas memandangnya sedari tadi.
__ADS_1
"Tidak apa, Aku khawatir Kau tidak lancar bersandiwara nantinya." jawab Lucas menutupi kekagumannya.
" Aku sudah latihan, Kau tidak perlu khawatir." ucap Lily .
" Baguslah" jawab Lucas singkat lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela , terlihat sebuah senyuman kecil dari bibirnya. Robin ikut tersenyum melihat Senyuman Tuannya dari kaca spion, sebuah senyuman yang sudah cukup lama tidak pernah di lihatnya dari Lucas.
●
Lily merangkulkan tangannya pada lengan Lucas, mengikuti kemana laki laki itu akan membawanya. Mereka melangkah bersama sama memasuki Mansion Ayah Lucas. Semua orang yang ada di sana menatap kehadiran Lucas dan Lily dengan terkagum kagum, " sungguh pasangan yang cocok " , " Bukan kah itu Lucasio Stewart, siapa wanita itu?" Begitulah sebagian yang di gumamkan orang orang dalam pesta itu.
" Lucas, Ku kira Kau tidak akan muncul malam ini." sapa seorang wanita yang tiba merangkul lengan Lucas lalu menatap Lily.
" Heii, siapa wanita ini. Kekasihmu kah?" goda wanita itu pada Lucas yang masih dengan wajah datarnya.
" Bukan Lusie . Dia Istriku" jawab Lucas singkat pada Lusie kakaknya.
" What. Apa katamu?" Lusie terkejut sambil memandangi Lucas dan Lily secara bergantian.
" Ya, Dia Istriku."
" Lily, perkenalkan Dia Lusie Kakak kandungku." kata Lucas memperkenalkan.
" Hallo Lusie." sapa Lily sambil mengulurkan tangannya.
Lusie membalas jabatan tangan Lily dengan sebuah senyuman di wajahnya.
" Ehm, bisakan Aku berbicara pada Suamimu sebentar." kata Lusie
" Ya. Silahkan." jawab Lily menghindar dari Lucas menuju meja besar yang berisi makanan dan minuman yang sangat lezat lezat. Tapi makanan makanan itu tidak satupun yang menarik selera Lily, Dia bahkan mual ketika melihatnya. Lily hanya mengambil orangejus dari meja itu lalu menengguknya perlahan.
" Lucas , apa yang Kau lakukan? Kau tahu Ayah akan menikahkan kamu dengan Rose." kata Lusie dengan cemas lalu melirik ke arah Lily.
" Ya . Aku tahu , aku akan menemuinya . Dimana Ayah?" tanya Lucas pada kakaknya.
" Ayah ada di atas. Lucas apakah Kau tidak kasihan dengan Istrimu jika Ayah tetap bersikeras menikahkanmu dengan Rose." kata Lusie khawatir.
" Tidak akan ada masalah Lusie, Kau tidak perlu khawatir." jawab Lucas menepuk bahu kakaknya itu lalu pergi menghampiri Lily.
" Ikutlah denganku." kata Lucas merangkul pinggang Lily.
Lily hanya menurutinya mengikuti kemana Lucas membawanya. Tiba di sebuah ruangan berpintu besar, Lucas membuka pintunya lalu masuk ke ruangan itu.
" Selamat Ulang tahun Ayah." ucap Lucas yang melihat Ayahnya sedang berbincang dengan seorang gadis.
" Lucas! Akhirnya Kau kembali ." kata laki laki tua itu pada Lucas.
__ADS_1
Gadis cantik yang duduk di hadapan Ayah Lucas tersenyum manis melihat kedatangan Lucas. Hanya saja senyumannya mendadak hilang ketika di lihatnya ada seorang wanita di sisi Lucas yang merangkul lengannya dengan mesra.
" Duduklah. Aku perkenalkan Kau dengan calon Istrimu Lucas." kata Ayah Lucas semangat.
" Aku tidak akan menikahi wanita pilihanmu Ayah." kata Lucas tetap berdiri di depan mereka.
" Apa maksudmu Lucas. Jangan Kau membuat masalah untukKu." kata Ayah Lucas.
" Aku sudah menikah, dan ini adalah Lily Istriku." kata Lucas sambil merangkul pinggang Lily.
" Hallo Semuanya." sapa Lily pada Ayah Lucas dan Rose.
" Ceraikan Dia" perintah Ayah Lucas .
" Tidak akan. Istriku sedang hamil,Aku tidak akan menceraikannya. Lagi pula apa hak mu mengurus hidupKu." Kata Lucas yang duduk agak jauh dari Ayahnya sambil menghisap rokok di tangannya.
" Apa. Hamil?" tanya Rose terkejut.
" Paman Stewart, apa apa an ini? Kau menjanjikan Lucas akan segera menikahiku, tapi apa kenyataannya? Dia justru kembali dengan membawa Istrinya yang sedang hamil. Aku tidak terima Tuan. Aku akan meminta Ayahku menarik semua saham yang ada di perusahaanmu Tuan" ucap Rose marah.
" Rose Lee, tenanglah ini pasti ada salah faham. Lucas katakan Kau akan menikahinya." perintah Ayah Lucas.
" Tidak akan, jika akan menarik sahamnya, tariklah. Aku tidak masalah. Aku tegaskan hanya Lily yang akan menjadi Istriku, tidak ada yang lain lagi." jawab Lucas beranjank dari duduknya lalu mengajak Lily keluar dari ruangan Ayahnya.
" Dasar anak keras kepala kau Lucas. Anak Durhaka! maki Tuan Stewart pada anaknya itu.
Lucas mengabaikan makian Ayahnya lalu mengajak Lily pergi meninggalkan Mansion Ayahnya.
Di dalam mobil Lily melirik Lucas yang terlihat kesal.
" Jadi ini alasanmu memintaku berpura pura jadi Istrimu?" kata Lily memecah keheningan.
" Ya. Maka bekerjasamalah, Aku bisa memberikan apapun yang Kau inginkan." jawab Lucas dingin.
" Ya, aku mengerti." kata Lily singkat.
Perlahan matanya terpejam dan kepalnya bersandar di lengan Lucas.
Lucas melirik wajah Lily yang terlihat seperti kucing kecil yang lucu saat tertidur. Lucas henya tersenyum dan membiarkannya tertidur di bahunya.
Sesampai Mansionnya Lucas menggendong Lily memasuki kamarnya dab merebahkannya di ranjang.
Di tatapnya wajah gadis itu dalam dalam dan perlahan di kecupnya kening Lily dengab lembut. Entah mengapa Lucas ingin melakukan itu, Dia sendiri pun tidak mngerti dengan apa yang Dia rasakan saat ini.
" Selamat tidur kucing kecilku." bisik Lucas lalu beranjak.
__ADS_1
Lucas membaringkan tubuhnya di sofa besar dalam kamarnya. perlahan matanya terpejam hingga akhirnya terlelap.
( Terimakasih Like dan Komennya Kakak 😊🙏. Selamat Membaca 😊 )