
Luna memasuki Caffe , dia melihat sekitar banyak para waithres yang sedang melayani para pelanggan Caffe , tapi Dia tak melihat Lily. Dia melangkahkan kakiknya menuju bagian dapur.
" Darel di mana Debora?? tanya Luna.
" ada di ruangannya." jawab Debora singkat.
Luna melangkah menuju ruangan Darel, lalu masuk . Dilihatnya Darel yang sedang bersandar di sofa dengan bertelanjang dada,,
" Hallo Darel..." sapanya dengan senyuman.
Darel menatap Luna sambil memakai Tshirt nya...
" Kamu gak bisa apa ketuk pintu dulu !" ucap Darel kesal.
" Sory Darel, tadi aku buru buru ." jawab Luna tersenyum melihat body Darel yang sangat menggoda.
" Ada apa?" tanya Darel.
" Aku mau nunjukin sesuatu ke kamu." jawab Luna
sambil menyodorkan HP nya pada Darel.
Darel melihatnya dan mengerutkan keningnya.
" Apa'an ini?" tanya nya heran.
" kamu gak tau prempuan itu Lily? Liat dong, Dia lagi pelukan sama laki laki lain lhohh." jawab Luna
" tau, terus kenapa?" kata Darel sambil melipat tangannya di dada
" kamu gak cemburu gitu,, Lily selingkuh tuh sama laki laki lain." kata Luna memprovokasi Darel.
Darel terkekeh mendengar kata kata Luna.
" selingkuh dari mana, Dia bukan pacarku." jawab Darel santai.
Luna terkejut mendengar jawaban Darel.
" kamu saat ini nolak Aku , bukan karna kamu ada hubungan sama Lily. trus kenapa kamu harus nolak Aku Darel.?" tanya Luna
" maaf Luna, Aku gak ada rasa sama kamu. Aku memang suka sama Lily, tapi bukan berati Aku melarangnya dekat dengan siapapun. Aku ingin mencoba meluluhkan hatinya. lagi pula apa urusan kamu? ngapain juga kamu cari cari beginian ." ucap Darel sambil melempar HP Luna ke meja.
__ADS_1
Luna menatap HPnya di meja,, sia sia Dia sudah mencari keburukan Lily agar Darel membencinya dan meninggalkan Lily. tapi Dia salah kaprah ternyata Lily dan Darel tidak ada hubungan apapun, Hanya Darel yang ingin mengejar Lily.
" mendingan sekarang kamu pulang aja , Aku masih banyak kerjaan." ucap Darel membukakan pintu untuk Luna.
lalu Luna pun keluar dengan perasaan kesal dan malu.
.
.
.
Lily sedang termenung di tepi balkon kamarnya,,, Devian menintanya istirahat sementara waktu, dan juga demi keamanan Lily, agar orang orang yang mencarinya lengah. halaman Villa Devian benar benar bagus, banyak tanaman bunga beraneka warna berhamburan, ada beberapa ayunan, ada gazebo gazebo yang sengaja di buat untuk bersantai.
saat sedang menikmati pemandangan halanam Villa tiba tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
tok tok tok.....
" Lily,,, kamu di dalam? tanya Devian dari balik pintu.
" iya Devian, masuk aja. tidak di kunci kok." jawab Lily
Devian pun membuka pintunya lalu melangkah masuk, dilihatnya Lily sedang duduk di lantai balkon kamarnya yang tersenyum melihat ke arah Devian.
" kamu ngapain di situ? tanya Devian
wajahnya selalu tersenyum, tapi matanya tidak bisa membohongi kesedihannya.
" Ayo kita ke Rumah Sakit ,,, uang nya udah di transfer ke rekening kamu." kata Devian yang berjongkok di hadapan Lily.
" sungguh??" tanya Lily dengan mata berbinar.
Devian mengangguk dengan senyumannya.
Lily dengan cepat bangkit dan menarik tangan Devian.
" Baiklah,,, ayo kita kesana." kata Lily dengan semangat yang spontan membuka bajunya hendak ganti .
" Heiiii... ada Aku di sini. Aku laki laki normal Lily." ucap Devian melipat tangannya di dada sambil menatap Lily.
Lily terkejut , saking senangnya hingga lupanjika Devian masih berada di kamarnya. Dengan cepat Lily menutupi dadanya.
" ahhh,, maaf maaf...." kata Lily berlari ke kamar mandi .
__ADS_1
Devian terkekeh dengan tingkah Lily ,, " Gadis yang ceroboh..." gumamnya sambil duduk di tepi ranjang.
" Devian, Aku sudah siap . kita bisa berangkat sekarang??" tanya Lily canggung. wajahnya masih merah karna malu.
" ya, kamu bisa berangkat sekarang. biarkan Ruben mengantarmu. Aku banyak pekerjaan hari ini, nanti setelah selesai Aku akan menyusulmu." kata Devian .
" Baiklah... Terimakasih Devian." ucap Lily membungkukan badannya.
" jangan sungkan begitu, naiklah. Nanti pasti Aku kesana." ucap Devian sambil mengusap kepala Lily lalu membukakan pintu mobil untuknya.
Mobil yang di bawa Ruben pun melaju dengan cepat menuju Rumah Sakit.
.
.
Devian kembali ke kantornya dan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sebenarnya dia bisa saja memberi tahu Lily Via ponsel, hanya saja Dia memilih menyampaikan langsung agar bisa melihat gadis itu. " huhhh... apa istimewanya gadis itu sampai sampai aku benar benar tertarik seperti ini." gumamnya dalam hati dengan senyuman di wajah tampannya.
Sesampainya di kantor Devian langsung menuju ke ruangannya .
Dengan cepat Dia menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa segera menemui Lily di Rumah Sakit.
BRAAAKKKKK.....
Devian terkejut tiba tiba pintu ruangannya di buka dengan kasar oleh seseorang.
" Dev,,,, apa maksud kamu menolak berkas yang kemarin Aku bawa ?" kata Amanda dengan kesal.
" Aku sudah mempelajarinya, dan Aku menolak. Lalu kenapa?" ucap Devian Dingin.
" Apa yang membuat kamu menolaknya,,, itu sangat menguntungkan Perusahaanmu Devian ..... " Tanya Amanda heran.
" Sory Amanda, Aku tidak suka mengembangkan bisnis dengan pernikahan." jawab Devian tegas.
" Kenapa Devian,,, kita teman sejak kecil, bahkan kamu tahu Aku sangat menyukaimu sejak lama kan." ucap Amanda kecewa.
" Amanda, berapa kali Aku bilang. Aku tidak ada rasa apapun padamu. Aku bisa mengembangkan bisnisku tanpa harus menikahimu, di Dunia ini banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Group MT , bukan hanya Papamu saja Amanda." tegas Devian.
" Kamu keterlaluan Devian." ucap Amanda.
" lebih keterlaluan siapa? kamu membuat rencana ini agar Aku terjebak dalam pernikahan bisnis dengan keluargamu. Lebih baik kamu keluar sekarang, Aku sedang sibuk." perintah Devian sambil meneruskan pekerjaannya, mengabaikan Amanda yang ada di hadapannya.
Amanda kesal dengan perkataan Devian lalu melangkah keluar dari ruangan Devian. Sudah sejak lama Dia mengejarnya. tapi tak sedikitpun hati Devian terbuka untuknya. Bahkan Dia meneror setiap wanita yang sedang dekat dengan Devian agar mereka semua pergi menjauhi Devian.
__ADS_1
Terimakasih Like dan Komennya Kakak😊🙏
Selamat Membaca 😊