
Devian dan Lily melangkan menuju Basment Rumah Sakit , tapi langkah mereka terhenti. Terdengar Rafael memanggil.
" Lily,,, tunggu." panggil Rafael.
" Ada apa Dokter?" tanya Lily
" Ada berita gembira Lily,,, Ada pendonor yang cocok dengan Ibumu." ucap Rafael senang.
" Benarkah.... " kata Lily dengan wajah yang senang.
" Benar Lily, kalian ikut keruanganku." ucap Rafael.
Lily menggandeng Devian mengikuti Rafael,,, Devian merasa senang, Dia menggenggam tangan Lily dengan erat mengikuti langkahnya.
Rafael memasuki ruangannya di ikuti oleh Lily dan Devian lalu memeprsilahkan mereka duduk di sofa yang ada di ruangannya.
" Begini Lily,,, kami sudah siap untuk Oprasi Ibu mu. tapi...." ucap Rafael yang terhenti sambil memberikan minuma kaleng untuk Devian dan Lily.
" Tapi kenapa Dok? tanya Lily cemas.
" Biayanya sangat mahal Lily..." kata Rafael ragu.
" Berapa Dok biayanya?" tanya Lily terbata.
" pihak pendonor meminta 500 juta Lily." ucap Rafael.
" Apa!! 500 juta Dok?" kata Lily membelalakan matanya.
Lily sangat terkejut dan kebingungan mengetahui biaya untuk oprasi Ibunya. Dari mana Dia mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekejap.
" iya Lily, itu yang diminta Pendonor, belum biaya Oprasi dan lainnya ." ucap Rafael memberi opini.
Lily menundukan wajahnya, Dia sangat bingung dengan keadaan ini. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali, mencari pendonor sum sum tulang belakang sangatlah sulit, tapi biaya yang begitu besar.
__ADS_1
Davian diam diam menghubungi Rafael via chat.
[Davian." Lakukan Oprasi secepatnya Dokter. Aku akan menanggung semua biayanya."
Rafael." kenapa kamu tidak membicarakannya langsung Devian?"
Devian." tidak apa apa Dokter, Aku hanya ingin meringankan bebannya.
Rafael." Baiklah..."]
Lily beranjak dari tempat duduknya,
" Dokter, saya akan memberi kabar secepatnya. berikan saya waktu beberapa hari . Tolong bujuk pendonor itu jangan sampai merubah keputusannya Dok." ucap Lily pada Rafael.
" Baiklah Lily." jawab Rafael
Lily mengajak Devian keluar dari ruangan Rafael,, Dia berjalan sangat terburu buru.
" Lily kau mau kemana?" tanya Devian mengikuti langkah Lily.
" tentu saja, Aku akan temani kamu Lily." jawab Devian sambil menggandeng tangan Lily menuju mobilnya.
Mobil yang di tumpangi Lily melaju dengan sangat cepat. Devian melirik gadis di sebelahnya itu, terlihat wajahnya penuh dengan kecemasan.
" Lily tenanglah, kita pasti bisa menolong Ibumu." ucap Devian.
Lily hanya mengangguk , wajahnya tak bisa di sembunyikan jika saat ini kondisinya sedang sedih dan bingung.
Sesampai rumahnya Lily bergegas memasuki kamar. Dia membuka laci yang ada di meja kamarnya. Di ambilnya sebuah kotak kecil berwarna Gold dari dalam laci tersebut.
Perlahan bukanya kotak itu dengan perlahan, di ambilnya sebuah kalung bermata Pink , itu adalah kado dari Ayahnya saat ulang tahun ke 14 tahun, " ini harta satu satunya yang Aku miliki, dengan ini Keluarga Lee akan yakin bahwa Aku adalah pewaris dari David Lee... tapi kesehatan Mom lebih berharga bagiku" gumam Lily dengan isak tangisnya.
" Lily... " panggil Devian yang melihat Lily menangis dari balik pintu kamarnya.
" Dev,,, tolong bantu Aku menjual kalung ini. Kamu bisa kah ?" tanya Lily penuh harap pada Devian.
__ADS_1
Devian menerima kalung bermata Pink itu. Dia sangat terkejut saat melihat mata Pink itu ternyata adalah Berlian Steinmeitz Pink, yang harganya fantastis.
" Darimana kalung ini Lily?" tanya Devian sambil melihat lihat kalung yang di berikan Lily.
" itu hadiah dari Papiku saat usiaku 14 tahun. itu satu satunya peninggalan Papi, tapi kesehatan Mom lebih penting Dev daripada semua harta yang di ambil pamaku. Kamu bisa kan bantu Aku menjualnya? " kata Lily dengan mata berkaca kaca.
" Tentu, Aku bisa bantu kamu. Aku banyak kenalan pecinta berlian, Mau kamu jual berapa kalung ini.? tanya Devian.
" Jika bisa 800juta, mungkin itu.cukup untuk perawatan Mom hingga pulih." jawab Lily tanpa berfikir panjang.
Devian mengerutkan keningnya, Dia merasa heran dengan harga yang di tawarkan Lily. " Apa Dia tidak tau harga berlian ini sesungguhnya? untumg saja kamu bertemu denganku , jika orang lain, mungkin kamu sudaj di tipu habis bahisan Lily" gumam Devian dalam hati.
" Baiklah, berikan nomor rekeningmu. setelah ini terjual uang bisa di transfer langsung ke nomor rekeningmu." ucap Devian sambil memasukan kembali kalung itu ke dalam kotaknya.
" Terimakasih Devian kamu sudah mau membantuku." ucap Lily senang spontan memeluk Devian dengan erat.
" sama sama Lily , Aku senang bisa membantumu." jawab Devian membalas pelukan Lily. jantung nya serasa loncat loncat saat Lily tiba tiba memeluknya.
" ya udah yuk kita pergi dari sini. di sini tidak aman buat kamu." ajak Devian pada Lily.
" Baiklah....Terimakasih Devian." ucap Lily melepaskan pelukannya.
Devian dan Lily pergi dari rumah itu, Dia mengajak Lily pulang ke Villanya. Tidak ada tempat yang aman untuk Lily selain di Villanya.
Tanpa Lily sadari dari tadi ternyata Luna menatapnya dari kejauhan, Luna tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Dia mengambil gambar Lily saat berpelukan dengan Devian.
" huhhh,,, liat aja kamu Lily, salah siapa Darel menyukaimu. Biar Dia tau seperti apa wanita yang di sukainya, mendekati orang orang kaya, jual diri pasti kan." guman Luna merasa senang.
Keterangan :
Meskipun cerita hanya Fiktif belaka, tapi keterangan tentang berliannya benar adanya .😊
The Stenmeitz Pink ditemukan pada tahun 1999 dan kali pertama melakukan debut di publik pada tahun 2003. Berlian berwarna merah muda ini dibeli oleh Chow Tai Fook Enterprises di Hong Kong pada April 2017 seharga US $ 71,2 juta (Rp996,8 miliar)
__ADS_1