KUPU - KUPU PENGGODA

KUPU - KUPU PENGGODA
Episode 20


__ADS_3

****


Devian mengetuk pintu kamar Lily, tapi tak ada jawaban . Karna khawatir Devian membuka pintu kamar Lily dengan perlahan.


" Lily...." panggil Devian sambil melangkah mencari Lily di kamarnya tapi tidak menemukannya.


Devian melangkah menuju balkon kamar itu, Dia tidak melihat Lily di sana. Lalu Dia berbalik kembali melangkah ke dalam. Devian melihat Lily sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Devian melangkah mendekati Lily lalu memeluknya dari belakang.


" kamu habis mandi sayang?" tanya Devian berbik di telinga Lily.


Lily terkejut mendapti Devian yang tiba tiba memeluknya dari belakang.


" Kamu kenapa di sini...?" tanya Lily terkejut.


" Dari tadi Aku mencarimu, Aku kira kamu kemana." bisik Devian sambil menciumi tengkuk dan leher Lily dari belakang.


" emhhh,,, Dev, jangan begitu." kata Lily dengan wajah merah malu.


" Kamu harum sekali sayang,,, Aku suka." bisik Devian sambil memakaikan sebuah kalung di leher Lily.


Lily terkejut saat melihat kalung itu.


" Dev, bukankah ini kalung yang sudah ku jual?" tanya Lily dengan heran.


" iya Sayang, Aku menyimpannya untukmu. Aku tahu ini sangat berharga untukmu." kata Devian mencium pipi Lily dari belakang.


" jadi selama ini yang membiayai Ibu Ku ."


" sudah jangan di fikirkan lagi, Aku mencintaimu. Semua yang Aku miliki itu juga milikmu sayang." kata Devian tersenyum.


Lily tersenyum lalu membalikan tubuhnya memeluk Devian.


" Terimakasih sayang, Kamu begitu baik padaku." ucap Lily membenamkan wajahnya di dada Devian.


" Iya sayang, Aku berjanji akan membahagiakanmu dan menjagamu." kata Devian mengakat dagu Lily lalu mencium bibir Lily dengan lembut.


Lily merangkulkan tangannya di leher Devian, membalas ciuman Devian. Cumbuan itu makin dalam, membuat keduanya makin terbakar hasrat, Devian merebahkan Lily di ranjang dengan terus memainkan lidah nya di dalam mulut Lily.


Ciuman itu turun ke leher Lily. Devian terus menciumi leher Lily dengan tangannya yang meraba dada Lily dan meremasnya dengan lembut.


" Aaahhhhhhh..... " Desah Lily saat Devian *** dadanya.


Perlahan Devian melepas handuk yang di menutupi tubuh Lily , di tatapnya wajah gadis yang di Cintainya itu. Devian menundukan wajahnya, memainkan lidahnya di ** Lily membuat Lily menggelinjang kegelian.


" Awwhhhh,, Dev... " Pekik Lily pelan .


" Kenapa sayang?" tanya Devian dengan nafas berat.


" Kau menginginkannya?" kata Lily menata Devian dengan mata sayu.


" Ya. Bolehkah..." pinta Devian.


Lily menatap Devian dalam dalam , lalu menganggukan kepalanya pelan. Devian tersenyum , Devian membuka pakaiannya dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut.


" Aku mencintaimu Lily." bisik Devian.


" Ya , Aku juga sayang." jawab Lily merangkulkan tangannya di leher Devian .

__ADS_1


Devian kembali mencium bibir Lily dengan lembut, makin lama nafasnya menjadi memburu.


Devian mencoba memasukan miliknya, di lihatnya Lily meringis kesakitan.


" Kenapa sayang?" kata Devian khawatir.


" sssshhhhhhh.... sakiiiiitttt...." desis Lily pelan.


Devian tidak tega melihat Lily kesakitan bermaksud mengakhiri permainannya, tapi Lily menekan tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya.


" Rilex sayang." Bisik Devian di telinga Lily lalu mencium bibirnya dengan lembut.


Perlahan Dia menekan bagian bawahnya, Lily mencengkram bahu Devian dengan kuat menahan rasa perihnya, Devian terus menciumnya dan dengan pelan menggoyangkannya.


Entah apa yang terjadi, rasa yang teramat perih tadi menjadi sebuah rasa yang tidak dapat di utarakan. Rasa itu membuat Lily melayang.


" Aaahhhh..... Ahhhhhh......" Desah Lily menikmati permainan Devian.


"masih sakit? " bisik Devian menggoda Lily.


Lily tersenyum menggelengkan kepalanya sambil memeluk Devian .


Devian tersenyum melihat Lily yang mulai menikmati,,, Desahan demi desahan Lily membuat Devian terbakar dan menginginkan desahan yang lebih keras lagi dan lagi.


Mereka melewati malam yang begitu bergairah berdua. Hingga mereka telelab ,bermimpi indah menanti hari yang paling di nanti dan membahagiakan untuk mereka esok pagi.


.


.


.


.


" Kamu cantik sekali sayang dengan gaun pengantin ini." bisik Devian tersenyum menatap Lily dari cermin.


Lily tersenyum pada Devian. " Terimakasih, kamu juga terlihat Tampan." goda Lily pada Devian.


Devian terkekeh mendengar godaan calon istrinya itu, Dia sangat bahagia karna beberapa menit lagi wanita yang ada di pelukannya ini akan menjadi istrinya.


" Ok sayang, cepat ya. Aku menunggumu di bawah." kata Devian . Lalu keluar dari ruang rias.


" iya sayang , ini sudah selesai. Aku akan segera turun." jawab Lily merapikan gaunnya.


Saat akan membuka pintu ruangan tersebut, tiba tiba seseorang membungkam mulutnya dari belakang dan membuatnya tidak sadarkan diri saat itu juga.


Setelah kejadian itu, Lily pingsan dan Dia merasakan tubuhnya di bawa sesorang dengan sebuah mobil. Entah di mana dan kemana orang itu membawanya Lily tidak tahu. Dia hanya merasakan , tapi matanya terus terpejam , tubuhnya lunglai tak dapat di gerakan.


.


.


.


Devian sudah terlalu lama menunggu Lily, seketika Dia tersenyum saat melihat dari kejauhan Seorang Wanita melangkah ke arahnya dengan gaun pengantin yang sangat indah.


Senyumannya pudah seketika ketika wanita itu semakin dekat dengan dirinya, dan kini berada di hadapannya.


" Silahkan Pasangan pengantin saling mengucap Janji Pernikahan. Mengikuti saya." kata Pendeta yang akan menikahkan mereka.

__ADS_1


" Tidak." jawab Devian sambil membuka tutup kepala pengantin wanita itu.


Dan betapa terkejutnya Devian saat melihat wanita yang ada di hadapannya bukanlah Lily melainkan Amanda. Sontak Devian mendorong Amanda dari dekatnya.


" Amanda.... Dimana Lily?" Teriak Devian pada Amanda.


Amanda hanya tersenyum lalu mendekati Devian.


" Aku lah yang pantas jadi Istrimu Devian, jangan cari Perempuan hina itu lagi sayang." ucap Amanda sambil membelai wajah Devian, tapi Devian menampik tangannya dan mendorongnya menjauh .


Devian berlari ke ruang rias untuk mencari Lily, tapi tidak ada jejak Lily di sana. Devian kembali ke Aula pernikahan menghampiri Amanda.


" Amanda , Dimana Lily?" Bentak Devian pada Amanda yang terus tertawa puas melihat Devian kebingungan.


" Devian , Devian. Hanya karna wanita itu Kau mencampakanku, menolak menikahiku. Jika Aku tidak bisa mendapatkanmu. Maka Diapun juga tidak Boleh!!! Teriak Amanda di hadapan Devian.


Sontak Liana mendekati Amanda dan menampar Amanda dengan kerasnya.


" Gila kamu Amanda. " Bentak Liana pada Amanda.


" hahahaha.... iya Tante, Aku memang sudah Gila. Aku gila karna menyukai Anakmu." teriak Amanda.


Seketika Emosi Devian memuncak, Di cekiknya leher Amanda , matanya merah menahan amarah.


" Aku tanya sekali lagi, di mana kamu sembunyikan Lily Amanda??" kata Devian menggertakan giginya.


Amanda meronta ronta hampir kehabisan nafasnya.


" Me mereka , mem... mem..ba..wanya ke..pel...pelabuhan." jawab Amanda terbata bata hampir kehabisan nafasnya.


Devian melepar tubuh Amanda hingga terbentur dinding ruangan itu.


" Ma, hubungi Polisi , jangan biarkan wanita ini lepas. dan hubungi tim penyelamat Aku takut terjadi sesuatu pada Lily." pinta Devian pada Liana sebelum pergi.


Devian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju pelabuhan.


Sesampainya di pelabuhan Devian di hampiri oleh salah satu orang Anggota Polisi Kelautan, ternyata tim penyelamat dan polisi kelautan menangkap kapal yang mencurigakan dan beberapa orang yang ada di dalamnya. Devian pun mengikuti polisi itu menuju kapal yang di maksud. Dan benar saja, di dalam kapal itu mereka menemukan barang bukti yaitu sebuah sepatu milik Lily yang di pakainya saat hari pernikahannya.


" Dimana Istriku hahhh...." tanya Devian pada salah seorang yang menculik Lily.


" Di Dia, sudah kami buang ke laut Tuan." kata orang itu ketakutan.


" Apa kau bilang!" Devian sontak menendang wajah orang itu hingga tersungkur di lantai.


" Cepat, beritahu di titik mana kalian membuangnya!" Teriak Devian geram.


Orang jahat itu pun memberi tahu dimana mereka membuang Lily.


Para tim penyelam menyebar menyusuri lautan mencari keberadaan Lily .


Bahkan Devian turun langsung menyelam untuk mencari Kekasih hatinya itu.


Hatinya begitu terluka , Dia berjanji akan melindungi Lily hingga akhir hidupnya , tapi apa. Saat Lily dalam bahaya Dia justru tidak mengetahuinya.


Hari terus berganti menjadi minggu, dari minggu kini berganti menjadi Bulan. Bulan bulan berlalu hingga menjadi tahun.


Tak ada hentinya Devian menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Lily.


( Terimakasih like dan komennya kakak😊🙏.

__ADS_1


Selamat membaca😊 )


__ADS_2